Dr. Zuhad Masduki MA

3 Muharram 1443 / 11 Agustus 2021



Kita akan melihat hijrah dari beberapa sisi :
– Sejarah peristiwa hijrah
– Tafsir ayat-ayat yang terkait dengan hijrah
– Masyarakat Madinah yang dibentuk oleh Rasulullah


Sejarah Peristiwa Hijrah

Dari sini kita bisa mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalam tindakan Nabi melakukan hijrah untuk diterapkan pada masa kita sekarang ini dalam kaitannya dengan dakwah.

Dalam kitab-kitab Sirah dijelaskan bahwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah itu bukan peristiwa yang tiba-tiba tanpa pendahuluan. Peristiwa hijrah ini peristiwa yang direncanakan oleh Rasulullah SAW.

Disana ada Perencanaan, ada strategi dan beliau melangkah dengan segala perhitungan. Semua langkah diperhitungkan oleh Rasulullah SAW.

Perencanaan Hijrah

Jauh sebelum hijrah itu terjadi Rasulullah SAW sudah membuat MOU dengan penduduk Madinah. Yang isinya adalah kalau Rasulullah SAW sampai terusir dari Mekkah hijrah ke Madinah, maka penduduk Madinah menjamin bisa dan mau memberi perlindungan kepada beliau. MOU ini selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika ada delegasi- delegasi Madinah yang datang ke Mekkah.

Pada tahun ke 12 dari kenabian, ada pertemuan antara Rasulullah SAW dengan delegasi Madinah di dekat jamarat di Mina. Pertemuan ini disebut dengan Bai’atul Aqobah al Ula, janji setia yang pertama yang dilakukan di Aqobah. Orang Madinah yang bertemu dengan Nabi jumlahnya ada 12 orang.

Janji setia antara mereka dengan Nabi Muhammad SAW itu isinya antara lain yang paling pokok adalah janji setia melaksanakan prinsip-prinsip agama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada mereka. Terutama yang tercantum dalam Surat Al Mumtahanah ayat 12 :

يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَآءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰۤى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِا للّٰهِ شَيْـئًا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَا دَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَا نٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَ رْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَا سْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai Nabi! Apabila perempuan- perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai’at (janji setia), bahwa mereka tidak akan menyekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Mumtahanah 60: Ayat 12)

Di ayat ini tercantum poin-poin tentang prinsip agama yang akan dilaksanakan oleh delegasi Madinah.
– Tidak melakukan kesyirikan kepada Allah SWT
– Tidak mencuri
– Tidak berzina
– Tidak membunuh anak-anak mereka
– Tidak melakukan perbuatan keji
– Tidak bermaksiat dalam hal-hal yang makruf.
Bila ada wanita-wanita yang akan datang, mereka juga akan dibai’at oleh Rasulullah SAW.

Setelah delegasi ini pulang ke Madinah, Rasulullah SAW makin mengintensifkan pengiriman da’i-da’i ke Madinah untuk mendakwahkan islam. Yang dikirim ke Madinah adalah sahabat yang bernama Mush’ab bin Umair.

Mush’ab bin Umair sukses di dalam dakwahnya sehingga ada puluhan keluarga Madinah yang memeluk islam. Ini adalah cikal bakal yang nanti akan menjadi basis pendukung Rasulullah SAW. Sebelum beliau Mush’ab kesana juga sudah ada keluarga-keluarga yang memeluk islam.

Pada tahun ke 13 H, ada Bai’atul Aqobah Tsaniyah, janji setia kedua yang juga dilaksanakan di Aqobah di Mina. Orang-orang Madinah yang datang ke Mekkah jumlahnya ada 73 orang dan ada 2 perempuan diantaranya. Mereka juga melakukan janji setia kepada Rasulullah SAW.

