Dr. dr Zaenal Muttaqien Sofro AIFM, Sport & Circ Med

22 Rajab 1442 / 6 Maret 2021



Mengenali Diri

. ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

“Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”

Penciptaan manusia itu sebenarnya sudah melalui jutaan tahun. Maka zaman ini dikatakan zaman akhir dan kiamat sudah dekat. Sebenarnya yang harus kita perhatikan adalah bagaimana kita mempersiapkan kedatangan Kiamat. Kenapa ?
Karena penjelasan mengenai kiamat sudah sangat jelas.

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَ رْضُ زِلْزَا لَهَا ۙ 

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,” (QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 1)

Yang penting adalah persiapan yang dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Majelis Taklim Poros Padang dan Semarang ini.


Hipothesis otak Tritunggal

Manusia itu sebetulnya adalah “mixed (campuran)” dari makhluk-makhluk hidup, termasuk buaya dan anjing. Di dalam otak manusia itu melekat otak buaya (reptilian), otak anjing (paleocortex) dan otak manusia itu sendiri (neocortex) . Dengan adanya Otak manusia neocortex itulah sehingga kita pagi ini bisa menyelenggarakan pengajian. Tidak mungkin otak buaya (reptilian) atau otak anjing (paleocortex) mengadakan majelis taklim.
Yang bisa melakukan adalah otak manusia (neocortex). Kita bisa berkomunikasi, tidak hanya dua arah, termasuk habluminallah sebagaimana dalam Surat Ali Imran 112


ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْۤا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّا سِ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali agama Allah dan tali perjanjian dengan manusia.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 112)

Maka saya senang dapat ide dari Pengajian Poros Padang Semarang. Maka diri kita membentuk Poros jantung otak. Kata kuncinya adalah Poros. Supaya kita tetap dalam kondisi sadar di luar waktu tidur. Kalau sedang tidur memang sudah tidak sadar. Apalagi koma, dicubit juga tak akan merasa.

Kita harus dapat memelihara anugerah dalam bentuk neocortex, jangan dirusak. Dalam Surat Al Alaq ayat 19 disebutkan :

كَلَّا ۗ لَا تُطِعْهُ وَا سْجُدْ وَا قْتَرِبْ

“sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Allah.” (QS. Al-‘Alaq 96: Ayat 19)

Usaha-usaha untuk men-dehumanisasi hendaknya kita hindari.
Sujud itu penting sekali! Rukuk itu penting sekali. Supaya oksigen untuk otak terjaga.

Di Jepang banyak kasepuhan, orang- orang tua yang sudah mengalami Keputihan. Maaf, istilah keputihan itu bukan untuk wanita. Kalau di Jepang istilah keputihan yang dimaksud adalah keputihan otak. Otak memutih karena kurangnya oksigen. Ini nanti yang akan menyebabkan gangguan- gangguan motorik, gampang lupa, susah mengingat.


Kesadaran Ada Hubungan Dengan Posisi Anatomis

Perhatikan ayat ini :

اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖۤ اَهْدٰۤى اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

“Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin dalam kebenaran ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 22)

Manusia yang berdiri diatas dua kaki. Maka kita harus memastikan bahwa kita sebagai hamba Allah yang smart, sebagai makhluk sosial. Disebabkan adanya susunan biologis yaitu Syaraf Vagus Supra diapraghma (Supra- diaphragmatic vagus)

Manusia itu adalah Makhluk Bipedal, bukan Quadruped. Quadruped artinya berjalan dengan 4 anggota gerak seperti : Anjing, Sapi, Kerbau.
Sulit bagi kita menjumpai Quadruped yang stroke. Sulit dijumpai Kerbau atau Kambing stroke, karena posisi quadruped adalah posisi yang betul- betul aman dari gangguan aliran darah yang menuju ke otak.

Kalau manusia posisinya berdiri , jangan salahkan Imam ketika membaca ayat Al Qur’an lupa.
Saya waktu berjamaah di Masjid Nabawi Madinah menjumpai seorang Imam yang senior yang sudah luar biasa rekamannya, bersifat mendunia. Imam ini keliru membaca Surat Yasin masuk ke Surat Al Mulk.

