Dr. Adian Husaini

7 Ramadhan 1443 / 8 April 2022



Tema yang kita bahas ini besar sekali. Apakah mungkin umat islam Indonesia itu akan berperan di pentas global?
Kadang kala kalau kita melihat kondisi kita dari berbagai segi mungkin banyak yang merasa tidak optimis, walaupun mungkin tidak juga pesimis.
Apa bisa sih umat islam Indonesia itu akan berperan penting di pentas global.

Tentu jawaban kita sederhana, bukan mungkin atau tidak mungkin.
Sebab jawaban kita pasti : Harus!
Memang tidak ada pilihan lain umat islam harus berperan, karena itu bagian dari kewajiban.

Kita adalah Umatan Washatan, umat pertengahan, maksudnya umat yang unggul, umat yang adil.
Memang diharuskan menjadi Khoiru Ummah, menjadi sebaik-baik umat, sebaik-baik kaum.

Perannya adalah :
ta-muruuna bil-ma’ruufi wa tan-hauna ‘anil-mungkar,
Seperti dalam Surat Ali Imran ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ 

“Kamu umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Apakah kita patut optimis? Dan dari segi apa kita optimis?

Kita punya potensi besar untuk bangkit menjadi khoiru Ummah.
Kalau sekarang kondisinya belum begitu menggembirakan, kita di dalam negeri kita saja mengakui dalam berbagai bidang kita masih kalah atau tertinggal dari umat yang lain.

Bahkan kadang kala kondisi kita mirip dengan apa yang telah dikhabarkan oleh Rasulullah SAW

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.”
Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?”
”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.”
Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?”
Nabi SAW bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud)

Tentu disini bukan bermaksud bahwa umat islam jumlahnya tidak boleh banyak, tapi jumlah banyak dan berkualitas. Karena pada hadits yang lain Rasulullah memerintahkan agar umat islam jumlahnya banyak.

Sampai diperintahkan kalau menikah dengan perempuan yang penyayang dan banyak anak karena nanti Rasulullah akan berbangga dengan jumlah yang banyak itu.
Tapi jumlah yang banyak ini tentu harus berkualitas.

Pada ayat dan hadits yang lain Rasulullah mengingatkan akan tanggung jawab.
Artinya kalau orang itu anaknya banyak tapi tidak mampu mendidik akan jadi berat, karena manusia yang tidak terdidik dengan baik dia bisa menjadi manusia yang jahat, membahayakan atau yang merusak masyarakat. Dan ini juga yang wajib dihindari.

Kondisi kita mungkin kalau kita gambarkan mirip seperti itu. Sekarang ini kondisi jumlahnya banyak tapi tidak atau kurang diperhitungkan.
Bahkan umat-umat yang lain itu berani mempermainkan umat islam tanpa ada rasa takut sama sekali.
Itulah yang sekarang ini kita hadapi.

Makanya Rasulullah SAW mengingatkan bahwa salah satu sebab kenapa umat islam kondisinya seperti itu, beliau bersabda :

اذا عظّمت أمتي الدنيا نُزعت منها هيبت الاسلام واذا تركت الامر بالمعروف والنهي عن المنكر حرمت بركة الوحي واذا تسابت أمتي سقطت من عين الله (الحاكم و الترمذي)

“Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan Islam; dan apabila mereka meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu; dan apabila umatku saling mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.” (HR Al Hakim dan Tirmidzi)

Jadi kalau kita sekarang memahami, ibarat para dokter mendiagnosa kenapa kok jadi begini?
Rasulullah dulu sudah memberikan beberapa theori.
Kalau kondisi begini theorinya begini.
Kita menjadi begini karena begini.
Karena meninggalkan dakwah, karena penyakit hubud dunya bahkan memuja dunia dan yang ketiga karena berpecah belah.

Kalau mau umat islam tidak seperti itu kondisinya sehingga nanti bisa berperan dipentas global, maka penyakitnya itu harus dihilangkan.

Kalau melihat itu sumbernya apa? Kenapa kok bisa pecah belah?
Kenapa bisa memuja dunia berlebihan ?
Kenapa bisa enggan untuk berjuang di jalan Allah ? Kenapa itu?

Karena sumber penyakit itu ada di dalam hati, yang kata Rasulullah mudghah dalam diri kita.
Itulah Qalb, apa bila itu baik maka baiklah seluruh diri kita.
Apabila itu buruk, rusak maka rusaklah semua diri kita ini rusak.
Itulah Qalb (hati), kata Rasulullah.