Poin-poin yang disepakati dalam Bai’atul Aqobah Tsaniyah ini adalah :
– Patuh dan Ta’at dalam keadaan senang atau susah.
– Bernafkah dalam keadaan lapang atau sempit
– Melaksanakan amar makruf dan nahi munkar
– Menegakkan agama Allah tidak terpengaruh oleh celaan atau kecaman.
– Membela Rasul bila beliau datang ke Madinah sebagaimana membela diri mereka sendiri dan keluarganya
– Jika itu mereka tepati, in syaa Allah mereka memperoleh Surga.

Waktu perjanjian ini dilaksanakan Rasulullah SAW ditemani oleh Al Abbas, pamannya sendiri yang waktu itu belum masuk islam. Al Abbas waktu itu menyatakan kepada delegasi Madinah bahwa resiko membela Rasul itu berat. Karena pasti akan ditentang oleh Mekkah. Dan boleh jadi Mekkah juga akan melakukan tindakan- tindakan dalam rangka untuk menggagalkan pembelaan mereka kepada Rasulullah SAW.

Tapi kemudian mereka menjawab bahwa mereka sudah siap untuk menghadapi apa saja yang mungkin akan terjadi. Mereka meminta kepada Rasulullah SAW kalau orang-orang Madinah membela mati-matian, setelah Rasulullah SAW dibela, Rasulullah SAW tidak akan kembali lagi ke Mekkah setelah mendapatkan kemenangan. Dan itu juga disetujui oleh Rasulullah SAW.

Dalam catatan sejarah, orang-orang Madinah yang berbai’at itu betul-betul konsisten dengan janjinya.
Dari 73 orang, termasuk 2 orang perempuan yang berbai’at itu nanti dalam sejarah berikutnya tercatat 70 yang terlibat dalam perang Badar. Jadi hampir semuanya terlibat dalam perang yang pertama antara orang islam dengan Musyrikin Mekkah.
33 orang diantara mereka terlibat dalam semua perang bersama Rasulullah SAW. Sepertiga dari 73 orang itu mati syahid.

Perempuan yang ikut dalam bai’at juga tidak main-main perjuangannya dalam membela islam. Salah satunya namanya Ummu Umarah. Dia terlibat dalam perang Uhud dan mendapatkan 12 luka. Yang satunya Asma’ binti Amru berjuang dalam berbagai bidang.
Jadi Rasul bertekad datang ke Madinah setelah betul-betul mendapatkan jaminan dari orang- orang Madinah. Rasul tidak spekulasi ketika beliau hijrah ke Madinah.

Setelah Bai’atul Aqobah Kedua, sahabat-sahabat Nabi sudah mulai banyak yang hijrah ke Madinah mendahului Rasulullah SAW. Rasulullah sendiri belum akan hijrah karena menurut beliau belum diijinkan oleh Allah SWT. Termasuk Abu Bakar yang minta hijrah duluan tidak diijinkan oleh Rasulullah karena belum diijinkan Allah SWT. Nanti Abu Bakar akan hijrah setelah mendapatkan ijin dari Allah SWT.


Pelaksanaan Hijrah

Hijrah dilakukan setelah orang-orang Mekkah melakukan makar terhadap Rasulullah SAW. Hal ini diabadikan dalam Surat Al Anfal ayat 30 :

وَاِ ذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ

“Dan ingatlah , ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan tipu daya terhadapmu Muhammad untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 30)

Kesepakatan makar orang-orang Mekkah diberitakan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersiap-siap untuk melakukan hijrah ke Madinah. Pada siang hari itu Rasulullah SAW mendatangi rumah Abu Bakar.

Kunjungan yang tidak biasa. Biasanya kunjungan tidak dilakukan pada waktu siang seperti itu. Waktu siang dipilih karena sepi, tidak ada aktivitas di sekitar situ. Sehingga tidak ada orang yang mengetahui. Rasulullah SAW memberitahu Abu Bakar tentang rencana untuk hijrah.

