Dr.dr.M. Masrifan Djamil, MMR. MPH

19 Muharram 1443 / 28 Agustus 2021


Ada satu kisah dari Rasulullah SAW, dimana ada seseorang yang diprediksi akan lewat.
Rasulullah SAW berkata :
“Sahabat- sahabatku sekalian, lihatlah nanti akan ada ahli surga yang lewat di depan kita”.

Maka itu dikalangan orang Quraisy, Rasulullah SAW dijuluki tukang sihir karena memang beliau diberi tahu oleh Malaikat Jibril tentang berita-berita dari langit.

Kemudian orang itu lewat. Kemudian ada sahabat yang penasaran minta ijin menginap 3 hari 3 malam di rumah orang yang disebut sebagai ahli surga itu. Bertamu 3 hari maksimal itu adalah akhlaknya islam. Karena kalau lebih dari 3 hari akan merepotkan tuan rumah. Tuan rumah boleh menolak tamu yang lebih dari 3 hari.

Di malam pertama orang itu tidak bangun sholat malam. Di malam berikutnya sama, bahkan di malam ketiga juga tetap sama, tidak sholat malam. Karena penasaran bahwa Tuan rumah tidak berbuat suatu amalan istimewa, maka Sahabat itu bertanya pada orang itu : “Amalan apa yang telah kamu kerjakan, sampai-sampai Rasulullah SAW menyebutmu sebagai Ahli surga?”

Ternyata rahasia orang itu akhlaknya luar biasa. Beliau tidak pernah berkata yang buruk karena Rasulullah SAW memberi tahu kita :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”- (Muttafaq ‘alaih)

Ini di zaman sekarang banyak ujian yang membikin hati “gregeten” – ada yang sharing menjengkelkan di grup WA – yang kemudian dapat memancing komentar yang mungkin jadi kurang baik.

Ada juga yang kirim sticker.
Padahal dengan kirim sticker ini sebenarnya membebani pulsa. Memang stickernya lucu-lucu, tapi membebani WA, lebih baik pakai emoticon bawaan WA. Itu lebih efisien, karena Rasulullah SAW bersabda :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Kemudian sahabat tadi bertanya lagi : “Apa lagi yang kamu lakukan?”.
Orang itu menjawab bahwa setiap hari menjelang tidur dia membersihkan hatinya, menghilangkan hasad. Orang lain mendapat kebaikan dia tidak merasa dengki. Dia meyakinkan bahwa itu rezeki masing-masing.
Ini adalah akhlak yang luar biasa dan berat timbangannya, bisa mengalahkan orang yang puasa dan sholat malam.

Rasulullah SAW mengajarkan do’a pada kita untuk mendapatkan akhlak yang baik :

Allahummahdini liahsanil akhlaqi fa innahu la yahdi liahsaniha illa anta, wasrif ‘anni sayyiaha fa innahu la yasrifu sayyiaha illa anta.

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah aku pada akhlak yang paling baik, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menunjukkan kepadanya selain Engkau, dan jauhkanlah aku dari keburukan akhlak karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menjauhkannya melainkan Engkau.”

Akhlak yang baik ini penting, hari ini tema kita adalah menghormati pada yang lebih tua. Hal ini makin hari makin pudar.

Pada suatu hari ada suatu share WA, sebuah video yang bagus.
Ada seorang yang memberikan tempat duduknya di bus kepada orang yang lebih tua. Ini akhlak yang bagus.

Saya juga pernah mengalami, ada seorang mahasiswa yang memberikan tempat duduk pada saya di bis Busway. Ternyata di Jakarta masih ada pemuda seperti itu. Di Amerikapun masih dapat kita temui akhlak yang baik. Mereka menolong kita cara menggunakan kereta, cara membeli tiket dan sebagainya.


Umur Dalam Islam

Allah SWT berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةً ۗ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 54)

Kata lemah yang pertama berarti masa ketika masih berupa nutfah, kata lemah yang kedua berarti masa kanak-kanak. Adapun kata kuat berarti masa muda.

Kalau itik setelah menetas dari telur, langsung bisa berenang. Kita tidak bisa, kita lahir dalam keadaan lemah, hanya bisa menangis.

