Tri Bimo Soewarno Lc.MSi

1 Shafar 1443 / 8 September 2021




Allah SWT berfirman:

فَاِ ذَا نُقِرَ فِى النَّا قُوْرِ (8) فَذٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌ (9) عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ (10)

“Maka apabila sangkakala ditiup, maka itulah hari yang serba sulit, bagi orang-orang kafir tidak mudah.”
(QS. Al-Muddassir 74: Ayat 8-10)

Disini diistilahkan “fa izaa nuqiro fin-naaquur”. Pelafadzan dalam Al Qur’an itu memang istimewa.
Mestinya kalau dibacakan “fa izaa nuqiro fish-shuur” bisa saja.
Tetapi kadang dipilih ungkapan semisal ini.

Ungkapan dalam ayat 8 ini untuk menunjukkan betapa mengerikan dan menakjubkannya kondisi pada saat itu Kondisi waktu di mana manusia dibangkitkan. Tidak bisa dibayangkan, kondisi yang sangat menakutkan. Semua orang minta perlindungan.
Kondisi saat itu kondisi yang sangat berat.

Para ulama memberikan penjelasan yang sangat menarik. Ada pembatasan bagi orang kafir. Walaupun semua manusia yang mengalami kiamat akan mengalami sesuatu yang sangat berat akan tetapi bagi orang mukmin merasakan suatu yang berat , pada akhirnya dia nanti akan mendapatkan kemudahan.

Pada saat timbangan amal dan sebagainya mereka akan dimasukkan ke Surga. Mendapatkan sesuatu yang nyaman. Sama dengan kita saat ini kita kerja berat, kita lembur dan sebagainya, pada akhirnya kita mendapatkan sesuatu yang menyamankan kita. Mendapatkan nafkah berupa gaji, uang lembur.

Pada saat saya dulu di luar negeri. Setiap tahun sekali harus memperpanjang visa. Tetapi manajemen di sana saat itu tahun 1999 untuk meremajakan visa kadang-kadang antri Bakda Subuh, padahal Kantor imigrasinya buka jam 08.00.

Karena antri visa panjang sekali, dapat giliran menjelang dhuhur. Kadang kalau lagi “apes” dilayani setelah dhuhur. Kita merasakan sesuatu yang berat, tapi pada akhirnya kita mendapatkan sesuatu yang menyamankan kita, yaitu dapat perpanjangan visa 1 tahun. Baru nanti 1 tahun berikutnya kita akan melakukan hal yang sama.

Seringkali orang mukmin diuji oleh Allah SWT , tapi pada akhirnya Allah memberikan sesuatu yang menyamankan sebagai balasan.
Seandainya dia merasakan hal yang berat di dunia pasti Allah kelak akan memberikan kenyamanan di yaumul Kiamah. Orang-orang yang sholeh dimasukkan ke Surga.

Tapi kalau Al Kafirin, tidak sama sekali. Kondisi saat itu mungkin semua orang bingung. Tidak ada kemudahan sedikitpun bagi orang kafir. Dari saat itu sampai dihisab, sampai kemudian mereka di masukkan ke Neraka, tidak ada kemudahan sedikitpun. Tidak ada senang-senangnya sama sekali.

Hal ini sebenarnya juga terkait dengan ayat sebelumnya (ayat ke 7) ketika Rasulullah SAW diminta untuk sabar :
“Dan karena Tuhanmu, bersabarlah”.
Dengan bersabar, Rasulullah, para Sahabat dan Umatnya pasti mereka nanti akan mendapatkan kebahagiaan.
Orang kafir kelak tidak mendapatkan kemudahan sama sekali.

Imam Shawi, salah satu yang mensyarah pada Tafsir Jalalain berkata : “Ayat itu menunjukkan bahwasanya hal-hal tersebut mudah bagi orang-orang yang beriman, karena Allah SWT membatasi kesulitan itu hanya untuk orang kafir. Ayat ini juga merupakan tambahan ancaman bagi orang kafir dan khabar gembira dan hiburan bagi orang-orang yang beriman”.

Suatu saat orang kafir tak akan mendapat kemudahan. Di saat banyak orang yang taat kepada Allah mendapatkan kemudahan. Apalagi pada hari akhir seringkali dijelaskan sebagai : Hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah SWT. Rasulullah pun kelak pada hari Kiamat memberikan syafa’at kepada kita dengan ijin dari Allah SWT.

Ada kisah menarik yang sudah sangat masyhur tentang Al Walid bin Mughirah. Langsung disampaikan Allah SWT pada ayat yang ke 11 :

ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًا 

“Biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,” (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 11)

Menurut para mufasir, ini kisah tentang Al Walid bin Mughirah. Salah seorang yang suka mengolok-olok agama islam. Salah satu olokannya dia menyimpulkan bahwa Al Qur’an adalah suatu produk sihir dan Nabi Muhammad SAW difitnah sebagai tukang sihirnya. Karena Nabi Muhammad SAW bisa mempengaruhi orang-orang terpandang di kalangan kafir Quraisy dan sebagainya.

