Dr.dr.M. Masrifan Djamil, MMR. MPH

14 Sya’ban 1442 / 27 Maret 2021



Pendahuluan

Kita hendaknya selalu bersyukur dan selalu bershalawat kepada Rasulullah SAW karena dengan bershalawat itu kita mendoakan beliau mudah- mudahan selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan kita juga dalam melaksanakan ibadah bisa meniru apa yang dituntunkan. Masalah taat kepada Allah SWT dan taat kepada Rasulullah SAW ada di 33 tempat dalam Al Qur’an. Jadi cukup banyak.

Di masa sekarang ini banyak orang yang taatnya pada Allah SWT dan Rasulullah, tapi juga taat kepada tradisi. Mudah-mudahan kita meniru Sahabat Umar bin Khattab r.a yang begitu masuk islam , seluruh sifat- sifatnya menyesuaikan diri dengan agama Islam. Semua tradisi yang bertentangan dengan agama beliau tinggalkan. Tidak lagi mengagung- agungkan kata-kata yang sering terucap : “Ini kan tradisi, ini kan tinggalan dari nenek moyang”.

Ada teman yang senang melakukan berkumpul dengan keluarga di bulan Sya’ban. Berkumpul keluarga itu bagus, tetapi kalau dikaitkan dengan syari’at kita tidak punya dalilnya. Karena dalilnya bulan Sya’ban itu justru untuk mempersiapkan diri puasa sebanyak- banyaknya sebagaimana Rasulullah SAW.

Isteri beliau Aisyah r.anha sampai tidak tahu lagi kapan beliau berbuka puasa. Para Sahabat juga mengatakan bahwa di bulan Sya’ban Rasulullah sangat sering berpuasa. Bahkan ada ulama yang menyampaikan beliau puasanya bervariasi. Bisa jadi Puasa Daud, bisa jadi Puasa Senin Kamis, bisa jadi Puasa Ayamul Bidh 13, 14, 15 bulan Hijriah karena sangat seringnya.

Jadi Rasulullah tidak berkumpul dengan keluarga di bulan Sya’ban melainkan Riyadhoh atau melatih diri berpuasa supaya nanti di bulan Ramadhan lancar puasanya. Karena di bulan Ramadhan puasanya tiap hari maka bulan Sya’ban ini dipersering tetapi tetap dengan syariah.
Bulan Sya’ban dalam tradisi Jawa dikatakan sebagai bulan arwah, ada berbagai macam acara yang harus kita sesuaikan dengan Sunah dan Syariat islam. Kita tidak membahas ini.


Tambah Ilmu Untuk Tambah Iman.

Dalam diri kita ada organ yang namanya jantung. Jantung kita ini kokoh sekali, dilindungi oleh tulang rusuk di depan dan dibelakangnya oleh tulang belakang. Jadi luar biasa.
Di dalam dada ada paru-paru, yang kanan ada 3 ruang, yang kiri menjadi 2 ruang karena sebagian sharing dengan jantung. Jadi kita punya 5 ruang paru- paru. Itu menjadi sebab kenapa orang kena penyakit paru-paru yang tidak sesak seperti Covid bisa lama bertahan karena memang punya 5 ruang. Bila kena 1 masih punya 4, kena 2 masih punya 3 tapi nafasnya terengah-engah.

Ototnya jantung luar biasa. Karena satu-satunya organ yang tak pernah capai itu jantung. Organ lain bisa capai. Mengangkat barang tangan kita capai. Jalan, kaki kita capai. Semua bisa capai tapi jantung tidak capai. Kalau jantung capai repot jika dia minta berhenti sebentar.

Mengapa otot jantung tidak capai?
Penyebabnya karena :
– Otot jantung itu saling bersambung, kalau dilihat secara mikroskopis.
– Dia punya kandungan generator energy yang sangat banyak jumlahnya. Hingga terus saling mengisi.
Kita juga melihat matahari yang sudah jutaan tahun memancarkan sinar tetapi tidak habis bahan bakarnya. Di jantung ada teknologynya juga dimana energynya terus menerus tapi tidak pernah habis. Oleh para ahli disebut sebagai mitokondria.

Itu yang membuat kita harus bersyukur terus menerus , kita mempunyai otot jantung yang selalu bekerja melayani kita , dimana kita tidak menyadari dan selalu mengikuti irama psikologi. Kalau orangnya stress maka detak jantungnya meningkat. Kalau orangnya santai menurun jumlah detak jantungnya. Rata-rata antara 60- 100 kali permenit. Makin takut makin tinggi, maka kita diajari pada pengajian untuk menenangkan hati dengan cara berdzikir.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ 

“orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Dengan berdzikir kita menjadi relax, menjadi terhubung kepada Allah SWT. Akibatnya jantung otomatis detaknya menjadi rendah. Itu semua tidak kita sadari karena otomatis.
Maka kita diajari oleh Rasulullah SAW kalau pagi Tasbih. Hanya sebentar saja tidak ada 5 menit. Saya yakin beliau mendapatkan khabar dari langit bahwa tubuh manusia itu luar biasa. Banyak hal Rasulullah menyampaikan rahasia- rahasia tubuh kita. Beliau pasti mendapat informasi langsung dari langit. Kalau kita dapat ilmu dari guru di Fakultas Kedokteran, Biology dan lainnya.