Dari lemah berangsur -angsur menjadi kuat, menjadi anak, remaja, dewasa muda, dewasa matang.
Menjadi kuat menurut para Ulama periodenya adalah kira-kira usia 40 tahun. Bahkan Rasulullah usia 40 juga diangkat menjadi Rasul.
Setelah itu menjadi dewasa tua atau lansia. Setelah tua dijadikan oleh Allah, lemah lagi.

Di dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

وَا للّٰهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفّٰٮكُمْ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰۤى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ

“Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 70)

Tidak ada orang yang tidak mati. Kita dengar di masa pandemi ini di akhir Juli kemarin kematian luar biasa, dimana-mana.

Sudah kita pelajari dari para ustadz disini bahwa kematian, hilangnya jiwa itu adalah ujian Allah.

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

Setelah tua ada yang dikembalikan menjadi tidak tahu apa-apa atau pikun.
Ada suatu kisah dari seseorang yang diundang untuk ceramah di suatu Seminar Nasional. Setelah selesai ceramah beliau mau pulang ke kamar tidak bisa. Berputar-putar terus, untung ketahuan salah seorang peserta seminar yang juga muridnya.

Akhirnya ditolong muridnya, karena beliau bahkan lupa kamarnya nomer berapa dan kebetulan kunci kamar juga tidak dibawa beliau.
Setelah itu ingatannya makin lama makin lemah, bahkan tidak mengenal siapapun kecuali isterinya. Seluruh ilmunyapun hilang. Bahkan sampai tidak bisa membaca.

Maa syaa Allah, Naudzubillahi min dzalik. Maka mari kita rajin berdo’a agar terhindar dari “haromi” atau penyakit tua. Penyakit tua itu tidak bisa diobati. Memang begitulah kisahnya. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan Maha Kuasa.

Rasulullah SAW telah bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah, Syaikh Al Albani mengatakan: hasan shahih).

Kita yang sudah umur lebih dari 60 tahun harus bersyukur. Manfaatkan umur kita untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Tinggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.
Misalnya guyon dengan plesetan.
Ada Grup WA yang sepanjang hari isinya Guyon dengan Plesetan.
Manfaat atau tidak kira-kira ?

Kalau ada yang manfaat pilih yang lebih manfaat. Misalnya :
– Membaca Al Qur’an atau membaca Terjemahnya.
– Mengikuti webinar ilmu-ilmu, khususnya ilmu agama islam.
– Berkawan dengan orang-orang sholeh
Alhamdulillah kalau kita bergabung di Pengajian akan banyak ketemu dengan orang sholeh. Bahkan mereka memberi sharing ilmu manfaat berupa Video, Foto, Kalimat-kalimat yang bermanfaat dan sebagainya.


Lansia Kedudukannya Penting

Hari Lansia diperingati pada tanggal 29 Mei. Dulu dalam gambar Piramida penduduk, Lansia ada di posisi puncak karena sedikit sekali. Sekarang bentuk grafik sudah menjadi genthong. Di posisi orang tuanya makin banyak.
Dimana-mana banyak lansia bahkan lansia sekarang ada yang bersepeda sampai jauh.

Penduduk Indonesia berjumlah 269,9 juta jiwa dan penduduk usia di atas 60 tahun mencapai 28,7 juta jiwa atau sekitar 10,67% dari populasi penduduk Indonesia merupakan lansia.
Maka itu banyak bermunculan rumah- rumah untuk lansia.

Persentase penduduk lansia diperkirakan akan terus meningkat hingga 16,5% pada tahun 2035.
Kalau berbicara ini saya sangat hormat pada guru saya Prof Budi Darmoyo, salah seorang yang menggagas Geriatri di Fakultas Kedokteran Undip.
Beliau juga yang mendirikan bangsal Geriatri di Rumah Sakit dr. Kariadi.
Ini tindakan menghormati yang tua karena penyakitnya khusus.

Tempat tinggal lansia, 40,64% lansia tinggal bersama tiga generasi dalam satu rumah. Jadi banyak konflik, ada kakek, ayah ibu dan cucunya. Sering terjadi masalah karena sudah tidak nyambung. Cucunya sudah cepat sekali pergerakannya, bahkan sekarang mengenal gadget, kakek neneknya belum kenal.

27,3% tinggal bersama keluarga, ini masih mending kalau ada apa-apa ketahuan. 20,03% balik modal, tinggal bersama pasangannya saja seperti halnya waktu menikah pertama kali saat belum punya anak. Yang bahaya 9,38% tinggal sendiri.

