dr. Dani Rosdiana Sp.PD

9 Robi’ul Awal 1443 / 16 Oktober 2021



Penyakit auto imun ini cukup ngetrend dan banyak pasien yang berkonsultasi, bertanya-tanya , karena memang pada awalnya gejalanya tidak khas. Ketahuan kalau sudah kita temukan beberapa gejala. Biasanya sudah tahap lanjut. Tahu-tahu tidak beberapa lama berpulang.

Thema kali ini adalah karena tak mengenal maka kita tak tenang.
Kalau pepatah yang ada tak kenal maka tak sayang, tapi kita tidak mau menyayangi penyakit ini. Tapi lebih ke arah, kita lebih waspada, sehingga kita bermuhasabah.

Sehingga sesudah kita kenal maka persiapan kita lebih mantab. Sebenarnya menghadapi penyakit apapun, menurut saya, kita tujuannya satu : Mengurangi keluhan sehingga mudah-mudahan ibadah kita lebih khusyuk lagi.

Ada beberapa terminology yang perlu kita kenali karena sering tertukar- tukar : Sistem immune, Imunitas, respond immune, auto immune, semuanya hampir mirip. Padahal prinsipnya berbeda-beda. Kita nanti akan membahas satu persatu.

Kita mungkin pernah melihat gejala auto imun. Ada kelainan di kulit tangan , ada yang bentuknya kemerahan seperti flushing, ada yang berbentuk bintik-bintik , ada yang sendinya sudah mulai berubah bentuk.

Kemudian ada yang seperti ada sisiknya, di wajah kalau dilihat kanan kiri ada seperti sayap kupu- kupu. Ada yang matanya merah.
Tapi bukan berarti semua gejala seperti ini menunjukkan auto imun. Kalau di dalam tubuhnya memang ada bakat auto imun kemungkinan memang terjadi auto imun.

Gejala atau manifestasi klinisnya macam-macam. Bisa menyerang dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sehingga di awal penyakit sering tidak khas. Demam dikira demam karena virus biasa. Nyeri-nyeri, pegal-pegal dikira masuk angin. Badan bengkak dikira alergi dan seterusnya.

Kita mengenal berbagai istilah :
Imunologi : Adalah semua ilmu yang mempelajari tentang semua sistem kekebalan atau daya tahan tubuh.

Sistem Imun, kita sering mendengar : Ayo makan buah, biar imunnya meningkat…
Sistem imun adalah semua sel atau molekul yang ada di tubuh kita yang memiliki tanggung jawab , sudah disetting oleh Allah SWT untuk menetralkan benda asing (kuman, virus, parasit, jamur, zat kimia, alergen -alergen lain) yang dianggap tubuh memiliki potensi untuk merugikan tubuh. Agar tubuh kita tidak cepat rusak.

Imunitas : Adalah reaksi tubuh terhadap masuknya zat asing. Kalau ada musuh datang, maka sel-sel itu akan bereaksi. Jadi karena ada aksi maka timbullah reaksi. Maka imunitasnya munculnya macam- macam. Ada yang imunitasnya bagus dan menjadi kebal, misalnya dalam fenomena Covid-19. Kalau imunitasnya sedang-sedang saja atau rendah maka itulah yang jatuh dalam keadaan sakit. Bisa sakit ringan, sedang atau berat.

Respon Imun : Yang bisa kita ukur adalah kumpulan respond tadi. Ada antibodynya ada berapa penyakit sesuai dengan kemajuan teknologinya. Misalnya penyakit lupus, kita bisa ukur antibodynya.


Penyakit Auto Imun

Semua kondisi ketika, (berarti tidak selalu) sistem kekebalan tubuh yang harusnya berfungsi menyerang atau mengeliminasi kuman atau zat-zat asing tetapi dia justru menyerang sel tubuhnya sendiri.

Jadi kalau boleh saya istilahkan ini seperti pagar makan tanaman. Harusnya memproteksi tetapi malah menyerang. Menyerangnya seperti apa, memang masih menyisakan beberapa misteri. Tidak seluruhnya bisa dijawab dengan clear dari aspek medis.

Penyakit auto imun ini bisa menyerang dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jadi tidak hanya kulit.
Di organ otak ada yang namanya Multiple Sclerosis. Lupus juga bisa menyerang otak.

Pada thyroid juga ada penyakit thyroid. Bentuknya thyroidnya gede tetapi ternyata Patofisiologinya dari auto imun, namanya Gravis disease, ada Hashimoto’s disease.

Pada Pankreas nama penyakitnya Diabetes auto imun type 1.
Kelainan kulit, namanya Vitiligo – kulitnya putih-putih. Semakin tambah tahun semakin banyak, lambat laun menjadi bule. Tapi bukan bule karena awalnya waktu dilahirkan kulitnya exotic lama-lama jadi putih-putih di beberapa bagian.