Minta maaf kita sebagai makmum tidak boleh mencela. Tapi Imam di Indonesia bisa saja dari Surat Al Ghasyiyah masuk ke Surat Al A’la.
Mestinya :

فَذَكِّرْ ۗ اِنَّمَاۤ اَنْتَ مُذَكِّرٌ ۗ 

fa zakkir, innamaaa angta muzakkir

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,” (QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 21)

Keliru menjadi

فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰى ۗ 

fa zakkir in nafa’atiz-zikroo

“oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,” -(QS. Al-A’la 87: Ayat 9)

Ini terjadi karena Imam itu posisinya berdiri. Darah sebagian besar ada di betis sehingga aliran darah ke otak kurang dan kita mudah sekali lupa.

Maka mudahkanlah kita memaafkan orang. Bukankah kita senantiasa berdo’a

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ 

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

Makhluk yang berdiri itu tidak lepas dari kekhilafan. Karena otak ini di atas.
Dulu Rasulullah SAW lapor kepada Nabi Musa a.s : “Bagaimana ini ada perintah Shalat sampai 50 waktu?”.
Nabi Musa a.s pun menyarankan agar menawar, karena tak akan mampu. Sampai akhirnya sekarang ditetapkan Shalat cukup 5 waktu saja.

Dalam peringatan Isra’ Miradj kita tidak pernah memperhatikan resiko kita shalatnya hanya 5 waktu. Padahal awalnya kita diperintah 50 waktu. Kenapa? Karena kita makhluk bipedal. maka kita harus yakin apakah kita benar-benar dalam keadaan sadar?
Mengapa kita perlu saling berwasiat :

وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ

wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr
“serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Asr 103: Ayat 3)

Kesadaran ada hubungan dengan posisi anatomis.


Otak Manusia

Secara garis besar otak manusia itu ada tiga kapling. Alangkah bagusnya kalau ketiga kapling itu bekerja secara harmoni. Yang menonjol jangan hanya neocortex saja, atau paleocortex saja, atau reptilian saja.

Reptilian atau otak reptil berperan dalam hal reproduksi dan makanan (sistem pencernaan). Adapun paleocortex atau otak anjing hubungannya dengan limbik sistem atau Pusat Emosi. Sedangkan neocortex untuk fungsi luhur , untuk berfikir, untuk menimbang-nimbang untuk mengambil keputusan. Ketiga kompartemen itu idealnya bisa bekerja secara harmonis. Dan itu terjadi kalau ada Poros.

Selama Covid ini kita tidak boleh berjabat tangan tetapi cukup menangkupkan tangan di muka dada.
Ini sebetulnya simbol, bahwa kalau kita mampu memelihara batang otak dengan bagus maka yang di atas akan berfungsi dengan bagus. Sebaliknya, Top down, kalau yang di atas bekerjanya bagus , maka memerintah ke sistem organ menjadi bagus.

Hal ini para dokter harus memperhatikan lebih cermat. Selama ini kita kerjanya fokus organ : Appendicitis , Hepatitis.
Kita perlu berangkat dari Konsep Bottom up dan Top Down, in syaa Allah kesehatan akan terjaga.
Sebagainya di dalam Surat Al Isra’ ayat 82 :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰ نِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ 

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 82)

Tapi ada yang perlu dicatat, ancaman
Allah SWT :

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِ نَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى(124) قَا لَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْۤ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا(125)

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.
Dia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 124-125)

Di bagian awal, kita sudah menyampaikan : “al-khamru ma khamaral -‘aqla” (khomr ialah segala sesuatu yang merusak akal).
Mengkondisikan kita dalam keadaan sadar saja susah, apalagi dipengaruhi oleh substansi, atau agent atau bahan-bahan dari luar yang merusak fungsi otak kita.

Orang yang minum minuman keras, in syaa Allah jaringan otak akan menjadi meradang, in flame atau terbakar. Akibatnya yang dirasakan pertama kali adalah gangguan cairan tubuh.

Otak itu isinya mayoritas air. Kalau kita makan di Rumah makan Padang dan pesan otak sapi , sebetulnya isinya mayoritas air dan dikelilingi oleh air. Orang kalau minum minuman keras yang kandungan alkoholnya tinggi, in syaa Allah akan terkencing-kencing.

