Dr. Adian Husaini

13 Ramadhan 1442 / 25 April 2021



Sejarah Perjuangan Umat Menghadapi Tantangan.

Sejarah adalah bagian dari ilmu yang harus dipelajari. Hukumnya fardhu ain untuk memahami sejarah dengan benar. Karena Al Qur’an itu sebagian besar isinya adalah sejarah.
Sekarang ini sejarah perjuangan umat Islam Indonesia menghadapi tantangan.

Mengapa penting dan wajib memahami sejarah dengan benar?

Saya berharap momentum hebohnya kamus sejarah yang menghilangkan beberapa Tokoh Islam yang penting seperti KH Hasyim Asy’ari, Muhammad Natsir, Syafrudin Prawiranegara, Ir. Juanda itu mudah- mudahan menyadarkan bahwa sejarah ini harus menjadi perhatian yang sangat penting.

Orang lain sangat peduli itu dan penjajah Belanda pun sangat tahu pentingnya sejarah sehingga salah satu proyek besar mereka untuk melestarikan penjajahan mereka dengan mengubah sejarah jadi versi mereka. Itu yang dilakukan oleh Rafles 5 tahun di Indonesia saja dia menulis buku sejarah.

Kita sekarang baru heboh ketika muncul buku sejarah yang tokoh-tokoh PKI dimasukkan, tokoh-tokoh Islam hilang. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bahwa sejarah itu begitu penting.

1. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an tentang sejarah. Ada yang menyebut sampai 2/3. Al Qur’an itu sejarah tentang kisah Nabi Adam, kisah para Nabi yang lain sampai kisah Nabi Muhammad SAW, kisah Ashabul Kahfi, Ashabul Uhdud, kisah Luqman Al Hakim dan berbagai kisah yang lain.
Kisah penciptaan manusia, itu sejarah semua.

2. Sejarah itu kita membaca masa lalu untuk melangkah ke depan.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Kita melihat masa lalu bukan sekedar agar tahu, tetapi untuk mengambil pelajaran untuk kita melangkah ke depan. Sejarah itu seperti kaca spion kalau kita naik mobil. Kita tidak bisa melihat ke depan dengan benar kalau kita tidak melihat ke belakang dengan benar.

3. Seorang Tokoh Yahudi yang masuk Islam, namanya Muhammad Asad menulis buku Islam at The Cross Road. Dalam bukunya dia menulis : “No civilization can prosper or even exist after having lost this pride and the connection with its own past”.
(Tidak ada suatu peradaban yang akan eksis jika peradaban itu telah hilang kebanggaannya atau dia hilang hubungannya dengan masa lalu).

Menurut saya ini rumus kebangkitan suatu bangsa atau suatu peradaban adalah dua hal ini :

1. Punya rasa bangga.

Kalau kita lihat bangsa-bangsa, seperti Amerika, kenapa mereka membangun simbulnya dengan burung elang. Lambang negara kita kan Garuda. Saya tak pernah tahu apa ada negara yang simbulnya burung emprit, atau burung Blekok, atau Kecoak …
Itu simbul yang terkait dengan kebanggaan.

Amerika saja sampai punya toilet American Style. Itu untuk menanamkan kebanggaan bangsa. Mereka juga membuat film-film yang membangun, film Rambo, film-film Cowboy. Mereka itu selalu berusaha membangun kebanggaan.

Islampun juga begitu. Tetapi islam membangun kebanggaan dengan iman dan takwa.

Bangsa Yahudi membangun kebanggaan dengan darah. Ideologynya : “We are the choosen people”. Di dalam Al Qur’an dikatakan :
“Nahnu auwliya’ullah min duninas”.
(Pernyataan ini dibantah Allah dalam Surat Al Jumu’ah ayat 6).

Fanatisme bangsa Yahudi itu terkenal. PBB pun menyebut Zionisme sebagai suatu bentuk Rasisme. Itu mereka membangun kebanggaannya.

Umat islam ini sekarang sedang dihancurkan. Umat Islam dibuat untuk tidak bangga. Kalau bangsa atau umat sudah tidak ada kebanggaannya dia tidak akan eksis peradabannya. Karena dia akan menjadi konsumen dari peradaban lain. Tidak ada lagi yang akan anda banggakan.

Sekarang orang islam begitu. Apa sih yang dibanggakan orang Islam itu?
Kita sekarang bisa membanggakan jumlah kita paling besar. Pemeluk agama terbesar di dunia sekarang umat islam.

Kita bangsa Indonesia harus dicari, kebanggaan kita apa? Salah satu yang menarik menurut saya sekarang adalah survey-survey yang dilakukan oleh dunia internasional sekarang, masyarakat Indonesia yang mengatakan agama sangat penting itu masih 93-96%. Jauh di atas Jepang yang tinggal 10%. China tinggal 3%.
Inggris, Jerman, Perancis rata-rata 10%.