Katup Jantung

Kalau kita belajar ilmu pompa, ini funginya mirip. Bentuk katup tidak bagus. Bentuknya banyak tidak simetrinya, banyak rumbai-rumbai nya. Kalau kita membayangkan katup, berarti seperti pompa. Tapi katup jantung luar biasa.
Katup Jantung sepertinya tidak teratur, tapi dia teratur. Tempatnya berdesakan dengan paru-paru tapi tidak saling mendesak, sinkron.
Maka saya diajari guru saya di UGM, organisasi yang bagus kalau mau meniru tubuh manusia : Ada yang otomatis , ada yang terencana , ada yang difikirkan.

Katup jantung kalau menutup sempurna. Bergiliran antara Atrium dan Ventrikel. Maka kita selain bertasbih juga harus bertahmid Alhamdulillah dan juga bertakbir.
Seperti dzikir yang dianjurkan Rasulullah :

“Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil ‘adzim” (100 kali)
“Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha Illallah wallahu akbar” (100 kali)

Tapi jangan dinyanyikan. Kita diperintah untuk dzikir, bukan menyanyi. Berdzikir harus sepenuh hati kepada Allah SWT.

Elektrisitas

Ada aliran listrik di jantung ternyata. Buktinya bisa diperiksa dengan EKG. Kita tidak bisa mengendalikan ini. Kita hanya diberi oleh Allah begitu kita lahir. Rangkaiannya bisa bergiliran antara Atrium dan Ventrikel. Atrium kanan dan kiri, Ventrikel kanan dan kiri.
Dengan terus menerus mencermati ini akhirnya kita betul-betul bisa bersyukur kepada Allah setiap saat.

Kalau kita tidak diberi oleh Allah seperti ini, kita perlu berfikir harganya berapa kalau memakai Pacu jantung? Teman saya seorang dokter bercerita bahwa isterinya memakai pacu jantung yang harganya pada tahun 1993 : 25 juta, belum biaya pemasangan, belum biaya obatnya. Harga sekarang mungkin 10 kali lipat. Alat pacu jantung ini untuk menciptakan listriknya jantung.

Maa syaa Allah kita ini sudah diberi otomatis maka kita harus selalu bersyukur kepada Allah, bertahmid kepada Allah, bertasbih kepada Allah terus menerus.


Modal Menghadap Allah

Kita besuk bertemu dengan Allah modalnya adalah Qolbun Salim.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَا لٌ وَّلَا بَنُوْنَ (88) اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ (89)

yauma laa yangfa’u maaluw wa laa banuun illaa man atalloha biqolbing saliim

“pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 88-89)

Kita berusaha semaksimal mungkin besuk ketemu Allah dengan membawa Qolbun Salim. Kalau sudah terlanjur pernah berdosa, maka kita bertaubat.
Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita agar bertaubat 100 kali tiap hari.

أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Astaghfirullah wa atubu ilaih”
“Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepadanya“.

Kita semua tidak lepas dari kesalahan dan dosa, maka selalu tiap hari mengoreksi diri, kita amalkan doa pagi dan petang. Doa ini bukunya sudah beredar dimana-mana. Ada juga rekamannya MP3 ,ada bentuk Video di website. Lengkap sekali pembelajaran untuk umat islam. Tinggal kita mau atau tidak.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang baik :

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ اِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ، وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ اِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Allâhumma habbib ilaynal imân, wa zayyinhu fî qulûbinâ, wa karrih ilaynal kufra wal fusûqa wal ‘ishyân, waj’al-nâ minar râsyidîn.

Ya Allah, cintakan kami pada iman, hiaskan iman dalam hati kami; bencikan kami pada kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan; serta jadikan kami tergolong pada orang-orang yang mendapat petunjuk.

Doa ini berasal dari Surat Al Hujurat ayat 7 :

وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۗ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَ مْرِ لَعَنِتُّمْ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِ يْمَا نَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَا لْفُسُوْقَ وَا لْعِصْيَا نَ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الرّٰشِدُوْنَ 

“Dan ketahuilah bahwa di tengah- tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti kemauan kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,” (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 7)

Kalau diperintah jangan bertanya-tanya terus nanti akibatnya bisa berat. Yang penting kita berlatih terus lalu memohon pada Allah, supaya Allah menjadikan iman kita itu kita cintai.
Kita perlu menghafalkan doa yang diatas. Atau yang pernah umrah pasti diberi kumpulan doa yang luar biasa yang digantungkan di leher. Salah satunya ada doa di atas.


Anatomi Al Qolb

Imam Ghozali menyampaikan Al Qolb isinya :
An Nafs
As Shadr
Al Hawa (Hawa Nafsu)
Al Fuad (isinya Al Aql).

