Dr. Adian Husaini

28 Syawal 1442 / 9 Juni 2021



Tadi siang kami dari pimpinan Dewan Dakwah bersilaturahim dengan Pejabat Kemenlu Indonesia. Untuk mengetahui sikap Pemerintah kita dan kebijakan apa yang selama ini sudah diambil untuk menyelesaikan masalah Palestina.

Alhamdulillah telah dijelaskan konsistensi sikap dasar negara kita terhadap Palestina, karena itu perintah Konstitusi. Jadi kenapa Menlu kita pidato di Majelis Umum PBB 20 Mei yang lalu meminta dihentikannya penindasan dan penjajahan Israel atas Palestina.

Karena itu jelas perintah Konstitusi dan Amanah dari Konferensi Asia Afrika gerakan non blok dan juga kebijakan resmi berdasarkan peraturan internasional bahwa memang sudah seharusnya Palestina itu mendapatkan Hak Kemerdekaannya. Karena pengungsi Palestina sekarang di dunia ini jumlahnya ada 5 jutaan orang. Kalau jumlah orang Palestina di dunia sekitar 13 juta orang. Sama dengan orang Yahudi di dunia ini jumlahnya sekitar 13 juta.

Ironinya meskipun itu sudah Perintah Hukum Internasional berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan bahwa Palestina itu seharusnya sudah punya negara sendiri. Dengan wilayah yang hanya sekitar 18% dari wilayah yang telah direbut oleh Kaum Zionis.

Sebagai negara Indonesia selama ini sangat aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan Indonesia langsung mengakui Kemerdekaan Palestina pada tahun 1988 sehingga orang Palestina punya kedutaan di Indonesia, di Jakarta. Dan cukup besar juga anggaran rutin Pemerintah untuk membantu Palestina itu termasuk pengungsinya. Kalau tidak salah setiap tahun sekitar 5 juta USD yang dikeluarkan untuk membantu perjuangan Palestina.

Kita sepakat bahwa yang bisa dilakukan oleh Pemerintah memang memperjuangkan secara diplomatik. Meskipun di PBB selalu terbentur dengan sikap Amerika yang selalu memveto resolusi yang diajukan tentang penyelesaian masalah Palestina.

Masalah Palestina ini sebenarnya kalau dari sudut orang Palestinanya memang ini adalah musibah, tragedi. Karena sebenarnya orang Palestina tidak bermasalah dengan orang Yahudi. Mereka tidak pernah bermusuhan dengan orang Yahudi. Orang Palestina ini kurban yang dicetuskan oleh Theodor Herzl dengan bukunya “der Judenstaat” (Negara Yahudi) tahun 1896.

Herzl ini seorang Yahudi sekuler. Gerakan Zionis juga Yahudi sekuler. Lucunya mereka itu ketika mau mendirikan negara Yahudi mendasarkan kepada argumen keagamaan. Orang Yahudi kalau menyusun sejarah mereka, mereka mulai dari Nabi Ibrahim. Padahal Yahudi ini kan sebetulnya Bani Israel, anak keturunan Nabi Yakub. Jadi seharusnya mereka menulis sejarah dari Nabi Yakub.

Anehnya mereka kalau menulis buku-buku Yahudi , termasuk buku resmi “Facts about Israel” yang diterbitkan oleh Kementrian Pusat Informasi Israel, mereka membagi sejarah Yahudi menjadi 15 babak. Dan babak pertama dimulai dari Kehidupan Nabi Ibrahim a.s.

Kenapa mereka mengklaim bahwa sejarah Yahudi bermula dari Nabi Ibrahim? Karena mereka merasa punya dasar bahwa negeri yang dijanjikan Tuhan kepada Ibrahim dan anak keturunannya itu adalah Yahudi.

Kitab Kejadian Pasal 12 memuat beberapa ayat yang menyatakan bahwa negeri ini diberikan oleh Tuhan kepada Abraham. Ayat berikutnya menyatakan : Negeri itu dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrata. Jadi yang disebut dengan Israel Raya (Eretz Yisrael) itu ditarik garis dari Mesir sampai ke Irak.

Jadi kalau kita menyebut Israel jangan dikaitkan dengan Nabi Yakub. Masalahnya orang zionis membuat negara, yang negara ini dibuat dengan teror, negara ini rasis tapi diberi nama dengan nama nabi, yaitu Israel. Sehingga kalau kita menyebut Israel itu jahat bukan menyebut Nabi Yakub jahat, tapi yang dimaksud adalah Negara Yahudi yang bernama Israel.