Itu menjadi kebanggaan kita bangsa Indonesia bahwa masyarakat kita masih menempatkan agama menjadi faktor yang sangat penting. Kalau sudah hilang kebanggaannya, kata Muhammad Asad bangsa itu nggak akan berkembang, nggak akan jaya lagi.

2. Dia terputus dari sejarahnya sendiri

Dalam pelajaran sejarah kepada kita dulu dan kepada anak-anak islam telah dirancang betul, bahkan sejak zaman penjajah bahwa kita diputus dari sejarah Perjuangan para Nabi, Perjuangan Rasulullah SAW. Kita dibelokkan ke sejarah Mojopahit. Bangsa kita ini besar karena pernah punya kerajaan hebat namanya Mojopahit dan Patih yang hebat namanya Gadjah Mada. Rajanya Hayam Wuruk.

Dulu ada sejarawan Belanda namanya Prof. Dr. C.C. Berg pernah menulis journal bahwa wilayah Mojopahit itu sebenarnya hanya Jawa Timur dan Madura saja. Bahwa kerajaan lain pernah ditaklukkan benar, tapi menyatukan Nusantara menjadi satu kesatuan negara sebetulnya tidak terjadi. Di Bandung itu belum ada jalan Gadjah Mada. Sepertinya orang Bandung belum mau mencantumkan nama jalan Hayam Wuruk atau Gadjah Mada.

Turki diputus sejarahnya dari Turki Osmani. Caranya hurufnya diubah. Dulu selama ratusan tahun bangsa Turki Osmani memimpin dunia. Literasinya menggunakan bahasa Turki tapi huruf Arab. Sama dengan kita, bahasanya Melayu tetapi hurufnya Arab. Persia dan Urdu juga begitu.

Kalau di Persia hurufnya masih Arab. Kita dulu ratusan tahun bangsa kita menggunakan huruf Arab tapi bahasanya Melayu.

Ketika huruf itu diganti, banyak generasi berikutnya yang terputus dari sejarah. Dia tidak mengenal lagi kitab-kitab para ulama dulu. Akhirnya menganggap bahwa seolah-olah di Indonesia ini tidak pernah ada peradaban islam. Padahal ribuan kitab ulama kita ditulis dalam huruf Arab.
Saya menyadari betul betapa hebatnya khazanah islam melayu ketika saya mengambil S3.

Saya mengambil mata kuliah berjudul “Reading in Malay metaphysical literature”. Antara lain membaca Kitab Syeikh Nuruddin Ar-Raniri : Hujjat al-Siddiq li Daf az-Zindiq (Pembuktian Ulama dalam Membantah Penyokong Bidah). Kitab-kitab itu luar biasa, membahas pemikiran-pemikiran yang sangat tinggi. Pengembangan metafisika itu abad ke 17.

Kalau kita membaca sejarahnya Ratu Syafiatuddin di Aceh , beliau dilahirkan tahun 1612. Bayangkan seorang perempuan di zaman itu. Beliau menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Spanyol. Ratu Syafiatuddin ini ahli ilmu, puteri dari Sultan Iskandar Muda. Di zaman itu perkembangan keilmuan di Aceh sangat tinggi.

Kalau Kartini di akhir abad 19 dalam sejarahnya yang diperjuangkan Kartini itu sangat sederhana, yaitu Emansipasi pendidikan untuk perempuan. Bagaimana perempuan Jawa elit masih dipingit dan tidak mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan laki-laki. Padahal itu akhir abad 19.
Sedangkan pendidikan islam di Nusantara ini pada abad ke 16 di Aceh telah melahirkan seorang Laksamana. Namanya Malahayati. Beliau diangkat menjadi Panglima Perang Kerajaan Aceh.

Kalau kita bicara emansipasi, kemajuan perempuan, di Nusantara ini jauh sebelum Kartini sudah ada jendral perempuan. Malahayati berperang melawan armada Belanda. Duel satu lawan satu melawan Cornelis de Houtman dan menang.

Kita mestinya harus adil, kalau ada Hari Kartini perlu ada Hari Malahayati, Hari Safiatuddin, karena mereka perempuan-perempuan hebat di Nusantara yang telah memimpin pasukan perang Kerajaan Aceh. Ada lagi Cut Nyak Dien

Rahmah el Yunusiah di awal abad 20. Rahmah el Yunusiah adalah wanita pertama di luar Al Azhar Cairo yang diberi gelar Syeikhah atau Ulama Perempuan Pertama oleh Al Azhar. Bahkan Al Azhar terinspirasi oleh idenya Rahmah el Yunusiah yang mendirikan Diniyah Puteri Padang Panjang. Beliau ulama perempuan ahli kesehatan juga karena belajar Kedokteran dan juga belajar Senam. Beliau juga mendirikan laskar, memimpin perang bergerilya di hutan.

