dr. M. Saugi Abduh Sp PD, K-KV, FINASIM

28 Dzulhijjah 1442 / 7 Agustus 2021



Kita tahu makin hari makin ke depan penyakit jantung koroner (PJK) menduduki ranking satu penyebab kematian baik itu di negara berkembang maupun di negara maju. Dulu PJK itu adalah trend di negara- negara maju, tapi sekarang tidak hanya di negara maju, di negara berkembang pun juga sudah terjadi kematian penyakit jantung sangat tinggi.

Letak jantung kita sudah tahu, yaitu di dada di depan paru-paru. Itu adalah dasar PJK sehingga manifestasi yang kita dapatkan kalau seandainya terjadi serangan jantung maka biasanya adalah rasa nyeri di dada. Itu khas pada pasien-pasien dengan PJK

Gejala Penderita PJK :

– Tidak ada gejala.
Biasanya terjadi pada pasien dengan diabetes melitus. Jadi harus diketahui biasanya pada pasien penderita diabetes melitus manakala serangan jantung tidak sehebat pada pasien non diabetes melitus.

– Sakit dada di sebelah kiri
Sakit dada yang khas seperti tertindih, tertusuk, diremas-remas dan biasanya menjalar bisa ke leher maupun ke lengan kiri.

– Sesak nafas / Payah jantung
Jika disertai komplikasi pada penyakit gagal jantung. Tidak hanya nyeri dada tapi juga disertai dengan sesak nafas.

– Perasaan denyut jantung tidak teratur.
Merasa berdebar-debar, karena denyut jantung yang tinggi.

– Mati mendadak.


Faktor Resiko Terkena PJK

Kalau kita berfikir ke arah PJK maka
yang perlu kita waspadai adalah faktor resiko penyakit cardiovascular, misalnya : Hipertensi, Obesitas, Kencing manis, Kholesterol Tinggi, maka kita harus waspada terhadap PJK.

Faktor resiko PJK ada yang bisa diubah dan ada yang tidak bisa diubah. Yang tidak bisa diubah misalnya : Usia, Ras, Jenis kelamin.
Tapi yang perlu kita perhatikan adalah resiko PJK yang bisa diubah, diantaranya adalah : Obesitas, merokok, Imobilisasi karena tidak pernah olah raga, hipertensi, kholesterol yang tinggi.

Kalau kita sebagai penderita diabetes melitus maka bagaimana agar gula darah terkontrol secara baik. Kalau kita penderita hipertensi maka bagaimana agar tekanan darah terkontrol baik. Kalau kita seorang obesitas, bagaimana kita bisa menurunkan berat badan secara baik atau kalau kita tidak pernah olah raga maka kita harus melakukan olah raga secara rutin.

Olah raga yang dianjurkan bukan olah raga yang berat seperti sepak bola atau futsal, tetapi justru olah raga yang ringan tapi rutin. Olah raga yang ringan tapi rutin akan membentuk suatu anti oksidan yang akan bisa mencegah terjadinya serangan jantung atau penyakit stroke. Itu adalah kelebihan kalau kita bisa melakukan olah raga secara rutin.

PJK adalah pembunuh nomer satu di dunia. Ternyata tidak hanya di negara- negara maju, di negara berkembang pun juga sudah merupakan penyebab kematian terbesar (15 juta kematian/ tahun). Kedua adalah diare (5 juta kematian /tahun), ketiga Kanker (4, 8 juta kematian / tahun) .Ke empat penyakit TBC (3 juta kematian / tahun).


PJK di Indonesia

Data di Indonesia , penyakit terkait dengan PJK, jaman dulu sebelum tahun 1972 menunjukkan bahwa PJK menempati urutan ke 11 penyebab kematian. Namun pada tahun 1980 sudah naik ke urutan ke 3 dan mulai tahun 1992 sampai sekarang merupakan penyebab nomer 1 kematian di Indonesia.