Kemudian ada Lupus itu sendiri. Yang kasusnya cukup banyak.
Pada usus ada yang namanya Celiac Disease. Yang sering perutnya tidak enak, begah, diarhee-diarhee ternyata auto imun.

Pada ginjal, terutama di kelenjar adrenal, namanya Addison Disease.
Pada syaraf-syaraf ada Guillain-Barre (GBS) , Miastenia gravis.

Di jaringan kulit namanya Psoriasis, seperti saya. Saya penderita Psoriasis.
Di mata dan di sekitar wajah namanya Sjogren. Matanya pedih, kering disertai dengan kelemahan.
Di sendi-sendi ada namanya Rheumatoid Arthritis. Jadi banyak sekali.

Serangan sel imun tadi dapat menimbulkan gejala sistemik, tapi nanti spesifik organ mana yang akan terkena. Ini hubungannya sama genetik juga. Tapi tidak mungkin juga di dalam satu tubuh ada Multiple sclerosis, ada GBS dan seterusnya. Biasanya ada salah satu yang menonjol.


Sistem Imun

Sistem Imun ada di banyak tempat bagian tubuh kita. Dari sini kita dapat semakin mengagumi ciptaan Allah SWT, memang betul manusia itu diciptakan sempurna, karena memang kalau mau diulik lagi sistemnya sebuah “mesin” yang sangat luar biasa. Saling connected, saling membantu, saling menginterplay.

Sistem imun sendiri ada di banyak bagian tubuh kita. Ada di amandel (tonsils), ada di kelenjar Adenoid dekat rongga mulut sama hidung.

Ada organ kecil yang sangat spesial namanya Thymus di dekat paru-paru. Thymus ini bisa diistilahkan sebagai tempat sekolahnya sel-sel lymphocite. Lymphocite muda yang dibentuk di sumsum tulang akan disekolahkan di Thymus. Kalau ada musuh datang dia akan ke luar, masuk ke pembuluh darah.

Kelenjar Lympho juga tersebar di sepanjang tubuh. Kalau dileher, kalau ada penyakitnya kelenjar getah bening akan muncul. Kalau ada TBC kelenjar juga kadang muncul teraba di leher karena supervisial atau di permukaan, tapi kalau letaknya di dalam tidak bisa diraba dengan kulit kita. Harus dideteksi dengan USG atau CT Scan.
Jadi tersebar, yang paling besar memang dekat perut.

Limpa juga merupakan organ imun yang paling besar. Kalau limpanya rusak , bermasalah, maka akan mempengaruhi yang lain.
Di usus kita sendiri, namanya sel plasma juga merupakan sistem imun. Appendix juga ditengarai punya sistem imun.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الْاِ نْسَا نُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ (6) الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَ (7) فِيْۤ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ (8)

“Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih. Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infitar 82: Ayat 6-8)

Intinya Allah telah menciptakan dan menyempurnakan susunan tubuh seimbang. Memang sangat seimbang, ada kanan- ada kiri. Misal kalau dibelah-belah dengan ilmu anatomi juga sangat sempurna, sangat seimbang.

Kalau kita sudah “mentok” secara ilmu pengetahuan, belum ketemu apa itu masalah kita , mungkin ada baiknya kita kembali lagi merujuk kepada Allah. Karena memang bisa saja tubuh ini ada sedikit kelainan, yang bisa mempengaruhi semuanya tetapi sebaiknya kita kembalikan dalam koridor untuk lebih mengagumi ciptaan Allah SWT.

Bila kita lihat organ lebih detail sampai pada tingkat sel, sangat luar biasa. “Tentara-tentara” kita itu terdiri atas jasad kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

Ada sel Dendridic di permukaan kulit, Macrophage sepanjang saluran pernafasan, dan macrophage ini yang paling berperan pada saat ada virus Corona masuk pertama kali, sebagai tentara awal akan berusaha keras mengeliminasi virus tersebut.

Ada mast cel , sel alergi , ada basophil ,eosinophil dan neutrophil . Ada sel pembuluh natural killer sel, ada beberapa complement protein. Ini merupakan bagian dari sel imun bawaan (innate immunity) yang bisa mengaktifkan sel limphocite B dan T yang ada di Thymus kalau pertahanan ini jebol.

Kalau pertahanan ini selesai, kita tidak jadi sakit. Tapi kalau gagal mungkin parapannya terlalu banyak, maka bisa gagal tidak seluruhnya zat asing itu bisa dieliminasi akhirnya menghasilkan sel-sel adaptive imun atau slow response.

Sel T inilah yang nantinya akan memproduksi anti body. Hubungannya dengan auto imun nanti yang berperan sel B. Dari sel B ini akan muncul anti body -anti body yang kadang tidak terlalu menguntungkan bagi individu tersebut.