Terus apa kalau begitu kuncinya apa? Obatnya apa? Therapinya apa?
Bukan hanya yang symptomatic, kita cari yang causalis, apa itu sumber penyebabnya.

Ternyata kuncinya sudah disediakan juga. Al Qur’an menyebutkan :

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰٮهَا (9) وَقَدْ خَا بَ مَنْ دَسّٰٮهَا (10)

“sungguh beruntung orang yang menyucikannya jiwanya , dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams 91: Ayat 9-10)

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?
Ternyata kuncinya adalah Tazkiyatun nafs, kuncinya adalah Penyucian Jiwa. Inilah yang menjadi program besar.

Kalau jiwa manusia ini kotor, diributi dengan penyakit hati, penyakit jiwa.
Kata Imam Ghozali sumber segala sumber kerusakan itu hubud dunya :

حب الدنيا رأس كل خطيئة
“hubbud dunya ro’su kulli khoti’ah”- (cinta dunia adalah pangkal semua keburukan).

Kenapa orang itu saling membenci, saling mencaci, saling menjatuhkan, tidak mau berjuang di jalan Allah kemudian dia meninggalkan dakwah bahkan senang menjatuhkan saudaranya sendiri.

Pangkalnya itu, karena dia hubud dunya. Dia senang harta, senang kekuasaan, senang popularitas, apa saja keagungan-keagungan yang dianggap unggul di dunia.

Padahal umat islam ini diminta untuk menjauhi dunia
Islam itu bukan ajaran yang memerintahkan umatnya untuk meninggalkan dunia, meninggalkan tahta, meninggalkan harta kemudian disuruh jadi pertapa supaya jadi orang yang dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak begitu ajaran islam.

Kita diperintahkan menaklukkan dunia menjadi umat terbaik karena tugas kita menyeru manusia ke jalan kebenaran , ke jalan Allah.

Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِا لْحِكْمَةِ وَا لْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَا دِلْهُمْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ 

“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik..” (QS. An-Nahl 16: Ayat 125)

Karena manusia diperintahkan untuk menyelamatkan umat manusia ini maka mereka harus menjadi umat yang terbaik, umat yang paling unggul. Jadi memang menjadi umat yang unggul itu kuwajiban.

Pertanyaan berikutnya :
Apa yang membuat kita layak , patut untuk kita optimis menyongsong masa depan umat kita ke depan.

Setidaknya ada tiga yang menyebabkan kita bisa optimis :

1. Potensi Ajaran

Kita alhamdulillah dikaruniai oleh Ayat kitab suci yang dijamin keasliannya, dijamin kemurniannya dan keabadiannya.

Allah SWT berfirman:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِ نَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)

Umat islam sedunia tidak ada khilafiah bahwa Al Qur’an itu 100% otentik, Al Qur’an itu tidak ada yang hilang satu hurufpun sejak diturunkan kepada Rasulullah SAW sampai sekarang ini.
Sampai kiamat tidak ada yang bisa mengubah Al Qur’an.

Yang lebih unik lagi Al Qur’an yang kemudian dijelaskan oleh sunah- sunah Rasulullah SAW kemudian dijabarkan makna-maknanya dalam berbagai Ulumuddin.
Itu sudah diwariskan oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW, beliau meninggalkan Al Qur’an dan Sunah :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah”. RasulNya”. (HR. Malik, Baihaqy)

Tetapi Rasulullah SAW bukan hanya meninggalkan Al Qur’an dan Sunah. Ketika beliau wafat tahun 632 M beliau juga meninggalkan satu generasi terbaik. Bahkan satu pasukan terbaik di dunia yang mampu mengawal Al Qur’an dan Sunah. Karena pasti ada yang tidak suka dengan penegakan Al Qur’an dan Sunah.

Rasulullah SAW memberikan contoh, beliau bukan hanya menyampaikan ajaran tentang Al Qur’an dan Sunah dan bagaimana mengaplikasikannya.
Tetapi Rasulullah juga menyiapkan satu generasi yang mampu mengawal Al Qur’an dan Sunah. Generasi Sahabat itu generasi yang sangat kuat.

Rasulullah juga melahirkan para ulama, ilmuwan-ilmuwan yang tangguh, yang hebat seperti Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Hurairah, Siti Aisyah r.anha dan lain-lain ulama- ulama Sahabat yang sangat hebat.
Yang nanti mereka punya murid-murid yang hebat juga, yaitu generasi Tabi’in.