Sama dengan kita bilang Ahmadiyah itu sesat, padahal Ahmadiyah artinya adalah Pengikut Nabi Muhammad SAW. Bukan berarti kita mengatakan Pengikut Nabi Muhammad SAW itu sesat, karena Ahmadiyah mengambil nama Ahmad dari Mirza Ghulam Ahmad. Jadi ini orang sesat yang bernama Ahmad. Bukankah bisa terjadi ada orang bernama Muhammad tapi korupsi?

Begitu juga dengan Israel, orang-orang Yahudi itu membuat negara modern yang jahat namanya Israel.
Kenapa disebut Negara Jahat Israel? Yang menyebutkan ini antara lain seorang Tokoh Pemikir Yahudi bernama Dr. Israel Shahak penulis buku “Jewish History, Jewish Religion”.

Saya pernah membawa buku itu dalam dialog di TV One untuk menghadapi seorang Indonesia yang tamat S2 di Israel kemudian dia di Indonesia mendirikan IIPAC (Indonesia Israel Public Affairs Committee).
Kalau di Amerika ada AIPAC- itu Lobby Yahudi di Amerika, di Indonesia juga ada Lobbynya dan itu terang-terangan. Sekarangpun bisa kita lihat webnya.

Dia anak muda yang dulu pernah aktif di organisasi islam. Saya tidak tahu apakah dia sudah berubah agamanya atau tidak. Tapi yang jelas dia pendiri IIPAC. Dia waktu itu mau memperingati kemerdekaan Israel 14 Mei 1948 dan dia bilang akan memberikan penjelasan kepada orang Indonesia. Karena katanya orang Indonesia banyak yang tidak paham tentang Israel.

Dalam buku “Jewish History, Jewish Religion”, Dr Israel Shahak membongkar kejahatan negara Israel terutama dalam aspek Rasismenya.
Dulu Prof. Ismail Raji al-Faruqi tokoh Palestina yang hidup di Amerika pernah mengatakan : “Andaikan negara Yahudi ini dibuat di bulan sekalipun itu harus kita tolak karena ide negara ini Rasis”.

Dalam survey terakhir tentang Israel yang saya baca 98% masyarakat Israel, orang Yahudi di Israel setuju semua orang Yahudi di dunia boleh tinggal di Israel. Padahal 48% orang Yahudi di Israel itu sudah sekuler. Yang ultra orthodoks tinggal 9%.


Hikmah yang dapat kita ketahui

1. Yahudi Suka Merusak Agama

Dari peristiwa ini kita bisa mengambil hikmah kita sedang dipertontonkan kebiadaban, kejahatan suatu bangsa yang banyak disebut dalam Al Qur’an, yaitu Bangsa Yahudi.
Misalnya di dalam Al Qur’an, orang- orang Yahudi digambarkan sebagai orang yang suka merusak agama.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَـقَّ بِا لْبَا طِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَـقَّ وَاَ نْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 42)

Dan itu betul, faktanya kalau dari segi liberalisasi agama yang memelopori liberalisasi agama itu adalah Yahudi Liberal. Nama ‘liberal’ yang pertama kali menempelkan pada agama adalah Kaum Yahudi. Tokohnya misalnya seorang Yahudi Jerman namanya Dr. Abraham Geiger. Dia meninggal tahun 1871. Dia menulis buku “What did Muhammad borrow from Judaism” – (Apa yang dipinjam Muhammad dari Yahudi) .

Yahudi Liberal itu punya sinagog sendiri. Tahun 2010 Orang Yahudi di Israel yang mengatakan agama sangat penting tinggal 36%. Komunitas Yahudi terbesar ada di Amerika. Dari 13 juta orang Yahudi, ada 6 juta tinggal di Amerika. Yang di Israel 5 juta lebih, kemudian ada yang di Inggris, Rusia dan berbagai negara yang lain.

Mereka juga mengubah-ubah kitab Wahyu Allah yang diturunkan kepada mereka.

Allah SWT berfirman:

اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَـكُمْ وَقَدْ كَا نَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ کَلَا مَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 75)

Ini tampak sekali dalam liberalisasi agama yang mereka lakukan. Mereka banyak mengubah ayat kitab sucinya. Misalnya ayat tentang perzinaan baik homosexual maupun heterosexual, dalam kitab Taurat, kitab Imamat Pasal 20 ayat 13 , Pelaku homosexual hukumannya hukuman mati.