Mereka terpengaruh apa-apa yang dikatakan Muhammad SAW dan bahkan sebagian masuk islam.
Ibarat Penyihir yang bisa mempengaruhi orang lain.
Bahkan tukang sihir bisa memisahkan orang dari keluarganya. Keluarganya masih kafir, dia muslim, kemudian mengikuti Rasulullah SAW, mengikuti kajian- kajiannya.

Interaksinya dengan keluarganya yang masih kafir menjadi terbatas. Nabi Muhammad SAW bisa memisahkan antara suami dan isteri, bisa memisahkan antara ayah dan anak.
Qiyas Nabi Muhammad sebagai Tukang Sihir ini qiyas yang bathil.

Ketika Allah SWT sudah campur tangan langsung seperti ayat ke 11 Surat Muddassir ini , berarti perkaranya sudah perkara berat.
Seperti dalam Surat Al Lahab.
Ketika Rasulullah SAW mengumpulkan kaum Quraisy, kemudian beliau berkata : “Maka sesungguhnya aku memperingatkan kepada kalian akan datangnya adzab yang keras.”

Tiba-tiba Abu Lahab menyela, “tabbal laka alihaadzaa. Celakalah kamu ini, karena inikah engkau mengumpulkan kami?”

Kemudian Allah SWT berfirman:

تَبَّتْ يَدَاۤ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ 

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!” (QS. Al-Lahab 111: Ayat 1)

Kalau Allah SWT sudah intervensi semacam itu maka perkaranya sudah perkara dahsyat dan ancaman Allah sangat luar biasa.

Demikian pula ayat ke 11 Al Muddassir ini intervensi Allah atas tindakan Al Walid Bin Mughirah.
“Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian”.

Yakni dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan sendirian, tidak punya apa-apa, tidak berharta dan tidak beranak. Tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan, kemudian Allah memberinya rezeki tapi kemudian dia kufur terhadapku dan mendustakan ayat-ayatku.

Al Walid bin Mughirah ini sebetulnya orang yang cerdas dan sebetulnya hampir-hampir masuk islam, tapi karena gengsi pribadi dan fanatisme jahiliyah dia tetap kafir. Secara obyektif dari batin dia, dia mengakui bahwa Al Qur’an tidak mungkin buatan Muhammad.

Al Walid bin Mughirah merupakan salah satu pembesar Quraisy.
Berbagai julukan disematkan buat Al Walid bin Mughirah.

Al Wahid, (satu-satunya) karena dia adalah orang yang sendirian membuat kiswah Ka’bah pada satu tahun. Di tahun berikutnya dilakukan oleh orang- orang Quraisy secara bersamaan.

Orang-orang kafir Mekkah saat itu dalam kondisi mereka tidak beriman, sebagai kaum Paganisme (penyembah berhala) mereka mengagungkan Ka’bah. Tetapi caranya salah karena mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai media untuk dekat kepada Tuhan. Kepercayaan mereka campur aduk tidak jelas. Akidah mereka itu rancu. Alasannya mereka mendapatkan hal itu dari bapak-bapak mereka dan sulit untuk diluruskan.

Dia disebut juga : Raihanatu alal Quraisy karena Allah memberikan nikmat dunia yang tak terhingga kepada Al Walid . Akan tetapi dia kufur terhadap nikmat tersebut dan mendustakan serta mengolok-olok ayat Allah.


Allah SWT berfirman:

وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَا لًا مَّمْدُوْدًا 

“dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,” (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 12)

Allah SWT menjadikan untuk Al Walid kekayaan dunia yang luas berupa apa saja : Berupa onta, kuda, kambing.
Hal itu sudah merupakan simbol kekayaan luar biasa pada waktu Itu.
Dan juga kebun-kebun yang sangat subur. Kebun-kebun yang kualitasnya luar biasa. Ini fasilitas dunia yang sangat melimpah. Rumahnya juga luar biasa, semuanya dimiliki oleh Al Walid.

Harta Al Walid bin Mughirah terhampar dari Mekkah hingga Tha’if (jarak sekitar 86 Km). Bayangkan, itu seperti perjalanan dari Solo ke Semarang. Kemudian apapun yang dilewati berupa tanah, properti di kanan dan kiri jalan itu milik dia semuanya.
Di Arab saat itu panas luar biasa maka jika ada orang punya kebun itu kekayaan yang luar biasa.

Ketika kita mendengar Surat Al Quraisy ayat 2 :

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ 

“yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.”
(QS. Quraisy 106: Ayat 2)

Kita sulit membayangkan bahwa itu luar biasa, karena ketika kita Umrah atau Haji kita naik Pesawat Terbang yang nyaman. Kita bayangkan mereka melakukan perjalanan kalau pas musim panas bisa 50°C, kalau musim dingin, dingin yang luar biasa bisa sampai dibawah 0°C. Itu mereka naik onta , bisa mati berhadapan dengan alam. Untuk mendapatkan air saja sulit luar biasa.