Dan generasi Tabi’in itu punya murid- murid yang disebut dengan generasi Tabi’in Tabi’ut. Tiga generasi awal ini yang disebut dengan Salafush Sholeh.
Merekalah yang merumuskan Ulumudin itu : Ilmu Tafsir, Ilmu Nafwu, Ilmu Shorof, Ilmu Sufi, Ilmu Hadits yang itu kemudian mengokohkan Al Qur’an dan Sunah.

Apa pentingnya bagi kita?
Kita patut optimis karena islam itu agama yang ajaran-ajarannya terjaga keasliannya, keotentikannya.

Kita sekarang ini shaum Ramadhan sama sudah 14 abad tidak berubah. Kita shalat, ajaran islam itu tidak berubah. Babi itu haram tidak berubah. Zina itu haram tidak berubah. Itu ajaran-ajaran yang tetap.

Kita bisa bandingkan dengan berbagai ajaran, misalnya bangsa Barat, bangsa Eropa, mereka sudah membuang agama. Bangsa Eropa dan bangsa Barat yang lain itu sudah melepas agama mereka. Mereka tidak bisa lagi. Jalan untuk pulang kepada agama sudah mereka tutup. Mereka sudah lebih memuja rasio.

Kata Sartre :
Even if God existed we must reject him. Since the idea of God kills our freedom. (Andaikan Tuhan itu ada harus kita tolak , sebab ide tentang Tuhan itu membunuh kebebasan kita)

Inilah yang tidak kita jumpai hal seperti itu. Ajaran islam itu terjaga.
Itu potensi ajaran kita tetap. Kita tidak kehilangan jalan, kalaupun misalnya umat islam di satu fase, satu periode itu tidak mampu mengaktualisasikan dan menerapkan ajaran islam, maka Allah akan ganti dengan generasi yang berikutnya.

Generasi yang nanti mampu karena ajarannya masih ada. Ini potensi ajaran kita yang tetap tidak rusak, tidak lekang oleh waktu.
Karena ini memang dijanjikan oleh Allah bahwa Rasulullah SAW itu diutus untuk manusia sampai akhir zaman.

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَآ فَّةً لِّلنَّا سِ

“Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad, melainkan kepada semua umat manusia …”(QS. Saba’ 34: Ayat 28)

Jadi bukan untuk satu kaum atau satu periode tertentu.

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107)


2. Sifat dari Ajaran Islam Washatiyah

2.1. Akidahnya mudah difahami.

Karena saya menulis desertasi Doktor saya tentang Theology Katholik. Saya meneliti satu dokumen dalam Konsili Vatikan ke 2 di Roma tahun 1962 sampai 1965.

Kalau kita perhatikan dalam agama Katholik ada yang namanya Konsili , Perhimpunan Agung Tokoh-Tokoh Katholik seluruh dunia untuk merumuskan Doktrin-Doktrin dan ritual-ritual yang baru, yang dianggap sesuai dengan perkembangan zaman.

Jadi berubah, berubah, berubah selama rumusannya itu. Dan memahaminya tidak mudah.
Misalnya memahami konsep Trinitas itu sangat rumit.

Bagaimana memahami Yesus itu sebagai manusia, sekaligus juga Tuhan. Itu rumit sekali.

Makanya kalau kita lihat beberapa video-video di YouTube tentang kisah masuk islamnya beberapa mualaf itu yang banyak kita temukan adalah ketika mereka susah memahami Yesus itu ya manusia, Yesus itu ya Tuhan?

Bagaimana ketika dia disalib itu sebagai manusia, tapi juga sebagai Tuhan. Misalnya ketika dia berteriak- teriak : “Eli, Eli lama sabachthani”
(Tuhanku, Tuhanku kenapa Kau tinggalkan aku?) . Ini tidak mudah.

Tetapi kalau kita belajar ajaran islam.
Tauhidnya islam itu simple sekali :
“Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah”.

Muhammad itu manusia , ditegaskan di dalam Al Qur’an, dia bukan Tuhan dan bukan Anak Tuhan, atau setengah Tuhan juga bukan.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ 

“Katakanlah Muhammad, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.”” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)

Kita tidak mengalami problem perdebatan akidah yang rumit.
Ajaran islam itu dari orang yang paling sederhana berfikirnya bisa memahami.