Angka ini menunjukkan bahwa pola hidup kita sekarang ini tidak seperti pada zaman dulu. Kalau sekarang orang tidak olah raga secara rutin, dan pola makan banyak makan junk food yang tidak akan memberikan nilai yang baik kepada penyakit jantung. Itu sebagai resiko pencetus PJK yang menyebabkan kematian PJK menduduki urutan pertama di Indonesia.


Apa yang dimaksud dengan PJK?

PJK adalah penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah yang diikuti oleh penebalan maupun kekakuan dari pembuluh darah tersebut atau yang kita sebut dengan istilah aterosklerosis.

Hal ini adalah penumpukan lemak di dalam pembuluh darah tersebut. Akibat penumpukan lemak tersebut maka pembuluh darah tersebut akan mengalami suatu penebalan dan juga kekakuan. Sehingga dengan adanya penebalan dan kekakuan tersebut akan beresiko terjadinya PJK.

Sebetulnya Allah sudah menciptakan pembuluh darah itu secara elastis. Manakala dibutuhkan kondisi yang menyempit dia akan menyempit, manakala diperlukan kondisi melebar dia akan melebar. Namun apabila ada suatu penebalan atau kekakuan mengakibatkan pembuluh darah tersebut tidak bisa melakukan elastisitas. Elastisitas menurun, pembuluh darah tersebut kaku tidak mampu melebar ataupun menyempit.

Pembuluh darah jantung yang utama ada tiga : Right Coronary Artery (RCA) di sebelah kanan dan yang di sebelah kiri ada dua pembuluh darah yaitu LAD dan Circumflex. Inilah pembuluh darah besar yang sering menjadi pencetus adanya penyumbatan sehingga akan terjadi serangan jantung pada pasien-pasien yang menderita faktor resiko PJK.

Jadi penyebabnya bisa di kanan, kiri, yang utama ataupun cabangnya, yang depan atau belakang.
Kenapa bisa terjadi penyumbatan?
Setelah terjadinya penebalan maupun kekakuan tersebut maka penebalan yang terlalu tebal bisa menyebabkan pecah dan menimbulkan gumpalan darah. Gumpalan darah ini yang dapat menyumbat saluran darah pada PJK.

Lalu apa yang harus dilakukan.? Ketika terjadi awal penebalan dan belum sampai menimbulkan suatu gundukan lemak yang mana suatu saat akan pecah dan jadi gumpalan darah.
Kita bisa melakukan kateterisasi jantung untuk mengetahui adanya suatu sumbatan.

Dengan katerisasi jantung kita akan bisa melihat baik itu gundukan yang di pembuluh darah kanan maupun yang dikiri, yang di depan ataupun di belakang sehingga kita akan tahu apakah pada pembuluh darah tersebut terjadi penyumbatan? Seandainya ada berapa persen sumbatan tersebut?

Kalau kita mempunyai riwayat PJK dan kita pernah mendapat serangan sebaiknya dilakukan katerisasi jantung sehingga kita akan tahu persis sumbatan dari pembuluh darah tersebut.

Pembuluh darah normal yang sehat tidak ada lekukan ataupun sumbatan. Adanya suatu penebalan dari pembuluh darah tersebut merupakan salah satu kejadian PJK bila penebalan pecah menimbulkan gumpalan darah dan menyumbat saluran.

Aliran darah dari dan ke otot-otot jantung akan berkurang. Akibat berkurangnya aliran darah akan menyebabkan suatu kerusakan bahkan kematian dari otot-otot jantung tersebut. Dengan manifestasi adanya kematian otot jantung tersebut disertai dengan nyeri dada.

Jadi intinya PJK itu adalah ketidak seimbangan antara kebutuhan dengan supply. Manakala kebutuhannya tinggi dan supplynya rendah karena adanya sumbatan pada aliran darah tersebut, sehingga aliran darah sedikit sehingga menyebabkan kerusakan otot jantung.
Sumbatan atau penyempitan pembuluh darah ini bisa dilihat jelas pada saat melakukan katerisari jantung.