Kita kadang-kadang lupa bahwa al Fuad ini bisa menguasai. Kalau kita gambarkan orang yang nafsunya besar, imannya kemudian tergeser. An Nafs tergeser, As Shadr tergeser semua diisi nafsu maka dia menjadi orang yang berTuhan pada hawa nafsu.

Jangan sampai komandan Al Qolb ini dibajak oleh Akal. Dibajak oleh akal ini termasuk orang-orang golongan Liberalism. Karena akalnya maju sekali akhirnya mereka mengatakan wahyu Allah itu tercampur dengan bahasanya Nabi Muhammad. Oleh karena itu tidak lagi suci. Padahal kita tahu bahwa membaca Al Qur’an satu huruf saja mendapat 10 kebaikan.
Al Hawa (Hawa Nafsu) juga dapat membajak Qolbu.

Al Fuad kalau dikembangkan bagus sekali. Di dalam surat Al Isra’ ayat 36 nanti dimintai pertanggung jawaban.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 36)

Menurut para ulama, Al Fuad ini isinya Al Aql. Al Fuad bersikap jujur dan obyektif, dia selalu haus dengan kebenaran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰ ى

“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (QS. An-Najm 53: Ayat 11)

As Shadr menyimpan hasrat, niat kebenaran, dan keberanian.
Orang yang dikehendaki oleh Allah akan mendapat hidayah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Kalau orang itu longgar dadanya, dia senang pengajian. Dan apa saja pengajiannya apabila dia sesuai Al Qur’an dan Sunah dia akan menerima dengan mudah, tak ada yang namanya bantahan. Sampai kemudian dia mencapai tahapan : Sami’na wa atho’na.

Untuk kesana kita harus berlatih diri. Karena ada orang yang otaknya jalan. Misalnya : “lho warisan kok tidak adil, laki-laki dua bagian dan perempuan satu bagian, harus sama dong”.
Kalau sudah bilang begitu hati-hati, karena mengingkari dari satu ayat Al Qur’an sudah sama dengan mengingkari seluruh ayat Al Qur’an.
Sikap kita harus menerima ayat itu dulu. Perkara rundingan nanti setelah dibagi secara Faraid (ilmu waris). Setelah selesai nanti yang laki mengasih pada adiknya yang perempuan. Prakteknya nanti sama rata sajalah, tidak apa-apa karena itu bisa diniatkan shodaqoh kepada adik perempuan. Jadi konsepnya Terima dulu aturan Allah, agar keimanan kita tidak tergoyahkan oleh nafsu kita.

Al Hawa berisi ambisi, nafsu, kekuasaan, kenikmatan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ ۗ اَفَاَ نْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًا 

“Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?”(QS. Al-Furqan 25: Ayat 43)

Tuhannya adalah hawa nafsu. Semua diukur dengan hawa nafsu. Dunia ini baginya terasa indah kalau nafsunya terpenuhi.

Kuliner, makan tanpa aturan. Saya usul kalau ada tayangan Televisi kuliner makan-makan jangan ditayangkan seperti itu, makan dengan rakus. Orang barat mengajari kita Table manner yang tertib, teratur, bagus.
Rasulullah juga mengajarkan cara makan pakai tangan. Makan dengan tiga jari karena yang dipegang Kurma. Kalau nasi yang dipegang tentu lima jari. Makan roti dengan tiga jari saja, jadi suapannya kecil-kecil, tidak “molo- molo”. Itu tidak boleh, kita punya aturan.

An Nafs menurut ilmu Psikologi ada tiga kekuatan : Ego, Id dan Super Ego. Didalamnya ada fungsi luhur yang menjaga orang, membedakan mana benar dan mana salah. Mana baik dan mana buruk. Maka kita tingkatkan Super Ego karena dititik itu ada penyaring dimana kejiwaan kita bisa mengetahui benar/salah.
An Nafs ini ditafsirkan sebagai diri pribadi kita secara utuh.

Allah sampai bersumpah :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰٮهَا (7) فَاَ لْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا (8)

wa nafsiw wa maa sawwaahaa
fa al-hamahaa fujuurohaa wa taqwaahaa

“demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,” (QS. Asy-Syams 91: Ayat 7-8)

Kita harus membuat Al Hawa terkendali, tapi tidak hilang karena Al Hawa penting untuk kelangsungan umat manusia. Kalau tidak ada Al Hawa bahaya nanti manusia tak punya keturunan. Al Hawa tetap harus ada untuk dipakai sesuai syariah agama. Sehingga ada kelangsungan hidup, mempunyai putera. Putera ada aturannya sendiri bagaimana menjaganya, mendidiknya.

Kalau Qolbu ini kita tata maka enak sekali. Mengikuti apa yang dituntunkan oleh Allah pasti ada keuntungannya. Ada barokah dan rahmatNya. Tetapi kalau kita melanggar pasti ada azabNya. Itu rumus umumnya.
Maka kita harus mengembangkan Al Fuad, Al Aql didalamnya. Kita mengembangkan As Shadr agar mudah menerima islam. Menjadi Pribadi yang mempesona.


BERSAMBUNG BAGIAN 4


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here