Tetapi kemudian itu bisa diubah. Ajaran-ajaran agama yang telah ditetapkan ribuan tahun kemudian diubah dengan alasan situasi zaman sudah berubah. Ini adalah liberalisasi.
Yahudi Liberal (Liberal Judaism) bahkan saya baca sudah menyelenggarakan perkawinan sesama jenis di Sinagog di Inggris.

Di Israel juga sama, perkembangan kaum homo sangat tinggi. Partai politik disana disebut dengan Agudat.
Kaum homo atau kaum lesbi di Israel, bisa memberi tekanan politik.
Jadi liberalisasi dalam agama Yahudi pesat sekali.


2. Sifat Yahudi Sangat Serakah

Allah SWT berfirman:

وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّا سِ عَلٰى حَيٰوةٍ  ۛ  وَ مِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا  ۛ  يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَ لْفَ سَنَةٍ ۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَا بِ اَنْ يُّعَمَّرَ ۗ وَا للّٰهُ بَصِيْرٌ بِۢمَا يَعْمَلُوْنَ

“Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan dunia , bahkan lebih tamak dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 96)

Dalam kasus Palestina, keserakahan Yahudi ini jelas sekali.

Orang-orang Yahudi ini dua kali mengalami diaspora, terusir dari negerinya. Pertama di zaman Nebukadnezar, Kaisar Babilonia tahun 586 SM, kerajaan Yehuda pada waktu itu dihancurkan. Rajanya Zedekiah dirantai, dicungkil matanya dan diseret ke Baghdad. Ini membuat mereka trauma sekali. Yang kedua, Kaesar Nero menyerang dan mereka orang Yahudi terusir lagi.

Akhirnya orang-orang Yahudi di Eropa. Tetapi di Eropa mereka mengalami penindasan bahkan pembunuhan- pembunuhan terhadap Yahudi. Beberapa Raja di Eropa, pernah mengeluarkan Dekrit daerah bebas Yahudi. Karena memang dalam Teology Kristen, Orang Yahudi dulu dianggap sebagai Bangsa yang bertanggung jawab terhadap disalibnya Yesus versi Kristen.

Serangan terhadap Yahudi yang disebut sebagai Bangsa yang dimurkai Tuhan baru selesai tahun 1965. Pada Konsili Vatican kedua di Roma pada tahun 1962 sampai 1965.

Mereka yang terdiaspora pada awalnya tidak terfikir membuat negara. Mereka yang tertindas di Eropa itu pikirannya cuma dua ; kalau tidak hijrah ke Amerika, mereka akan pindah agama menjadi Kristen. Termasuk kakak kandung Theodor Herzl berpindah agama menjadi Kristen. Mereka berfikir jika mereka berasosiasi dengan masyarakat Eropa mereka tidak tertindas lagi.

Mula-mula orang Yahudi tidak punya negara, kemudian berkat dukungan barat, terutama Inggris pada tahun 1917 dengan Deklarasi Balfour , Inggris mengumumkan dukungan bagi pembentukan sebuah “kediaman nasional bagi bangsa Yahudi” di Palestina.

Tahun 1918 masuk milisi Yahudi, bersama tentara Sekutu yang kemudian menduduki Yerusalem.
Tahun 1947 PBB memberikan separo wilayah Palestina untuk orang Yahudi. Padahal waktu itu orang Yahudi baru punya tanah sekitar 10% saja.

Orang Palestina dan dunia Arab marah.
Segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya.
Tahun 1948 berdiri negara Israel.

Israel dikeroyok negara Arab, tapi Israel yang menang. Perang tahun 1949, tahun 1957 kemudian tahun 1973 masih 82 an %. Kemudian PBB mengesahkan pendudukan Israel atas Palestina di tepi Barat jalur Gaza dan Yerusalem Timur .

Perundingan-perundingan damai sejak tahun 1993 seperti Perundingan Oslo, yang dimaksudkan Palestina tinggal hanya 18% saja. Yang 82% sudah diambil Yahudi. Itu sudah diserahkan oleh PBB. Jadi kalau Yahudi menerima, tidak serakah tentu sudah selesai.