PJK Bisa dicegah, bisa diobati

Kalau kita mewaspadai PJK, maka kita evaluasi apakah dalam tubuh kita ada resiko PJK atau tidak ? Itu yang penting, salah satu cara untuk mencegah PJK.

Serangan jantung sering didengar dan dibaca. Apa serangan jantung itu?
Bagaimana menolong / mengatasinya?
Respond terhadap nyeri dada?

Serangan jantung adalah kematian sebagian otot jantung yang disebabkan oleh terhentinya pasokan darah akibat tersumbatnya satu atau lebih pembuluh darah koroner akibat adanya gumpalan darah yang disebut Trombus menyumbat pembuluh darah.

Kita tahu bahwa di dalam jantung berfungsi untuk memompa aliran darah ke seluruh tubuh. Akibat serangan jantung tersebut menyebabkan fungsi pompa jantung akan menurun sehingga aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh juga akan berkurang. Ini yang dinamakan Gagal jantung. Gambaran pasien PJK adalah adanya nyeri dada sebelah kiri. Dia akan memegang dada kirinya.

PJK dibagi menjadi Tiga manifestasi :
– Angina Pektoris Stabil
– Angina Pektoris Tidak Stabil
– Infark Miocard
Angina Pektoris Stabil dan Angina Pektoris Tidak Stabil menyebabkan kerusakan iskemia otot-otot jantung.
Infark Miocard mengakibatkan kematian jantung.

Gambarannya manifestasi PJK berbeda-beda terkait dengan derajat sumbatan pada pembuluh darah. Kalau derajat sumbatan pada pembuluh darah tersebut tidak terlalu berat maka yang terjadi adalah
Angina Pektoris Stabil ataupun Angina Pektoris Tidak Stabil. Kalau sumbatannya berat maka akan menyebabkan manifestasi Infark Miocard.

Infark Miocard keparahannya dibawah Kematian jantung (Sudden Death). Maka pasien dengan Infark Miocard akan menimbulkan kematian yang sangat tinggi, biasanya 1 minggu setelah di Rumah Sakit.

Maka kalau kita mendapat serangan jantung agar sesegera mungkin dilakukan penanganan secara cepat. Menunda-nunda tindakan akan menyebabkan kemungkinan terjadinya kematian sangat besar.

Ini yang belum bisa kita fahami di Indonesia. Orang dengan serangan jantung dikira masuk angin. Sehingga ketika terjadi serangan jantung hanya dikeroki atau dibalsem. Pada saat rasa sakit tidak berkurang baru dibawa ke rumah sakit.

Padahal kalau makin cepat mendapat pertolongan di Rumah Sakit akan mendapatkan prognosis yang lebih baik dibandingkan kalau penanganannya ditunda-tunda. Ini perlu edukasi yang tiada henti kepada masyarakat, supaya bila ada serangan jantung dia mengerti dan dibawa ke Rumah Sakit.

Biasanya pasien yang sudah tahu, dia mengerti bahwa dia harus minum Isosorbide dinitrate (ISDN). Tapi bagi pemula dia tidak akan tahu ISDN itu apa? Sehingga dia tahunya masuk angin, dia tangani sendiri dengan dipijat atau diberi balsem atau pemanas. Ternyata tidak berkurang, sehingga beberapa jam kemudian dia baru datang ke Rumah Sakit.

Pembuluh darah yang terlapisi oleh lemak akan menyebabkan penyempitan sebagian. Lama-lama bisa menutupi pembuluh darah. Ini yang menyebabkan serangan jantung.
Bila masih belum menutup , tapi ada penyempitan biasanya akan merasakan nyeri dada kalau dia melakukan aktivitas berat.

Misalnya seorang ibu ketika sedang jalan ke Pasar, atau bapak pada saat menimba air dia nyeri dada. Ini adalah khas tanda-tanda Angina Pektoris Stabil. Dia akan merasakan nyeri kalau melakukan aktivitas tertentu.