2.2. Syari’at Islam itu manusiawi sekali.

Kita diperintahkan untuk berpuasa.
Kalau tidak mampu berpuasa, sakit dan seterusnya boleh mengqadha.
Kalau tidak mampu juga boleh dengan
fidiyah. Shalat juga begitu, binatang- binatang yang diharamkan juga sangat sedikit.

Kita ini ajaran islam, ajaran yang tidak memberatkan karena sesuai dengan fithrah manusia. Tidak ada larangan untuk menikah.

Dulu Sahabat Nabi yang mau beribadah berlebihan ditegur.
Dia taqarub, ada yang mau shalat terus tidak tidur. Ada yang mau puasa terus tidak mau berbuka. Ada yang tidak mau kawin, ditegur oleh Rasulullah.

Jadi ajaran islam itu manusiawi.
Makanya sifat dari ajaran islam itu Washatiyah. Sifatnya itu adil. Washatiyah itu dari Wasith , pertengahan, tidak ekstrim, tidak hulu tidak hilir.

3. Potensi Sejarah

Kita punya potensi sejarah yang luar biasa. Yang membuktikan bahwa ajaran-ajaran islam itu bukanlah ajaran yang utopis. Bukan hanya konsep- konsep indah diatas kertas.
Ajaran-ajaran islam sudah terbukti dalam sejarah bisa diterapkan bahkan memberikan rahmat bagi manusia yang lain.

Kita bisa contohkan bagaimana indahnya kehidupan masyarakat di Madinah di masa Rasulullah SAW, bagaimana gotong royong mereka, persaudaraan mereka, kasih sayang mereka.

Bagaimana masyarakat yang taat hukum di Madinah yang sampai orang yang berzina saja menyerahkan diri dan minta dirajam.
Begitu tinggi kesadaran hukumnya.
Begitu tinggi semangat persaudaraannya untuk menolong sesama saudaranya bahkan kepada orang non muslim.

Sampai Rasulullah SAW bersabda;

مَنْ آذَى ذِمِّيًا فَقَدْ آذَانِيْ، وَمَنْ آذَانِيْ فَقَدْ آذَى اللهِ

“Barangsiapa menyakiti seorang zimmi (non Muslim yang tidak memerangi umat Muslim), maka sesungguhnya dia telah menyakitiku. Dan barang siapa yang telah menyakitiku, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah.” (HR Thabrani)

Ajaran islam itu rahmatan lil alamin. Islam tidak memaksa orang agama lain untuk masuk islam.
Ini terjadi ketika islam meluas.
Jadi kenapa islam bisa bertahan di Andalusia selama 800 tahun.
Karena keadilan itu.

Sampai ada 1 buku yang saya tulis, judulnya “Tinjauan historis konflik Yahudi Kristen dan Islam”.
Saya menemukan banyak literatur orang-orang Yahudi yang menulis yang membuktikan bahwa zaman keemasan islam di Spanyol itu juga disebut sebagai zaman keemasan Yahudi. “The Golden Age of Muslim Spain also The Golden Age of The Jews”

Mereka penulis-penulis Yahudi sampai Professor Yahudi namanya SD Goitein menulis 1 buku yang menggambarkan di zaman keemasan islam di Spanyol itulah ritual-ritual Yahudi itu disusun dan juga bahasa Ibrani modern disusun mengikuti kaidah bahasa Arab.

Sampai Karen Armstrong, penulis Inggris yang terkenal, dia menulis :
“Tidak ada tradisi persekusi umat beragama dalam sejarah islam”.
Islam itu rahmatan lil alamin.

Makanya sekarang kita bisa melihat di negeri kita saja, orang yang bersikap fair pasti mengakui bahwa orang banyak merasa nyaman.

Saya melihat beberapa video, seperti videonya Deddy Corbuzier kenapa sampai dia masuk islam, dia bilang :
“Saya tidak pernah merasa takut disini tidak pernah diganggu, selama saya bukan muslim”.

Bahkan ada beberapa orang barat yang masuk islam seperti keponakannya Tony Blair, mantan PM Inggris, seorang perempuan.
Mengapa dia masuk islam, karena dia tertarik dengan akhlaknya orang muslim di Gaza yang sedang menderita di embargo oleh Israel, tapi kok mereka itu ramah.

Mereka itu tidak menampakkan kesedihan, mereka itu menghormati tamu yang bukan muslim dengan begitu hebatnya.
Sampai dia bilang, “Kalau seperti ini perintah agama kamu, saya masuk islam”. Akhirnya benar, dia masuk islam.