Jadi kalau kita mau membanggakan sosok perempuan di Indonesia itu tidak kurang jumlahnya. Di Bone ada seorang ratu yang hebat, namanya Ratu Siti Aisyah We Tenriolle ratu di kerajaan Tanette di Sulawesi Selatan. Dia ahli sastra. Bisa dicek di Wikipedia.

Dulu kenapa Prof Harsya Bahtiar tahun 1979 menulis suatu artikel di Harian Kompas, waktu itu beliau jadi Guru besar UI dan juga Kepala Litbang P&K. Beliau menulis artikel yang menyebutkan bahwa mengangkat Kartini sebagai simbul sosok perempuan Indonesia sampai hari lahirnya diperingati, tidak terlepas dari usaha Abendanon dan Snouck Hurgronye. Mereka menggunakan politik etis untuk melakukan Westernisasi di Indonesia.

Bukannya kita merendahkan Kartini, tidak. Kartini orang hebat tapi jangan sampai mengangkat Kartini memperingati Hari Lahirnya, tapi orang Indonesia tidak kenal ada perempuan- perempuan hebat di Nusantara. Itu tidak adil. Jangan sampai anak-anak tidak kenal siapa Malahayati, Safiatuddin, Rahmah el Yunusiah, Siti Aisyah We Tenriolle, Nyai Ahmad Dahlan dan sebagainya.

Suatu peradaban tak akan berkembang kalau sejarah terputus.
Allah SWT berfirman:

لَـقَدْ كَا نَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ ۗ 

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. .” (QS. Yusuf 12: Ayat 111)


Setiap Komunitas Berusaha Memahami dan Menafsirkan Sejarah Sesuai Worldview masing-masing

Kita tidak heran misalnya kamus sejarah ini mengangkat Tokoh-tokoh kiri. Tidak aneh, karena memang Dirjen Kebudayaannya selama ini pemikirannya kita ikuti. Dan dia jelas ingin memasukkan komunis itu juga bagian dari sejarah Perjuangan Indonesia. Bukan aneh, karena sejarah tergantung siapa yang menulis.

Sejarah tidak mungkin obyektif. Mesti unsur Subyektifnya masuk. Bukan berarti Subyektif nanti mengganti obyektif tak bisa. Obyektif itu harus, Subyektif juga pasti karena sejarah itu bukan sekedar mengungkapkan fakta, tetapi juga memilih fakta. Merekonstruksi fakta dengan cara pandang tertentu.

Contoh majalah Media Hindu Edisi Oktober 2011. Itu menulis judul covernya : “Kembali ke Hindu bila Indonesia ingin berjaya kembali seperti Majapahit”.
Jadi orang Hindupun punya cara pandang sejarah.

Kalau kita orang islam yakin Indonesia akan besar kalau dia mengikuti garis perjuangan Para Nabi. Itu caranya orang Islam yang ditawarkan Pak Natsir dulu.

Majalah Media Hindu itu terang-terangan mengatakan :
“Namun atas dasar pendapat tersebut di atas, mustahil suatu bangsa menjadi maju apabila mayoritas rakyatnya masih menganut agama yang faktanya menggusur budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu harus kembali ke agama yang dapat memelihara dan mengembangkan budaya bangsa, sebagai syarat mutlak untuk menjadi Negara Adidaya. Satu-satunya agama yang dapat menumbuh-kembangkan budaya bangsa adalah Hindu, karena memang sejak dahulu kala bangsa ini beragama Hindu, yang kemudian menimbulkan budaya bangsa yang adiluhung.

Kita menghormati semua pendapat, bahwa orang Hindupun meyakini kalau mau Indonesia besar kembali ke agama Hindu.

Maka program mereka :
Kembali menjadi Hindu adalah mutlak perlu bagi bangsa Indonesia apabila ingin menjadi Negara Adidaya ke depan, karena hanya Hindu satu- satunya agama yang dapat memelihara & mengembangkan jati diri bangsa sebagai modal dasar untuk menjadi Negara maju.

Sekarang orang Islam punya keberanian atau tidak untuk mengatakan seperti itu ? bahwa bangsa Indonesia akan maju kalau menerapkan islam. Orang Hindu meskipun dia minoritas di Indonesia, dia punya keberanian menyampaikan itu.