Kalau Angina Pektoris Tidak Stabil biasanya pasien tidak mengerti kapan terjadinya rasa nyeri. Bisa terjadi pada saat dia istirahat, menonton TV atau membaca koran. Namun bisa juga itu merupakan serangan Infark Miocard .


Proses Aterosklerosis

Mula-mula saluran darah normal. Lama-lama dia akan menebal sedikit, akibat penempelan lemak. Kemudian lama-lama dia akan menebal lebih berat , kemudian berlanjut. Kalau sudah berat dia akan pecah. Pecahnya ini yang kemudian menimbulkan manifestasi serangan jantung akibat adanya penggumpalan darah.
Kita tidak tahu kapan pecahnya pembuluh darah. Bisa jadi pada saat dia kondisi istirahat ataupun berkegiatan.


Epidemiology PJK di Amerika Serikat

Terkait dengan PJK di Amerika ada 1 juta serangan jantung per tahun.
– 50% meninggal setelah 1 tahun
– 500.000 berhasil mencapai Rumah Sakit atau UGD.
– Angka kematian di Rumah Sakit, 15% terutama pada Infark Miocard.
– 425.000 berhasil keluar Rumah Sakit
– 10% dari yang keluar (42.000) akan meninggal dalam 1 tahun.

PJK memakan biaya 60 Milyar dolar dalam 1 tahun untuk pengobatan. Produktivitasnya juga akan menurun dan akibatnya penghasilan juga akan menurun. Maka bagi yang masih sehat yang penting adalah usahanya bagaimana kita bisa mencegah terjadinya PJK.


Sikap kalau seseorang terkena PJK

Yang pertama dia akan kaget, cemas, takut dan khawatir. Justru kondisi- kondisi seperti inilah yang akan memperberat serangan jantung tersebut. Cemas, takut dan khawatir akan memberikan dampak pembuluh darah makin menyempit. Sehingga akibat serangan tersebut dan pembuluh darah menyempit, kondisinya akan makin berat.

Kecemasan pada diri akan menyebabkan kecemasan pada anggota keluarga, orang yang dicintai bahkan teman dekat dan tetangganya akan khawatir. Karena banyak serangan jantung berakhir dengan kematian.

Maka perlu pendidikan untuk masyarakat, bahwa yang penting adalah :
– Mengurangi Resiko serangan jantung.
– Mengetahui apa yang perlu dilakukan pada saat serangan jantung.
Tindakan ini sangat perlu untuk diri sendiri maupun orang yang dicintai.
Agar kita bisa mencegah PJK maka kita harus mencegah terjadinya aterosklerosis. Untuk itu kita harus mengendalikan faktor-faktor resiko PJK.


Faktor Resiko PJK

Ada dua faktor resiko PJK, yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi.

Yang tidak bisa dimodifikasi :
– Jenis kelamin
– Umur
– Genetik

Yang bisa dimodifikasi :
– Obesitas, dengan menurunkan berat badan.
– Diabetes, dengan mengontrol gula darah.
– Infeksi, dengan mencegah infeksi.
– Hipertensi, dengan mengontrol tekanan darah
– Hiperlipidemia, dengan mengontrol kholesterol, terutama LDL nya.

– Pasien Gaya hidup

Misal alkohol, alhamdulillah di negara kita alkohol bukan merupakan budaya masyarakat. Hal itu biasanya di Eropa. Alkohol juga merupakan pencetus serangan jantung.

Tapi di Indonesia yang bahaya adalah merokok. Rokok masih merupakan budaya di masyarakat kita sehingga masih banyak yang Merokok.
Kadang orang sudah punya PJK pun masih merokok. Itulah yang terjadi di Indonesia. Mestinya kalau dia sudah pernah terkena PJK, rokok harus dihindari karena memperbesar resiko serangan jantung. Lebih-lebih bagi yang sudah pernah kena serangan jantung. Resiko untuk serangan jantung ulang juga makin besar. Manifestasi serangan jantung kedua biasanya lebih berat dibandingkan dengan serangan jantung yang pertama.