Diantara strategi hijrah yang dilakukan Abu Bakar, setelah Bai’atul Aqobah yang Kedua Abu Bakar sudah menyiapkan 2 ekor onta yang sehat yang sanggup untuk berjalan dari Mekkah ke Madinah. Abu Bakar juga sudah menyiapkan penunjuk jalan yang nanti akan mengantar mereka berdua, perjalanan dari Mekkah ke Madinah.

Orang itu namanya Abdullah bin Uraiqith. Dia adalah non muslim tetapi dia adalah orang yang ahli dalam hal Peta perjalanan dari Mekkah ke Madinah, termasuk jalan-jalan yang tidak biasa dilalui oleh Kafilah-Kafilah dagang Mekkah. Ontanya dititipkan pada orang itu dan nanti berangkat pada waktu yang sudah ditentukan.

Dalam hijrahnya Rasulullah SAW menurut kajian Para Ahli Sirah melibatkan semua kelompok umur. Orang dewasa adalah putera Abu Bakar dan Amir bin Fuhairah.

Amir bin Fuhairah tugasnya menggembalakan kambing di depan gua, ketika Nabi Muhammad SAW bersembunyi dalam gua. Ini untuk mengelabuhi orang yang datang kesitu.

Yang kedua Rasulullah SAW menugasi Abdullah puteranya Abu Bakar untuk memberi informasi tentang apa yang terjadi di kota Mekkah, dalam kaitan mereka mencari Rasulullah SAW. Karena Rasulullah direncanakan untuk dibunuh, tetapi ternyata beliau lepas. Beliau keluar dari rumah tanpa diketahui oleh mereka kemana perginya. Abdullah setiap sore datang ke gua kemudian subuhnya dia kembali ke kota. Jejaknya dihilangkan dengan jejak-jejak kambing yang digembalakan oleh Amir bin Fuhairah.

Dari kalangan remaja, yang terlibat adalah Ali bin Abi Thalib. Dia yang diminta oleh Rasulullah SAW untuk tidur di ranjangnya dengan menggunakan selimut yang biasa dipakai oleh Rasulullah SAW, sehingga orang-orang Mekkah yang mengepung rumahnya menduga bahwa Nabi masih ada ditempatnya. Tapi paginya ketika mereka masuk ke dalam ternyata Nabi sudah tidak ada dan Ali juga tidak bisa memberitahu kemana Nabi Muhammad SAW pergi.

Dari kalangan perempuan yang terlibat adalah Asma’ binti Abu Bakar. Asma’ tugasnya menyiapkan bekal yang nanti akan dibawa oleh Rasulullah SAW dari Mekkah menuju Madinah. Dan ketika Asma’ membawa bekal ke gua, ternyata dia tidak menyiapkan tali untuk mengikat bekal itu.

Maka kemudian Asma’ menyobek ikat pinggangnya menjadi dua. Setengahnya dipakai lagi dan yang setengah dipakai untuk mengikat bahan-bahan makanan itu. Maka dia diberi gelar oleh Rasulullah : Dzatun-nithaqaini (ذَاتُ النِّطَاقَتَيْنِ) atau Wanita yang memiliki dua ikat pinggang.

Dari sini para pakar Sirah mengatakan bahwa dalam perjalanan hijrah mulai dari persiapan sampai pelaksanaan yang terlibat adalah semua umur, orang dewasa, remaja, perempuan bahkan juga ada non muslim sebagai penunjuk jalan.

Jadi ini strategi yang luar biasa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sehingga beliau selamat perjalanannya dari Mekkah menuju ke Madinah. Sunatullahnya betul-betul dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Setelah sunatullah ini dilaksanakan, barulah beliau nanti mendapatkan inayatullah.

Ketika Rasulullah SAW bersembunyi di gua, para pemuda Quraisy yang mencari juga sempat melewati depan gua itu. Sehingga Abu Bakar sangat khawatir kalau mereka sampai melihat keduanya ada di dalam.