Sejarah Asal-Usul Manusia

Ini sejarah juga, dan ini sejarah yang fatal sekali di kurikulum kita, karena dibuat suatu deskripsi bahwa yang namanya manusia Indonesia itu adalah bentuk sempurna dari makhluk bernama Hominid, sebangsa kera.
Pithecanthropus Erectus itu adalah Hominid dari Jawa. Ini kurikulum resmi sampai sekarang. Pithecanthropus Erectus atau manusia purba adalah sejenis kera. Nanti berkembang terus jadilah manusia Homo sapiens

Sejarah Indonesia untuk SMA/MA kelas X berdasarkan kurikulum 2013

– Manusia sekarang adalah bentuk sempurna dari sisa-sisa kehidupan purbakala yang berkembang dari jenis hominid bangsa kera.

Cara mengajar sejarahnya mengatakan bahwa agama bukan sains. Jadi kalau manusia dari kera itu pendekatan sains, bukan pendekatan agama.

Pendekatan agama dan pendekatan sains (ilmu pengetahuan) dalam upaya memahami realitas alam semesta adalah berbeda. “Agama berada dalam tingkat eksistensial dan transendental (soal rasa, soal hati). Sedangkan sains berada dalam tingkat faktual (soal pembuktian empiris). Dengan kata lain agama dan sains memiliki otonomi masing-masing. Itu tidak berarti keyakinan keagamaan tidak rasional. Perasaan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu tetap dapat dijelaskan secara rasional. Singkatnya agama dan sains (ilmu pengetahuan) tidak perlu dicampur adukkan.

Ini tidak benar! Sangat berbahaya. Kasian anak-anak sejak SMA dicekoki dengan cara berfikir sekuler begini. Bahwa kalau manusia dari kera itu adalah pendekatan sains. Manusia dari Adam itu pendekatan agama. Tidak rasional -katanya. Ini tidak benar.
Bahwa manusia dari kera ini bukan empiris. Tidak ada pembuktian empirisnya.

Mereka hanya meneliti tulang. Tetapi bagaimana bahwa tulang itu menjelaskan asal-usul manusia? Itu sudah rekonstruksi filosofis. Itu khayalan bukan empiris, bukan fakta. Faktanya hanya tulang. Ini cara berfikir yang tidak benar.

Harusnya masalah filsafat ilmu diajarkan sejak SD, meskipun dengan pendekatan yang sederhana. Mencari ilmu itu wajib, tapi sejak di SMA anak-anak sudah diajarkan bahwa pelajaran agama soal rasa, soal hati.

Lalu bagaimana soal asal usul manusia? Dalam Al Qur’an manusia itu dari Adam. Adam itu Nabi. Dan tidak mungkin kera menjadi manusia karena manusia itu dan kera perbedaannya bukan pada struktur Gen, meskipun Gen simpanse dengan manusia itu katanya 99% sama. Perbedaan manusia dan kera bukan hanya struktur Gen, tapi ada Ruh (jiwa) yang berbeda, ada akal yang berbeda.

Sejak saya SMA sudah tidak puas dengan pendekatan ini yang dikatakan seolah-olah empiris dalam sejarah. Kalau dalam sekolah kita sejarah dihilangkan satu tahapan penting dari sejarah manusia yaitu sejarah pergulatan antara Adam dengan Iblis. Itu penting, di Al Qur’an kisah itu diulang -ulang dalam beberapa Surat. Menunjukkan betapa pentingnya karena iblis itu sampai sekarang masih ada dan iblis masih melanjutkan usahanya untuk menyesatkan manusia. Tidak puas hanya seorang Adam dan Hawa saja yang dia sesatkan.

قَا لَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُ غْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ 

“(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya” (QS. Sad 38: Ayat 82)

Al Qur’an itu menceritakan perjalanan sejarah manusia dari surga, kemudian ketika di alam arwah. Di dunia ini kita melanjutkan kembali episode sejarah perjuangan menegakkan kalimah Tauhid.

Sejarah kita bukan sejarah monyet. Kalau sejarahnya monyet, ujung- ujungnya tujuan hidup manusia itu supaya survive, supaya manusia bisa cari makan. Hanya itu saja buku sejarah.

Pendidikan kitapun diarahkan bagaimana supaya kamu bisa cari makan. Bukan bagaimana kamu menjadi orang bertauhid, beribadah kepada Allah semata-mata.
Itulah yang beda. Karena salah sejarah, ke depannya salah juga.

Saya mengusulkan bahwa theori kebutuhan primer manusia itu ditambah. Jangan hanya sandang, papan, pangan. Karena manusia itu adalah jiwa dan jiwa itu butuhnya dzikir, ibadah.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Kebutuhan jiwa yang paling primer adalah ibadah, berdzikir.

 اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ 

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Kalau manusia tidak berdzikir pasti hatinya tidak bahagia. Harusnya dalam pelajaran sekolah di ubah. Kebutuhan primer disamping sandang, papan, pangan juga berdzikir.


BERSAMBUNG BAGIAN 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here