Usahakan pada saat ini untuk olah raga secara rutin karena akan memberikan manfaat yang sangat besar. Yang dimaksud dengan olah raga yang rutin adalah olah raga yang ringan tapi rutin. Kalau bisa dilakukan setiap hari lebih baik. Kalau tidak bisa 3 sampai 5 kali dalam 1 minggu. Ini adalah gaya hidup yang sangat baik untuk mencegah terjadinya resiko PJK.


Serangan Jantung (Infark Miocard)

Adalah kematian sebagian otot jantung yang disebabkan oleh terhentinya pasokan darah akibat tersumbatnya satu atau lebih pembuluh darah koroner, akibat adanya suatu gumpalan darah (trombus).
Gumpalan darah akibat pecahnya plak atau penebalan pembuluh darah.

Gumpalan darah akan menyebabkan penyumbatan pada aliran darah jantung sehingga tersumbat dan akan terjadi kerusakan pada otot jantung atau kematian jantung.

Serangan jantung sering kali terjadi pada pukul 04.00 sampai 10.00 pagi. Hal ini karena jumlah adrenaline lebih tinggi dikeluarkan oleh kelenjar adrenaline. Ini dapat menyebabkan pecahnya lesi pada aterosklerosis . Maka harus diusahakan mengendalikan adrenaline terutama yang mempunyai faktor resiko PJK.

90% PJK akibat sumbatan dari gumpalan darah karena adanya plak aterosklerosis yang pecah. Sehingga menyebabkan hambatan yang memblokir aliran darah yang mensupply otot-otot jantung yang dibagian distal atau dibawah sumbatan tersebut. Ini mengakibatkan kematian sel yang dinamakan Infark Miocard.


Gejala Serangan Jantung

Nyeri Dada yang khas

Lokasinya bisa di belakang tulang dada atau dada sebelah kiri.
Kualitasnya seperti ditekan, ditindih benda berat, dibakar, diremas, ditusuk, diiris, tercekik.
Penjalaran ,bisa ke leher, ke rahang, ke bahu, ke punggung, ke pergelangan sampai jari-jari,
Ke ulu hati. Ini yang sering mengakibatkan orang salah mendiagnosis dikiranya adalah maag padahal itu adalah PJK.
Gejala penyerta : Sesak nafas, keringat dingin, pucat.


Diagnosa ditegakkan bila 2 dari 3 indikator kriteria WHO terpenuhi, yaitu :
– Keluhan Klinis, yaitu keluhan nyeri dada.
– Gambaran Khas Elektro kardiografi (EKG)
– Peningkatan kadar enzym jantung (CK, CKMB dan Troponin)

Jika pasien itu dibawa ke Rumah Sheila dengan keluhan nyeri dada maka biasanya akan dilakukan rekam jantung. Disamping itu akan dilakukan pemeriksaan dan pengkajian enzym jantung.

Manakala ada dua dari ketiga itu sudah bisa menegakkan terjadinya serangan jantung PJK.

Apa yang terjadi saat serangan jantung?

Tergantung ringan atau beratnya serangan jantung. Pada arteri koroner yang mana? Dan berapa arteri koroner yang tersumbat.
Banyak pasien yang meninggal mendadak 1 jam setelah gejala itu timbul. Itu kemungkinan karena sumbatannya berat dan tidak menyerang pada 1 pembuluh darah saja.

Atau bisa juga Fibrilasi Ventrikel , dimana Jantung bergetar, berdebar- debar tapi tidak efisien. Ini namanya gangguan irama jantung. Biasanya orang itu mengeluh adanya jantung berdebar-debar. Bila dilakukan pemeriksaan rekam jantung akan ditemukan kondisi Fibrilasi Ventrikel.
Penelitian terbaru membuktikan adanya jendalan atau trombosis koroner.


