Dr.dr.M. Masrifan Djamil, MMR. MPH

1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021


Bagaimana kita melihat alam ini, nggak jauh-jauh karena di tubuh kita. Mengapa tubuh kita bisa berfungsi dengan baik? Betapa menakjubkan proses penciptaan manusia yang seperti pabrik tetapi canggihnya luar biasa. Allah tidak datang, tapi hanya memproses dari bapak ada spermatozoa dan dari ibu ada sel telur. Kok bisa dari jauh begitu Allah bisa menciptakan demikian ini ?

Memang kadang-kadang ada yang dibentuk cacat, misalnya sumbing, cacat jantungnya katup tidak sempurna dan seterusnya. Tetapi itu memang by design untuk orang itu untuk supaya diuji.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ 

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” -(QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِ نْسَا نِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًـا مَّذْكُوْرًا(1) اِنَّا خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَا جٍ ۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا(2)

“Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan 76: Ayat 1-2)

Manusia diuji, karena itu diberi modal pendengaran dan penglihatan. Maka kita perlu untuk berdo’a agar disehatkan telinga dan mata kita.
Dua organ ini menjadi modal.

Rasulullah tiap pagi dan petang selalu berdo’a memohon kesehatan. Padahal beliau ini manusia yang paling sehat. Beliau tak pernah sakit. Beliau sakit waktu diracun oleh seorang Yahudi. Diriwayat lain disebut disihir. Sepanjang hidup beliau jarang sekali ada demam. Ketika beliau diracun, demamnya luar biasa.

Beliau SAW bersabda :
“Sesungguhnya demikianlah kami (para nabi). Ujian dilipatgandakan bagi kami dan pahala kami juga dilipatgandakan”. (HR Ibnu Majah).

Pendengaran dan Penglihatan adalah modal yang penting. Jangan sampai kita menyia-nyiakan telinga dan mata kita. Carilah kegiatan sehingga mendengar dan melihat yang baik- baik.

Pernah saya katakan : “Kalau anda sudah merasakan keindahan Murotal Al Qur’an dibanding musik di mobil anda, maka itulah saatnya. Tetapi kalau masih ada rasa bosan mendengar bacaan Al Qur’an berarti anda belum sampai kesana. Tetapi itu bisa dilatih”.

Mahasiswa bimbingan saya di Pasca Sarjana menemukan penelitian bahwa bacaan-bacaan Al Qur’an itu bagus untuk menyembuhkan orang sakit. Orang sakit yang diobati di rumah sakit sebaiknya disertai bacaan Al Qur’an. Baik dia sendiri yang membaca ataupun dia mendengarkan bacaan Al Qur’an. Ternyata penyembuhannya berbeda. Akan lebih cepat yang mendengarkan Al Qur’an. Ini sudah dibuktikan dengan uji statistik. Berarti dapat menambah keimanan kita.

Luar biasanya setelah diciptakan bayi dalam rahim, selnya diberi kemampuan tumbuh!
Kita lihat tumbuhan yang ditanam petani. Apakah petani yang menumbuhkan?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗۤ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ

“Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?” -(QS. Al-Waqi’ah 56: Ayat 64)

Bayi sama seperti tumbuhan ini. Setelah ibu melahirkan, bayinya lahir sekecil itu, kurang lebih 34 cm panjangnya dan beratnya minimal 2,5 kg. Karena kalau kurang namanya BBLR (Berat badan lahir rendah).

Yang luar biasa, selnya berkembang sendiri, membelah sendiri, bagaimana logikanya ? Si bayi tidak mengerti, dia hanya diam saja, menangis, minum, BAB dan BAK. Orang tuanya juga hanya menggendong. Jadi sel itu tumbuh bekerja mandiri, tuan rumahnya tidak mengendalikan.

Di suatu pengajian saya sampaikan pada jama’ah : Orang yang sakti di TV, Pak Limbad itu , apakah dia bisa mengendalikan selnya? Tidak bisa!
Seorang Presiden yang sehebat Pak Jokowi juga tidak bisa mengendalikan selnya. Maka dari itu ada orang yang tiba- tiba selnya berubah menjadi sel kangker. Wallohu alam, hanya Allah yang tahu.

Dari ilmu sel ini ketemu pengetahuan baru terus. Ketika saya masuk S3 Kedokteran ada kuliah judulnya Bio molecular. Ilmunya sangat luar biasa, ternyata banyak hikmah. Saya dapat mengikuti perkembangan sampai ke tingkat sel yang makin kecil. Ketemu zat-zat baru yang belum diketemukan manusia. Penemuan berikutnya ketemu lagi. Demikian seterusnya.