Saya sering mengatakan jangan meninggalkan orang tua hidup sendiri. Karena orang tua ini banyak resikonya.
Ada kisah, orang yang sudah sepuh ini dihormati, dibelikan apartemen tapi hidup sendirian. Ketika meninggal dunia tak ada yang tahu.

Apartemen itu tidak bagus, sama sebelahnya tidak kenal. Sehingga akhirnya sampai keluar bau busuk baru ketahuan bahwa ada orang meninggal di dalam apartemen itu. Dimakamkan sudah dalam keadaan demikian. Naudzubillahi min dzalik.

Jangan sampai meninggalkan orang tua sendirian. Kalau anaknya 3 maka yang satu berkurban. Itu pintu surga kalau sabar, tapi kalau tidak sabar menjadi pintu neraka.

Saya punya sahabat, juga hidup bersama orang tuanya. Orang tuanya sudah hampir lumpuh. Sudah pikun, saya menyaksikan sendiri saat bertemu.

Ayahnya ini bertanya, siapa namanya? Karena anaknya dikira tamu. Jadi dialog mereka seperti sandiwara Jawa “Ketoprak”, karena bicara dengan anaknya sendiri.
Kemudian ayahnya ini buang air sambil jalan. Namun alhamdulillah sahabat ini sabar, dia memberi tahu saya, bahwa memang seperti itulah merawat orang tua. Ini jelas pintu surga karena dia sabar.

Usia Tua ini juga luar biasa, jangan diremehkan. Kadang-kadang ada yang meremehkan orang tua, tidak dipakai karena dianggap tidak mampu.

Ibnu Umar yang banyak meriwayatkan hadits shoheh itu meninggal di atas usia 70 tahun. Ini diantara sahabat cukup tua. Bahkan ada yang diriwayatkan usia 90 tahun masih ikut perang.

Pak Mahathir Muhammad mungkin mengikuti sunah Rasulullah, beliau ini usia 95 tahun menjadi Perdana Menteri. Jadi jangan menghina orang tua. Maka dalam suatu organisasi yang betul adalah gabungan tua dan muda. Yang muda diambil tenaganya, yang tua diambil kebijakan, kecerdasan serta pengalaman hidupnya.

Joe Biden usia 77 tahun menjadi Presiden Amerika Serikat. Menteri-menteri Kesehatan kita juga pernah ada yang usia 70 tahun ke atas.
Presiden Indonesia juga sepuh-sepuh, kecuali Pak Jokowi.

النبي صلى الله عليه وسلم قال :البركة مع أكابركم .

Nabi SAW bersabda : “Keberkahan beserta dengan orang senior diantara kalian.” [hadits Shahih riwayat Ibnu Hibban]

Saya pernah membaca suatu kisah di masa Umar bin Khattab. Pasukan muslim mau menyerang satu kampung yang makar, artinya banyak yang tidak membayar pajak, banyak yang murtad kembali dan sebagainya. Kemudian ketika kampung itu sudah dikepung dan sebelumnya mengirim mata-mata, ternyata laporannya : Masih banyak orang tua yang sholat subuh berjamaah. Khalifah Umar bin Khattab batal menyerang kampung itu karena beliau sangat mengikuti sunah Rasulullah SAW.

Namun jangan lupa, bahwa tidak semua orang dapat mencapai usia tua. Ada yang diwafatkan ketika muda.

Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَا بٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا ۗ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْۤا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

“Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. Kami perbuat demikian agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti.” (QS. Ghafir 40: Ayat 67)

Kemarin di puncak pandemi Covid banyak contoh orang yang diwafatkan padahal belum tua. Bahkan anak saya sendiri termasuk orang yang meninggal pada saat usia muda.
Kalau ajal sudah tiba, kematian tidak dapat dihindari.

Lalu kenapa harus dirawat di rumah sakit ? Itu ikhtiar. Sebagaimana Umar bin Khattab berkata bahwa kita harus pergi dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain.
Karena takdirnya Allah bisa diubah dengan doa.

Orang tua harus bagaimana?
Dalam Surat Al Mukminun dinyatakan :

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ (1) الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَا تِهِمْ خَا شِعُوْنَ (2) وَا لَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ (3)

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam sholatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 1-3)

Ini penting sekali, merupakan petunjuk terutama bagi orang tua :
Menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.


BERSAMBUNG BAGIAN 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here