Asalnya orang Yahudi yang tidak punya negara sekarang dapat negara meskipun dengan merampas, dia dapat negara 82%. Tapi karena memang serakah, sekarang malah sudah menjarah lagi 5% sehingga sekarang wilayah Palestina makin mengecil.

Celakanya waktu Donald Trump menjadi Presiden, dia mengajukan sikap Amerika malah memperkecil lagi Palestina. Yerusalem Timur yang asalnya hak Palestina itupun diperkecil lagi. Ini yang menjadikan masalah alot, Orang Palestina tidak mau lagi.

Ini contoh betapa aturan internasional sudah jelas tetapi dilanggar Israel.
Ini kita tidak bicara soal agama. Orang Yahudi itu malah di PBB mereka terang-terangan membaca Bible yang menunjukkan katanya tanah itu Hak orang Yahudi.

Indonesia intinya tetap berpegang pada Resolusi Dewan Keamanan Internasional bahwa Palestina diberi saja Wilayah 18%. Itupun tidak diterima oleh Israel.

Palestina itu tidak punya Sistem keuangan sendiri, Palestina tidak punya diplomasi internasional sendiri. Israel ini ketakutan kalau ada negara Palestina meskipun wilayahnya kecil tapi Merdeka dan berdaulat.

Tentu saja orang Palestina tidak mau. Kebangeten karena tanahnya sudah dicaplok, tidak punya sarana ,itupun masih diberi syarat-syarat yang berarti Negara Palestina Merdeka itu tidak berdaulat. Dari sudut pandang Al Qur’an itulah contoh bangsa yang sangat serakah. Dia mengusir dan menjajah.


3. Yahudi adalah Bangsa yang sangat Rasis

Allah SWT berfirman:

قُلْ يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ هَا دُوْۤا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَآءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّا سِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Katakanlah Muhammad , “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar.”” (QS. Al-Jumu’ah 62: Ayat 6)

Allah menantang, orang Yahudi itu mengklaim bahwa mereka adalah satu-satunya Bangsa yang dicintai Tuhan. Inilah contoh bangsa yang sangat Rasis yang oleh Dr. Israel Shahak dibongkar. Dia adalah seorang ahli Biokimia di Hebrew University.

Dia menulis buku karena ada kasus. Dia menjumpai seorang yang bukan Yahudi sakit di Yerusalem, kemudian Dr Shahak pinjam telpun pada orang Yahudi untuk menolong orang. Orang Yahudi ini menolak meminjamkan telpun karena yang mau ditolong bukan orang Yahudi. Karena memang dalam Talmud ada ayat yang melarang menolong orang yang bukan Yahudi kecuali dengan bayaran yang tinggi.

Dr Shahak kecewa terhadap orang Yahudi yang tidak mau menolong sehingga akhirnya orang sakit itu meninggal. Dr Shahak membawa kasus ini ke Dewan Ulama Yahudi di Yerusalem. Namanya The Rabbinical Court of Jerusalem. Dr Shahak bertanya, tindakan orang Yahudi yang tidak mau menolong orang yang bukan Yahudi itu apakah dibenarkan menurut agama Yahudi?

Ternyata mereka membenarkan tindakan itu, bahkan itu disebut tindakan yang sholeh.
Dr Shahak tidak bisa menerima, betapa rasisnya kaum Yahudi.
PBB pun tahun 1975 mengeluarkan Resolusi yang menetapkan bahwa Zionisme adalah suatu bentuk Rasisme.


4. Yahudi Bangsa yang Unggul

Tetapi kita harus mengakui juga bangsa Yahudi itu bangsa yang kecil, mengapa mereka unggul ?
Bangsa ini diberikan keistimewaan oleh Allah, salah satunya adalah bangsa Yahudi ini selalu dipimpin oleh Para Nabi. Nabi yang satu meninggal diganti Nabi berikutnya. Sampai akhirnya Nabi Isa a.s justru ditolak oleh Tokoh-Tokoh Yahudi.

Zionis itu adalah kelompok kecil. Konggres Zionis yang pertama tahun 1897, Semula akan diselenggarakan di Muenchen tetapi orang-orang Yahudi yang di Jerman menolak. Akhirnya Konggres Zionis yang pertama diselenggarakan di Basel, Swiss.