Kita bisa melihat Yvonne Ridley, mantan wartawan yang ditahan oleh Taliban bukankah kisahnya begitu?
Dia semula sudah menyangka karena ditangkap oleh Taliban, dia akan dieksekusi.

Dia heran, kenapa orang-orang Taliban sama sekali tidak mau menengok dia, tidak mau melihat ke wajah dia. Dia berfikir : ‘mungkin ini hari terakhir saya. Bahwa mereka sampai tidak mau menengok saya, pasti saya mau dieksekusi’.

Tetapi akhirnya dia tahu.
Selama dia ditahan beberapa lama oleh Taliban, sama sekali dia tidak diganggu, tidak disentuh, tidak diperlakukan dengan kasar, dilayani dengan baik dan akhirnya dia masuk islam.

Bahkan ketika peradaban islam dalam kondisi melemah seperti sekarang, sisa-sisa akhlak islam masih tampak.
Makanya jangan heran kalau di dunia sekarang ini orang-orang terus masuk islam.

Sekarang bandingkan, negara Amerika yang pada abad 19, di bukunya Samuel Huntington judulnya “Who Are We”, yang terbit tahun 2004. Huntington sudah menulis bahwa Bangsa Amerika ini pernah menyatakan di Mahkamah Agung Amerika : “This is a Christian Nation”.
Maka sekarangpun anggota Conggres kalau dilantik pegang Bible.

Tetapi yang menarik kalau kita perhatikan, survey-survey di Amerika, jumlah orang Kristen menurun terus menerus dari tahun ke tahun.
Jumlah orang Protestan sekarang ini tinggal 30%.

Di Belanda, misalnya 200 tahun yang lalu di kota Amsterdam dalam suatu survey, 99% penduduknya dibaptis.
Sekarang ini tidak sampai 10%.
Di Eropa rata-rata sudah 20% an penduduknya yang menyatakan agama itu penting. Jadi 80% an sudah menyatakan agama sudah tidak penting dalam kehidupan masyarakat.

Ada satu survey di Spanyol.
Saya baca penduduk Spanyol disurvey dengan pertanyaan :
Dalam sepekan terakhir ini ada atau tidak ritual agama yang anda lakukan?
75% penduduk Spanyol mengatakan tidak. Artinya dalam sepekan itu mereka sama sekali tidak berhubungan dengan agama.

Kalau kita perhatikan, sekarang ini beredar video pertumbuhan jumlah penduduk di dunia. Umat islam diperkirakan jumlahnya meningkat terus. Sehingga nanti tahun 2025, diperkirakan 1/4 penduduk bumi ini muslim.

Sekarangpun umat islam sudah umat terbesar, kalau Protestan dan Katholik dipisah jadi 2 agama tersendiri.
Tetapi kalau keKristenan (Christianity) digabungkan yang terbesar masih Kristen. Sekarang sudah di atas 2 Milyar jumlah pemeluk Christianity.

Ini yang menyebabkan kita patut optimis. Potensi ajarannya, Potensi Sejarahnya umat islam ini agamanya terbukti, bukan utopis.

Inilah yang penting untuk nanti membangun Izzah, membangun kebanggaan karena salah satu ciri generasi yang unggul adalah Al Izzatul al Kafirin. Punya sikap Izzah.

Menurut saya, ini yang harus ditanamkan, bagaimana generasi yang kita siapkan ke depan ini adalah generasi yang unggul.
Generasi yang betul-betul Tafaqquh fid Din. Karena Rasulullah SAW begitu.

Beliau SAW bersabda :

النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي اْلإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا

“Manusia ibarat barang tambang berharga seperti tambang emas dan perak. Orang yang mulia pada masa jahiliyah, akan menjadi orang yang mulia juga dalam Islam apabila ia berilmu…”. [HR Muslim].

Ini satu potensi yang perlu kita sadari dan terutama kita tanamkan pada generasi berikutnya bahwa memang merekalah yang nanti harus mengemban amanah, membawa umat dan bangsa Indonesia ini menjadi Khoiru Ummah, menjadi umat yang terbaik. Dengan itu in syaa Allah akan mampu untuk memimpin.

Ajarannya dijamin, tinggal manusianya bisa atau tidak dididik dengan benar sehingga mereka menjadi Khoiru Ummah atau orang-orang yang terbaik.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here