Yang terakhir ada ACE2 (angiotensin converting enzyme 2) yang berkolaborasi dengan Virus Sarscov-2 atau Virus penyebab Covid-19. Virus ini kalau ketemu ACE2 dia nempel dan masuk ke dalam sel tuan rumah. Orangnya tak tahu juga, tahu-tahu batuk-batuk, pilek kemudian sesak nafas. Ada yang sesak nafas berat dan masuk ICU, ada yang dipanggil Allah dan ada yang sembuh kembali.

Di dalam internalnya sel itu, molekul terdiri dari atom yang lebih kecil lagi. Molekul itu bekerja secara terus menerus 24 jam kita tidak tahu.
Ini untuk membangun qolbu kita.
Qolbu kita diasah agar menjadari :
Allohu Akbar- itu apa?
Subhanallah – itu apa?
Alhamdulillah – itu apa?

Dengan mengasah qolbu, kita dari hari ke hari berusaha mendekat kepada sang Pencipta Allah SWT.
Dzikir yang paling dianjurkan adalah :

سُبْحَانَ اللّهِ – والْحَمْدُللّهِ – وَ لا اِلهَ اِلَّا اللّهُ – وَ اللّهُ اَكْبَرُ

“Subhanallah, Walhamdulillah Walaa ilaha illallah Wallahu akbar”
(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar)

Janganlah ini dinyanyikan karena ini dzikir, bukan nyanyian. Hikmahnya luar biasa bila mengetahui sel yang dititipkan Allah itu tumbuh berkembang sendiri. Memperbanyak diri sendiri menjadi seperti kita ini.

Sel ini menyusun tubuh kita. Jumlahnya yang terakhir saya baca 70 Triliun. Pertama kali direlease 7 Triliun. Hitungan diperbaiki terus. Karena menghitungnya hanya sample. Misal jantung diambil berapa ml atau cm³ diteliti jumlah selnya kemudian dikalikan seluruh beratnya. Padahal manusia beda-beda. Ada yang besar ada yang kecil.

Kita terus menerus bertasbih itu relevansinya antara lain mengagumi ciptaan Allah terhadap sel yang dititipkan kita.

Rasulullah menyuruh kita bertasbih 100 kali :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim
(“Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung”).

Bertasbih hanya 100 kali, kira-kira hanya 2,5 menit selesai


Kehebatan Allah Memelihara Makhluk

Yang harus kita contoh, Allah memelihara semua sel yang jumlahnya 70 Triliun. Tidak ada satupun yang terlewatkan, atau bahasa Jawa nya tidak ada yang kapiran.

Kalau difikir kita ini apa?
Sebagai Pemimpin belum tentu bisa sama memperlakukan semua anggotanya. Artinya ini menunjukkan bahwa Allah yang berada di Arsy (versi lain mengatakan berada di mana- mana) memelihara sel yang dititipkan pada tubuh ibu sebagai janin itu.
Allah memelihara secara remote. Sel tumbuh sendiri, diberi kemampuan mencari makan sendiri.

Sel diberi kemampuan untuk bernafas mengambil oksigen. Paru-parunya bisa menyeleksi mana oksigen dan mana yang bukan. Yang bukan dibuang. Maa syaa Allah. Maka qolbu kita diasah untuk memahami itu. Kita harus membentuk qolbu kita untuk terus menerus bersyukur kepada Allah. Titipan ini nanti kita pertanggung jawabkan. Mudah-mudahan dengan kasih sayangNya kita diridhoiNya. Kemudian kita memperoleh SurgaNya.

Pembuluh darah juga bukan kita yang mengurus. Dari pembuluh darah besar, sampai yang kecil dan kapiler. Berdampingan di dalam tubuh ini antara kapiler dan sel, tapi tidak ada tembusannya. Eritrosit (sel darah merah) dalam kapiler hanya jalan saja. Dia jalan terus sambil mengirim oksigen. Dan selnya mengirim sisa dari proses metabolisme. Ada sampah- sampah dikembalikan kepada pembuluh darah dengan mekanisme yang disebut difusi.

Luar biasa kalau kita mempelajari tubuh kita, tidak habis-habis.
Dr.dr. Zainal Mutaqin Sofro telah menerangkan bagaimana hebatnya tubuh kita. Saat ini kita mengkaitkannya dengan qolbu kita agar besuk kelak kita dapat bertemu dengan Allah dengan qolbun Salim.
Qolbu kita akhirnya sudah faham betul bahwa kelak akhir kehidupan kita bagaimana.