Mereka kelompok kecil tetapi sangat militant. Mereka memadukan tiga hal yang menyebabkan mereka berhasil mendirikan negara Yahudi di Palestina. Tiga hal atau kekuatan itu adalah : Opini, Uang dan Lobby.
Sampai sekarang AIPAC lobby Yahudi di Amerika itu sangat kuat.
Siapapun Presiden Amerika selalu pada posisi untuk mendukung Yahudi.

Theodor Herzl protokol Yahudi modern juga seorang Pelobby. Dia melobby raja-raja di Eropa sampai melobby Sultan Turki Utsmani. Termasuk melobby dengan uang. Uang ini yang bisa memuluskan mereka bisa ke Palestina.

Mufti Palestina Muhammad Amin al-Husayni pada waktu itu sudah mengarahkan : Haram hukumnya menjual tanah Palestina kepada orang Yahudi. Sultan Abdul Hamid ke II melarang orang-orang Yahudi untuk tinggal di Palestina. Tetapi dengan kekuatan uangnya mereka bisa menyuap Pejabat-Pejabat Turki Utsmani pada waktu itu. Akhirnya banyak orang Yahudi bisa masuk ke Palestina dan membeli tanah-tanah mereka. Kemudian ditambah dengan kekuatan milisi Yahudi. Mereka yang nanti menteror.

Apa yang bisa kita ambil? Kembali Al Qur’an mengingatkan kita :


کَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً کَثِيْرَةً بِۢاِذْنِ اللّٰهِ ۗ 

“Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 249)

Sebetulnya kita juga sudah pernah. Dalam perang mempertahankan kemerdekaan, ada video wawancara dengan Sejarawan Batara Hutagalung. Waktu Belanda datang, ternyata jumlah tentaranya 200 ribu, ditambah KNIL 50 ribu dan Laskar China Po An Tui 50 ribu. Jadi total tentara Belanda 300 ribu. Jumlah TNI kita waktu itu hanya sekitar 100 ribu. Dari situlah kehebatan TNI yang dipimpin Jendral Sudirman dengan strategi gerilyanya berhasil menggagalkan penjajahan kembali yang dilakukan oleh Belanda.

Sama dengan Tentara Yahudi waktu dikeroyok oleh 5 negara Arab tahun 1948-1949 atau Perang setahun, menurut bukunya Paul Findley seorang Senator Amerika yang mengkritik kebijakan Amerika tentang Israel. Paul Findley mengajukan data jumlah tentara 5 Negara Arab yang mengeroyok lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah Tentara Israel.

Kita perlu waspada, kita perlu mengingatkan ucapan KH Ahmad Dahlan bahwa Islam tidak mungkin hilang dari muka bumi, tetapi ingat bahwa Islam bisa lenyap dari Indonesia. Siapa yang akan bertanggung jawab?

Pak Natsir juga pernah mengingatkan bahwa kalau penyakit cinta dunia di kalangan umat Islam Indonesia tidak diberantas betul, maka bukan tidak mungkin umat Islam Indonesia akan mengalami nasib umat Islam di Andalusia, yang 800 tahun pernah memimpin di Andalusia akhirnya terusir sama sekali, bahkan dipaksa untuk berganti agama bagi yang menghendaki tinggal di Andalusia.

Ini pelajaran sangat penting bahwa umat Islam kalau mau bangkit dia harus menjadi umat yang kuat, umat yang cerdas, umat yang unggul. Itulah yang disiapkan Rasulullah SAW. Beliau wafat tahun 632 M, tetapi 5 tahun kemudian, 637 M umat Islam sudah mampu menaklukkan Romawi dan kemudian merebut Yerusalem.
Romawi pada saat itu adalah salah satu kekuatan dunia. Pasukan Romawi yang terkenal jagoan perang dalam sejarah.

Penting mengambil hikmah, jangan membanggakan diri sebagai mayoritas. Kita bersyukur sebagai mayoritas tetapi jangan menganggap kalau mayoritas pasti aman.
Orang Yahudi itu berhasil mendirikan negara Israel ditengah, dipusatnya dunia Islam. Dan jumlah mereka sangat minoritas. Mereka mampu bertahan dari tahun 1948 sampai sekarang.

Jangan sampai terjadi di negeri kita !
Kita mayoritas tapi justru dikendalikan oleh yang minoritas. Kita harus introspeksi, kenapa kita menjadi begini? Disamping kita menuding keluar, yang penting kita mengatasi kelemahan yang menyebabkan kita menjadi umat yang kalah. Itu adalah jalan kebangkitan yang pernah dirintis bahkan dicontohkan oleh para ulama di zaman Shalahuddin Al Ayyubi.