Al Walid mempunyai kebun yang kemanfaatannya tak terputus baik di musim panas ataupun dingin.
Jadi Al Walid ini selain orangnya terpandang, sosial luar biasa, disegani oleh orang-orang Mekkah saat itu dan kekayaan yang luar biasa.


Allah SWT berfirman:

وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًا (13) وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًا (14)

“dan anak-anak yang selalu bersamanya, dan Aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya,” (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 13-14)

Para ahli tafsir mengatakan Al Walid Bin Mughirah mempunyai 10 anak laki- laki yang mereka tidak pernah meninggalkan Al Walid Bin Mughirah baik saat safar ataupun tidak safar. Artinya dari 10 anak ini selalu ada sebagian anaknya yang mendampingi.

Dia merasakan kenyamanan bersama anak-anaknya dan dia sangat menyayangi anak-anaknya. Kehadiran mereka menambah kemuliaan dan perlindungan Al Walid.
Dari 10 anak laki-lakinya ini ada 3 orang yang masuk islam. Diantaranya adalah satu pejuang islam yang terkenal : Khalid bin Walid.

Khalid bin Walid adalah anak Walid bin Mughirah, pendusta ayat-ayat Al Qur’an yang luar biasa. Anaknya yang lain yang masuk islam adalah Hisyam bin Walid dan Al Walid bin Walid.

Ketika perang Uhud, Khalid bin Walid masih menjadi bagian dari kalangan kafir. Dia menjadi otak kesuksesan kalangan kafir bisa memukul mundur dan membuat kalangan Kaum Muslimin mengalami kerugian yang sangat luar biasa. Meskipun kemudian Kaum Muslimin bisa balik lagi setelah istirahat sekian waktu. Mereka ganti memukul kalangan kafir balik ke Mekkah.

Kerugian kaum Muslimin luar biasa. Gigi Rasulullah patah, Hamzah bin bin Abdul Muthalib syahid , diambil hatinya dan dikunyah-kunyah oleh Hindun. Namun ketika akhirnya Hindun insyaf dan masuk islam dia melahirkan seorang sahabat juga yaitu Muawiyah bin Sufyan.

Allah hamparkan kenikmatan dunia pada Al Walid . Pangkat, kemuliaan dan kekuasaan dia rengkuh. Di kalangan Quraisy ia merupakan seorang yang mulia, tak terkalahkan dan majikan yang ditaati.
Dia punya semuanya. Kecerdasan, kekuatan, harta semua punya.

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَ (15) كَلَّا ۗ اِنَّهٗ كَا نَ لِاٰ يٰتِنَا عَنِيْدًا (16)

“kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya. Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).” (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 15-16)

Kemudian setelah pemberian yang banyak itu , dia tamak. Orang tamak itu menginginkan suatu yang lebih terus. Bagi orang mukmin sikap yang positif adalah qona’ah. Ridha dengan apa yang dimiliki. Karena kalau kita tidak qona’ah maka sebanyak apapun harta yang kita miliki kita juga akan merasa kurang.

Persoalan fakir itu ada hubungannya dengan hati. Kalau kita tidak stabil dengan hati maka walaupun kita sudah punya mobil, sudah punya motor, rumahnya juga sangat nyaman, fasilitasnya juga luar biasa – tetap saja masih kurang – Tamak itu juga begitu.

Dia minta Allah menambah hartanya. Padahal Al Walid ini kufur terhadap Allah. Imam Fakhruddin Ar Razi menjelaskan Allah heran sebagaimana kamu menyampaikan ungkapan kepada temanmu :
“Aku persilahkan kamu datang ke rumahku, dan aku berikan kamu makanan. Dan aku muliakan kamu, kemudian kamu mencelaku ???”

Kenapa heran? Karena balasan Al Walid bin Mughirah ini kepada Allah SWT sangat tidak seimbang. Ketamakannya benar-benar merusak.
Sudah diberikan apa-apa tapi tidak berterima kasih kepada Allah SWT bahkan mengolok-olok Al Qur’an, mengolok- olok Rasulullah SAW. Tidak syukur bahkan kufur.

Maka jawaban Allah tegas : TIDAK BISA!

Permasalahannya adalah ‘aniidaa’ – (membangkang pada kebenaran padahal dia tahu kebenaran itu)
Dia menentang ayat-ayat Allah, dia mendustakan Rasul Allah.
Al Walid bin Mughirah ini seorang sastrawan luar biasa dan sangat faham bahwa apa yang disampaikan Rasulullah SAW tak mungkin perkataan manusia. Itu pasti Firman Allah tapi dia membangkang, karena ada alasan lain agar dia tidak termarjinalkan dari Kaum Quraisy Mekkah.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here