Strategi Menjaga Qolbu

Maka kita harus menekan hawa nafsu, meski tetap ada tetapi tidak mengganggu yang lain. Yang membesar adalah Al Fuad ( di dalamnya ada akal) , Ash Shadr dan An Nafs.

Sehingga kita bisa menerima seruan Allah, misalnya :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” -(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Jadi ujung semua ibadah itu la’allakum tattaquun (agar kamu bertakwa)
Sebagaimana dalam Surat Al Baqarah ayat 21 :

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَا لَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21)


Puasa adalah Puncak Kesabaran Ibadah

Puasa adalah puncak kesabaran ibadah. Kata orang puncak kesabaran ibadah adalah Haji. Memang benar karena pada saat Haji kita ketemu banyak orang yang berbeda dari berbagai asal.

Ibadah Puasa tak bisa dipamerkan. Yang mau diposting apanya? “Alhamdulillah puasa Ramadhan ..?” Nggak bisa, karena kita puasa atau tidak, tidak ada yang tahu.
Shalat Tahajud jelas kelihatan gerakan shalatnya. Naik Haji juga kita kelihatan ada di Mekkah. Membaca Al Qur’an juga kelihatan kita sedang mengaji. Semua bisa difoto dan diposting. Tetapi Puasa tak ada yang bisa diperlihatkan.


Halangan Qolbu

Kita ingat kembali halangan qolbu ada delapan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنْ كَا نَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ وَاِ خْوَا نُكُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَا لُ ٱِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَا رَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَا دَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَا دٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

“Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 24)

Halangan Qolbu adalah :

1. bapak-bapakmu
2. anak-anakmu
3. saudara-saudaramu
4. istri-istrimu atau suami, bisa menggelincirkan kita untuk tidak menjadi orang yang sabar, beriman dan bertakwa
5. keluargamu atau teman.
Digosipkan sedikit sudah grogy. Kalau orang yang sudah kuat dia tak akan goyah dengan pendapat orang lain. Jadi lingkungan kita kadang-kadang mengganggu.
6. harta kekayaan yang kamu usahakan
Ada yang sampai ketakutan. Kita baca dikoran ada orang punya harta bermilyar-milyar tak bisa tidur. Karena bingung mau menyimpan dimana. Mau ditaruh di bank takut jika Bank nya bangkrut. Mau ditaruh di rumah takut dicuri orang.
7. perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya
8. rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. Rumah dibangun terus, kurang besar diperbesar. Kurang halus lantainya diganti. Kurang cahaya ditambah lampu. Kurang dingin ditambah AC.

Kalau itu semua meningkatkan ibadah kita, tidak apa-apa. Tetapi kalau tidak, maka itu semua namanya Hambatan.


Puasa juga ada Hambatannya

Kita mampu puasa itu karena dilatih. Maka kita bersyukur pada orang tua kita yang telah melatih kita puasa.
Ada orang yang tidak kuat puasa karena tidak dilatih. Atau mungkin juga karena sakit lambungnya dan seterusnya.

Kemarin saya ditanya, kenapa orang sakit maag kok malah disuruh puasa? Bagaimana nanti lambungnya?
Karena ketika masuk Ramadhan hatinya lebih tenteram. Dia ingin mengabdi kepada Allah dengan setulus-tulusnya. Makin banyak ibadah. Biasanya tidak khatam Al Qur’an saat Ramadhan bisa khatam. Biasanya tidak ke masjid, saat Ramadhan terus Tarawih di masjid. Akhirnya lupa penyakitnya. Asam lambungnya tidak kumat lagi.


Fakta Puasa

Tentang ungkapan-ungkapan, masih ada ustadz yang mengatakan bahwa ada hadits :

صُومُوا تَصِحُّوا

“Berpuasalah Maka Kamu Akan Sehat”
(Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Thibbun Nabawi)

Meskipun artinya bagus namun ini adalah hadits dhoif, dinyatakan oleh Al Albani. Artinya diragukan bahwa ini berasal dari Nabi. Bahkan ada yang sampai mengatakan ini hadits Maudhu atau palsu. Misalnya Ash Shaghani.
Boleh saja mengatakan Puasa itu bermanfaat tetapi jangan mengatakan itu berasal dari Nabi. Karena nanti akan kena pasal :

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari Muslim).

Jadi begitu dia memalsukan hadits langsung masuk neraka.

Kita pernah mendengar hadits palsu buatan Indonesia :
“Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jumat (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “Ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan doa ku ini,” jawab Rasullullah.
Tak Diterima Puasa Jika Belum Bermaafan Menjelang Ramadhan, Benarkah?
Do’a Malaikat Jibril itu adalah: “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
Tak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri
Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya”.