Apa yang harus dilakukan bila terjadi serangan jantung?

Yang pertama pastikan keluhannya, khas serangan jantung atau tidak. Kalau sudah merasa yakin baringkan penderita tersebut.
Panggil dokter atau langsung dibawa ke Rumah Sakit, atau diberi oksigen bila memungkinkan.
Kemudian diberi aspirin atau aspilet untuk dikunyah.
Kemudian diberikan ISDN atau Isosorbide dinitrate di bawah lidah. Ini akan memberikan manfaat yang sangat besar pada PJK.

Bila penderita tidak sadarkan diri, segera lakukan resusitasi jantung paru dengan melakukan bantuan hidup dasar. Ini sangat bermanfaat sekali dan bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang terkena serangan jantung.

Empat hal yang harus dilakukan pada pasien PJK

– Menghilangkan keluhan nyeri dada. Dengan pemberian ISDN atau morphine kalau di UGD.
– Stabilisasi Tekanan darah
– Mengurangi perluasan kematian otot jantung
– Pembukaan sumbatan bekuan darah pada pembuluh darah koroner dengan terapi Reperfusi.
Golden standardnya therapy adalah Reperfusi, kalau pasien tersebut masih dalam waktu baku emas.
Waktu Baku Emas dari pasien serangan jantung adalah dari mulai serangan jantung sampai 12 jam masih termasuk waktu yang paling baik untuk dilakukan penanganan Reperfusi.

Kemudian baru dengan obat-obatan. Aspilet atau ISDN
Dengan angiografi dan angioplasti koroner dengan balon, dengan Perkutaneus Transluminal Koronari Angioplasti (PTCA). Dengan balon dengan tujuan membuka saluran darah dan pemasangan ring (stent)
Bila keduanya tidak mungkin, dengan Bedah pintas koroner (CABG) kalau pembuluh darah itu sumbatannya banyak. Karena kalau untuk dipasang ring dalam jumlah banyak, hasilnya juga tidak begitu baik.

Tindakan Reperfusi yang cepat meminimalkan kerusakan otot jantung dan memelihara fungsi pompa jantung.
Jumlah sisa otot jantung yang masih sehat, sebagai penentu utama kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup pasca serangan.
Reperfusi diutamakan dilakukan dalam 4-6 jam setelah serangan jantung. Bahkan masih diperbolehkan sampai 12 jam setelah serangan jantung.


Bila Penderita Sadar

Kendurkan pakaian dari leher sampai pinggang
Pastikan tidak kedinginan, kalau kedinginan tutup pakai selimut.
Jangan memberi apapun melalui mulut.
Jangan memindah-mindahkan
Temani untuk menenangkan penderita
Segera ke dokter terdekat.
Tetapi kalau sudah pengalaman penyakit jantung boleh kita berikan aspilet terlebih dahulu.


Bila Penderita Tidak Sadar

Letakkan penderita di tempat datar dan tidak membahayakan. Jangan dekat dengan sungai.
Angkat penderita pada tengkuknya dan tekan pada dahinya.
Dorong dagunya naik turun.

Periksa pernafasan dengan mendekatkan telinga anda pada mulut penderita. Sambil memperhatikan gerak pada dadanya.
Bila ada makanan atau gigi palsu pada penderita, bersihkan dengan memiringkan penderita lebih dahulu. Gigi palsu harus kita lepas, agar jangan sampai tertelan.

Bila pernafasan nampak lancar, Posisi Recovery untuk menjaga agar jalan nafas tetap bebas.
Posisi Recovery kaki ditinggikan (ditelungkupkan).
Bila nafas berhenti, sekarang sudah tidak boleh pernafasan dari mulut ke mulut. Harus pakai alat pelindung. Tidak langsung ke mulut penderita.
Bila henti jantung, perlu kompresi jantung. Letakkan tangan dua jari di atas ulu hati.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here