Yang dideteksi pada lupus ada yang namanya Antinuclear antibody (ANA).
Kemudian pada kelainan Thyroid, ada AMA ada ATA bisa dideteksi.

Tujuan Sel Imun

Secara normal sistem imun akan melawan zat atau benda asing yang dapat merusak tubuh kita secara alamiah. Terutama sekarang lagi ada Covid yang lagi nge-hit karena kejadian terbaru.

Apakah sama antara Covid dengan auto immune? Berbeda.
Secara alamiah sistem Imun kita akan melawan kuman TBC yang masuk, thiphoid, virus flu, virus hepatitis, kuman-kuman penyebab diarhee (e-coli)

Di semua tubuh oleh Allah sudah di design sedemikian rupa bisa melawan zat-zat asing ini. Tetapi kalau tubuh yang punya bakat autoimun, maka sistem imun tersebut tidak bekerja dengan pas. Harusnya sel-sel dalam tubuh itu dianggap teman, tapi dianggap bukan teman.

Kalau imunnya bagus maka zat-zat asing akan diperlakukan proper. Tetapi kalau punya bakat auto imun maka diperlakukannya berlebihan sehingga produksi anti bodynya berlebihan. Anti body ini kadang justru malah merusak sel-sel tubuh kita sendiri.


Penyebab Penyakit Auto Imun

Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti. Tidak seperti TBC, TBC itu jelas penyebabnya kuman yang namanya Mycobacterium tuberculosis. Thypus penyebabnya kuman Salmonella typhosa. Malaria penyebabnya Plasmodium. Kalau auto imun belum pasti.

Sehingga masih diteliti penyebabnya, apakah karena faktor individual, yaitu kelainan genetik yang diturunkan atau faktor lingkungan karena pola makan yang tidak sehat, stress psikologis, pekerjaannya berlebihan, pola hidupnya kacau, tidurnya jam 01.00 malam subuh tidak bangun. Jadi tidak sefithrah ketika diciptakan.


Kemungkinan Penyebab dan Faktor Resiko

Aspek umur :
Kebanyakan auto imun menyerang di umur remaja 15 tahun sampai dewasa muda 44 tahun, walaupun ada juga lupus menyerang di usia 50 an. Rheumatoid arthritis di usia 60-65 an.

Aspek gender :
Ternyata wanita memang lebih banyak yang menderita auto imun daripada laki-laki. Sudah disetting dari yang di atas seperti itu.

Aspek Lingkungan
Zat kimia, logam berat seperti timbal yang meracuni air, kita makan ikannya. Ini juga ditengarai bisa mencetuskan auto imun. Infeksi-infeksi tertentu, Stress.

Aspek Makanan :
Western Diet juga ditengarai bisa mencetuskan auto imun.
Fast food, junk food juga penyebab auto imun. Mungkin harus kembali ke Pecel, Gado-gado, ketoprak, karedok.

Aspek Genetik
Aspek genetik juga menjadi faktor penyebab auto imun, tapi tidak harus membuat kita bersedih.
Saya memiliki bakat autopik sehingga anak saya lahir kemudian umur 3 minggu kena autopik. Saya lebih mawas diri untuk lebih menenangkan. Karena saya punya Gen autopik yang strong jadi wajar anak saya punya itu. Saya tidak menyesali, tidak marah, tinggal kita cari solusi bagaimana caranya agar anak saya nanti tidak terlalu menderita nanti di kemudian hari.

Hipotesis Kesehatan :
Pemakaian antiseptic berulang-ulang juga bisa mencetuskan auto imun. Tetapi bukan berarti pasti.


Dampak Auto Imun pada Tubuh

Dampaknya beragam, sebagian besar sistemik, sehingga gejala yang timbul tergantung organ yang akan terkena, bersifat spesifik.

Contohnya jika menyerang sistem darah, maka penderita pada awal- awal akan merasa mudah capai atau lelah. Tetapi kalau lelahnya sudah disingkirkan. Walaupun tidurnya sudah cukup , makanannya sudah bagus, kok masih tetap merasa kelelahan?

Terkena infeksi, sedikit-sedikit flu, sedikit-sedikit batuk, pharyngitis sampai kemudian malah mengalami perdarahan. Lebam-Lebam di kulit, gusi berdarah, mimisen, seperti itu wajib ditindak lanjuti kalau berulang- ulang terjadi.

Kalau sendinya yang terkena maka akan timbul nyeri dan bengkak pada persendian. Baik sendi besar maupun sendi kecil. Tapi kalau nyeri-nyerinya dimulai sesudah usia 65-70 tahun, sepertinya itu sunatullah.

Kalau kondisinya berat maka bisa menyerang otak, ginjal dan seterusnya.
Kalau pada darah, biasanya Leukimia atau Lupus.
Pada usus kecil, diarhee, sebentar-sebentar diarhee, salah makan diarhee. Ada yang alergi nasi. Makan nasi sedikit diarhee. Ada yang alergi tepung.