Hadits di atas aslinya berbunyi lain. Kemudian diplesetkan, jadilah hadits palsu buatan Indonesia, karena tidak ada di kitab hadits manapun. Kalau palsu dari Arab masih ada kitab haditsnya. Akibat hadits palsu itu muncullah budaya saling minta maaf di Indonesia lewat WA menjelang Ramadhan di Indonesia. Aneh juga tidak tahu apa salahnya kok minta maaf?

Bahwa Puasa memberi manfaat kesehatan akan memperkuat iman kita. Jangan dikatakan ini dari Nabi.
Tujuan Puasa Ramadhan adalah menjadi orang yang bertakwa, adapun Puasa hikmahnya di bidang kesehatan.


Study Tentang Puasa

Ada study yang dilakukan oleh Naser M Al-asswad dia melihat bagusnya orang puasa untuk orang diabetes.
Orang diabetes pada saat puasa, otomatis darahnya akan lebih terkendali dan gula darahnya turun.

Kesimpulannya dalam Journal of Pure & Applied Science : This study demonstrated that Ramadhan fasting is secure for patients with type 2 diabetes and it could be beneficial for those who are well controlled and balanced.

Syaratnya sudah teratur sebelumnya.
Masuk Ramadhan lebih bagus lagi darahnya karena efek dari Puasa. Tapi ini bukan tujuan puasa. Ini adalah efek keuntungan menjadi lebih sehat.

Seorang china bernama Zenz G tahun 2019 : Intermittent Fasting Exacerbates the accut immune and behavioral sickness responds to the viral mimic poly (I:C) in Mice. Frontiers in Neuroscience , 13.

Ada beberapa virus diteliti ternyata orang berpuasa lebih kebal dibanding orang yang tidak puasa. Dia menyimpulkan Puasa meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah infeksi virus.

Dari sini saya meyakini puasa menambah kekebalan dan saya mengajak jama’ah masjid untuk kembali ke masjid. Arus angin dalam masjid harus searah. Tetap ada AC tapi jendela dibuka dibantu dengan kipas angin. Jadi bagi yang laki-laki kembali ke masjid, tetapi kalau yang perempuan boleh shalat di rumah. Bahkan Rasulullah mengatakan bahwa bagi perempuan lebih utama shalat di rumah.

Peneliti lain, wanita bernama Cheng C dari China tahun 2014 meneliti dengan judul : Prolonged fasting reduces IGF1/PKA to promote hematopoietic – stem cell – based. (Puasa yang lama mengurangi zat-zat yang dianggap kurang baik sehingga kesimpulannya meningkatkan sistem imun dan menghambat penuaan)

Kalau ingin awet muda, jawabannya adalah puasa. Tapi tidak berarti tak pernah tua, hanya penampilannya saja yang awet. Kerutan pada wajah tidak banyak.

Khalid S Aljaloud meneliti kalau puasa intermittent seperti Ramadhan akan menghasilkan kebaikan metabolisme kardiovaskular, dengan supervisi dokter. Secara psikhis juga puasa Ramadhan berefek positif.
De Cabo R tahun 2019 meneliti dan membuat resume seluruh aspek kebaikan atau manfaat puasa.


Amalan Qolbu Puasa.

Jika orang mau nipu mengaku puasa tapi tidak puasa juga bisa. Di kamar sendiri mau minum juga tak ada orang yang tahu. Jadi betul -betul kendali puasa hanya dirinya dan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Qudsi :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari Muslim)

Pahala Puasa oleh para ulama dinilai tanpa batas, sama dengan pahala sabar, atas dasar surat Az Zumar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَ رْضُ اللّٰهِ وَا سِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang sabar diberi pahala oleh Allah tanpa batas. Karena unsur paling utama dalam puasa adalah sabar.

Maka pekerjaan qolbu yang paling berat memang Puasa, bukan Haji. Kalau Haji memang berat secara fisik karena perjalanannya jauh. Ketemu orang yang aneh-aneh. Ada yang ngeyelan, ada yang pemaaf, ada yang suka melayani.

Kalau ibadah puasa hanya dirinya dan Allah yang tahu. Maka kalau kita puasa (sunah) jangan menunjukkan diri kalau puasa, kecuali kalau terpaksa misalnya akan dijamu makan. Jadi sebaiknya kita membiasakan diri menyimpan ibadah kita sebagai rahasia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak- teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hambatan puasa antara lain kalau dia berkata keji , tidak batal puasanya akan tetapi hilang pahalanya.
Untuk mengatasi hambatan inilah amalan qolbu yang tidak bisa muncul sendiri, harus dilatih.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here