Disinilah kemudian Allah memberikan inayahNya kepada keduanya.
Di dalam Al Qur’an diabadikan dalam Surat At Taubah ayat 40 :

اِلَّا تَـنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَا نِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَا رِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَا حِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا ۚ فَاَ نْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَـتَهٗ عَلَيْهِ وَاَ يَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰى ۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَا للّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Jika kamu tidak menolongnya Muhammad , sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya ; sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan membantu dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 40)

Dalam ayat tersebut dikatakan :
“laa tahzan innalloha ma’anaa”
(Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita).

Inayah yang kedua yang diperoleh Rasul dalam hijrahnya , setelah berangkat menuju Madinah maka ada seseorang yang mengejar, namanya Suraqa bin Malik. Dia mengendali kuda, tapi kemudian kudanya terperosok ke dalam pasir, bahkan beberapa kali Suraqa bin Malik dijatuhkan oleh kudanya.

Ini sebagai tanda bahwa dia nanti akan menemui sesuatu yang tidak bagus. Dan akhirnya memang Suraqa bin Malik tidak berhasil menangkap Rasul, walaupun dia sudah sangat dekat dengan Rasul dan Abu Bakar. Bahkan kemudian dia janji memberikan perlindungan kepada Rasulullah SAW, dia tidak akan menyampaikan berita keberadaan Rasul kepada orang-orang Mekkah.

Kita juga harus mengambil pelajaran dari sini bahwa kalau kita belum melaksanakan sunatullah secara optimal, maka jangan berharap kita akan mendapatkan inayatullah. Inayatullah baru bisa kita dapatkan setelah kita melaksanakan sunatullah (hukum sebab akibat) dengan sebaik- baiknya.

Kesimpulan para ahli Sirah, hijrah itu dengan perencanaan, dengan strategi dan melangkah dengan segala perhitungan. Setelah itu semua dilakukan sunatullahnya barulah kita mengharapkan datangnya inayatullah dari Allah SWT.

Inayatullah didapatkan sebagaimana di dalam Surat At Taubah ayat 40 di atas.
“wa ayyadahuu bijunuudil lam tarouhaa” (dan Allah membantu dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu).

Ada yang memahami ini Malaikat, ada yang memahami dukungan mental yang melahirkan ketenangan bagi Nabi dan menutup mata para pengejarnya, walaupun para pengejarnya punya daya, punya kekuatan, punya dana dan punya semangat yang sangat tinggi sekali, tetapi matanya ditutup oleh Allah SWT.

Yang perlu kita camkan adalah onta yang sudah disiapkan oleh Abu Bakar itu dibeli oleh Abu Bakar. Waktu Rasulullah SAW mau menaiki onta, Rasul bertanya pada Abu Bakar : “Aku harus membayar onta ini berapa?”
Abu Bakar mengatakan : “Ini adalah hadiah untukmu wahai Rasul”.

Tetapi Rasul mendesak bahwa beliau harus membayar. Akhirnya Abu Bakar menjelaskan berapa harga onta Itu. Sehingga Rasul membayar onta itu. Jadi Rasul tidak mau menerima hadiah dalam konteks perjuangan ini.

Artinya, kalau kita dalam rangka berdakwah, dalam rangka berjuang harus memberi. Memberi pikiran, memberi tenaga, memberi materi, memberi tanggung jawab dan apa saja yang kita miliki, bukan malah mengharapkan menerima hadiah, mendapatkan keuntungan-keuntungan materi di dalam dakwah.

Kalau ini bisa kita teladani, in syaa Allah dakwah kita akan dapat berhasil lebih baik, daripada kalau kita punya pamrih-pamrih yang terselubung di dalam dakwah itu. Karena cepat atau lambat kalau ada pamrih pasti akan diketahui dan akan terbuka bagi khalayak semuanya.


BERSAMBUNG BAGIAN 2
– Tafsir ayat-ayat yang terkait dengan hijrah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here