Masalah Palestina ini bukan hanya sekedar kita Umat Islam. Tentu ada masalah agama, meskipun perjuangan Palestina itu riilnya adalah berdasarkan hukum-hukum Internasional, tapi tidak bisa dipungkiri bagi kita umat Islam karena disana ada Masjid Al Aqsha. Yang disebut eksplisit dalam Surat Al Isra’ :

سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَ قْصَا

“Maha Suci Allah , yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 1)

Orang Yahudi mengklaim bahwa itu dulu adalah Kuilnya Sulaeman (Haikal Sulaeman – Solomon Temple).
Bagi kita umat Islam, kita meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW diutus untuk memurnikan ajaran Para Nabi, termasuk Nabi Sulaeman. Nabi Sulaeman itu dalam Bible dikatakan sebagai penyembah berhala.

Maka Al Qur’an menegaskan :

 وَمَا کَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيْنَ كَفَرُوْا

“Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir,” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 102)


5. Yahudi Bangsa Pengkhianat


Kita sekarang ini disamping membantu saudara-saudara kita di Palestina dengan dana, do’a, diplomasi, opini dan sebagainya. Tetapi yang harus kita catat betul adalah masalah Yahudi ini jadi pelajaran bagi kita.

Kita jadi faham dan mengenal bagaimana :
– Keserakahan mereka.
– Mereka merusak agama Allah
– Mereka memecah belah
– Semua sifat-sifat jelek termasuk pengkhianat.

Jangan dilupakan, mereka baru saja diselamatkan oleh Nabi Musa a.s dari pembantaian Fir’aun. Ditinggal 40 hari saja oleh Nabi Musa a.s mereka sudah menyembah patung anak sapi. Itulah maka mereka dihukum oleh Allah karena berkhianat.

Ada satu buku yang saya tulis : “Tinjauan historis konflik yahudi kristen islam”. Saya meneliti kondisi Yahudi di Turki Utsmani. Orang Yahudi itu dilindungi oleh Umat Islam 800 tahun di Spanyol dan 400 tahun di Turki Utsmani. Saat mereka ditindas di Eropa, yang melindungi Yahudi, yang memberikan tempat yang baik bagi orang Yahudi itu Kaum Muslimin. Tetapi ironinya justru orang-orang Yahudi di Turki Utsmani itu berkhianat.

Mereka justru bekerjasama dengan Bangsa yang pernah membantai mereka untuk menumbangkan Turki Utsmani dari dalam.
Mereka canggih, sampai menurut Dr. Henry Shalahudin, ternyata ada Syaikhul Islam yang di Turki Utsmani itu yang Free Masonry. Nanti tokoh- tokoh Turki muda dibina oleh Free Masonry.

Ketika Sultan Abdul Hamid masih kokoh dengan Islam, menolak kompromi dengan Yahudi sama sekali, menolak bantuan Yahudi untuk ditukar dengan tanah Palestina. Akhirnya Sultan Abdul Hamid disingkirkan dengan cara yang sangat halus. Disiapkan generasi muda yang Liberal.
Free Masonry itu semboyannya :
Liberty, Equality, Fraternity

Jadi dengan gerakan Liberalisasi, Sekularisasi pada tokoh-tokoh Turki muda ini yang nanti pelan-pelan otomatis menggantikan Sultan Abdul Hamid sebagai Khalifah.

Sekarang yang terpenting bagi kita adalah kita mengamalkan pesan Nabi SAW :

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah; (HR Muslim) .

Jadi kenapa umat Islam diperlakukan seperti ini? Karena lemah.
Nabi Muhammad SAW dulu beliau wafat, beliau meninggalkan Al Qur’an dan Sunnah dan Generasi yang kuat yang menjaga Al Qur’an dan Sunnah. Itulah Generasi Khulafaur Rasyidin, generasi Sahabat sampai mampu merebut Roma dan Syam.

Sekarang seharusnya umat Islam berfikir bagaimana mereka bisa menjadi kuat? Bagaimana kita ini bisa menjadi Khoiru Ummah agar tidak diperlakukan semena-mena?
Kita tidak bisa menyalahkan orang lain saja, kenapa kamu begini? Justru telunjuk harus diarahkan kepada diri kita, kenapa kita lemah?

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here