Manifestasi yang lain bisa di Paru, di Jantung, di Otak, di sel-sel Saraf.
Thyroid juga sekarang mulai banyak demam Thyroidis, hypo Thyroid juga.
Dan anak mahasiswa semester 1 ,dia datang karena demam 1 bulan. Beratnya turun sekitar 10 kg dalam 3 bulan padahal makannya bagus, ternyata mengalami penyakit auto imun.


Macam Auto Imun.

Apa itu Lupus?
Suatu kelainan auto imun yang menyerang sistemik seluruh tubuh, beberapa macam.
Penyakit auto imun memiliki banyak jenis. Kalau ditotal jumlahnya bisa mencapai 100 macam.

Yang sering ditemui , yakni :
– Lupus eritematosus sistemik
– Sindroma Sjogren
– Anemia Hemolitik Autoimun, tahu-tahu pasiennya berkali-kali HB-nya turun.
– Rheumatoid Arthritis, walaupun jarang, tidak terlalu sering tapi kalau kena kasian karena semakin tahun dia akan semakin progresif, sendinya semakin banyak yang rusak sampai mengalami pembatasan gerakan.
– Schleroderma, itu kekakuan di kulit dan jaringan ikat. Lama-lama kulitnya tegang dan jaringannya kaku. Kalau sudah kena di Paru-Paru maka dia akan mengalami kesulitan bernafas.


Lupus eritematosus sistemik (SLE)

Lupus itu paling ramai, jadi suka salah di awal-awal.
Kalau menyerang darah dia jadi anemia thrombositopenia.
Kalau sendinya yang kena : Rheumatik (nyeri sendi), karena tidak tahu biasanya cuma diobati minum Rheumacyl.
Tapi kalau menyerangnya wanita usia muda, Lupus perlu diwaspadai karena nyeri sendinya semakin berat dan tidak hilang-hilang.

Pada kulit akan muncul kemerahan
Kalau ginjalnya kena maka urinenya ada buihnya.
Kalau sistem Saraf biasanya kejang
Selaput jantung, dadanya sesak
Selaput Paru-paru, batuk, sesak nafas
Selaput lendir, maka akan ada sariawan.

Dan masih banyak lagi, jadi pemeriksaannya pasti harus banyak. Dan ini membutuhkan kesabaran baik dokter maupun pasien.


Umur berapa yang bisa kena penyakit, auto imun?

Dewasa bisa kena, anak-anak juga bisa. Jadi bisa menyerang siapa saja.
Contoh yang bisa dibandingkan, penyakit auto imun yang menyerang sendi kalau pada dewasa seringnya penyebabnya namanya Rheumatoid Arthritis. Kalau pada anak-anak namanya Juvenil idiopatik arthritis (JIA) . Tapi kalau yang kena anak-anak kasian.


Apakah Auto Imun Dapat Disembuhkan?

Mohon bersabar, memang belum bisa disembuhkan. Hampir sama dengan Hipertensi, Diabetes juga belum bisa disembuhkan.

Tapi walaupun demikian pasien masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari, masih bisa bekerja, masih bisa ibadah, masih bisa sekolah seperti orang normal selama penyakitnya ini dikontrol dengan baik.

Mohon tidak kecil hati, tidak marah jika dikatakan sampai sekarang mungkin Allah belum menurunkan ilmu itu. Bahwa auto imun ini belum dapat disembuhkan.

Belum! Karena Allah berjanji semua penyakit ada obatnya. Tapi kapan ?Sesuai dengan Qadha dari Allah SWT kapan diturunkan, kita hanya menjalani.

Oleh karena itu ada baiknya kita mencegah daripada mengobati. Karena kita tidak bisa. Karena kita telah menandai beberapa faktor resiko dari penyakit yang telah disebutkan sebelumnya maka cara terbaik untuk pengatasannya adalah mencegah.


Pencegahan Penyakit Auto Imun.

Cara terbaik untuk mencegah penyakit auto imun menyerang tubuh adalah :

– Menerapkan Pola Hidup Sehat, jangan menzhalimi tubuh.
– Makan makanan sehat bergizi, seimbang dan teratur. Tidak harus mahal, apalagi kita di Indonesia betul-betul dimanjakan oleh Allah dengan banyak sumber makanan yang bisa kita nikmati.
– Olah raga secara rutin. Indoor boleh, outdoor juga boleh.
– Mengurangi Stress. Kalau kita merasa tidak tenang, kita harus segera kembali kepada Allah. Karena kita dibekali ilmu dan dzikir.
– Menjaga berat badan ideal
– Jika perlu lakukan skrining dan konsultasi ke dokter, terlebih pada individu yang memiliki kerentanan genetis.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here