Orang yang minum minuman keras pasti akan mengalami gangguan cairan ekstra sel. Padahal kesehatan itu bertumpu pada cairan ekstra sel yang kita kenal dalam ilmu fisiology adalah Homeostatis.

Kita harus memahami betul, lingkungan dalam itu adalah cairan ekstra sel, bukan yang di dalam sel. Kalau ini terganggu, bersiap-siaplah untuk sakit.

Maka menjelang tidur, bacalah Surat Al Mulk nanti kita akan memahami ayat ke 30 :

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَآ ؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَآءٍ مَّعِيْنٍ

“Katakanlah Muhammad, Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 30)

Ketika seseorang mengonsumsi minuman keras tadi, akan terkencing- kencing. Efek berikutnya tetap pusing dan ingatannya tidak jelas. Sehingga membunuh orangpun lupa, berani.
Orang begitu ketika ingin berani biasanya mabuk dulu.

Pengalaman saya waktu di asrama mahasiswa di Austria , kamar saya diketuk pemabuk. Yang paling menarik, yang keluar paling dulu untuk menegur adalah mahasiswi- mahasiswi. Mereka mengeroyok pemabuk tadi.

Di Austria, alkohol untuk minuman keras bisa sampai 90%. Pernah terjadi Petinggi di Austria ditangkap di jalan, karena kadar alkoholnya tinggi sekali ketika mengendarai kendaraan.
Alhamdulillah disana sekarang ada Bir yang alkoholnya nol.

Di Indonesia saat ini ramai membahas minuman keras. Saya agak husnudzon bahwasanya orang Indonesia ini sedang bingung. Orang kalau bingung itu mengambil keputusan juga susah.
Selagi pandemi Covid seperti ini, orang tidak bisa berfikir secara jernih. Karena syarat orang bisa berfikir harus tenang hatinya. Tidak mungkin orang bisa mengambil solusi ketika diliputi oleh suasana kecemasan.

Kenapa orang mengambil keputusan harus mengkonsumsi obat-obat, narkoba, minum ciu dan sebagainya. Patut kita husnudzoni bahwa orang ini adalah orang yang lemah, orang yang harus kita lindungi. Karena tidak mungkin orang mengambil keputusan keliru kalau orang itu kuat.

Penjelasan tentang otak ini sebetulnya untuk menyadarkan kita bahwa Allah sudah menciptakan raga kita sedemikian indah, sedemikian seimbang sebagaimana dalam Surat Al-Infitar ayat 6 dan 7 :

يٰۤاَ يُّهَا الْاِ نْسَا نُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ ۙ (6) الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَ ۙ (7)

“Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih. Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikanmu seimbang,” (QS. Al-Infitar 82: Ayat 6-7)

Pointnya adalah kita makhluk bipedal yang terancam oleh hilangnya kesadaran karena pengaruh gaya gravitasi sehingga darah banyak terkumpul di bawah. Sehingga kita mengalami hipotensi. Sehingga aliran darah menuju ke otak menjadi lambat. Sehingga kesadaran kita menjadi berkurang. Padahal kesadaran kita ini hanya 10% saja! Yang 90% adalah alam bawah sadar.

Maka tolong dijaga jangan sampai diracuni oleh alkohol, minuman keras yang nanti bisa menyebabkan reaksi inflamasi (peradangan). Otak setelah minum alkohol menjadi memerah.
Otak tidak berfungsi dengan baik, mengganggu cairan ekstra sel. Ini bisa dibuktikan orang tersebut bolak-balik ke kamar kecil, bahkan bisa ngompol. Padahal otak juga berfungsi mengatur seluruh sistem organ pada tubuh. Jadi efeknya masif.

Jangankan saat berdiri, pada saat duduk saja darah sudah terkumpul di bawah. Maka ada orang yang naik kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kakinya bengkak-bengkak. Naik pesawat dari Jakarta ke Jeddah, in syaa Allah kakinya bengkak. Ini menunjukkan adanya pengaruh gaya gravitasi.


?
Ada suatu fenomena yang dinamakan Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome, betapa terganggunya organ tadi ketika tubuh mencoba menyesuaikan diri dengan posisi dari berbaring ke berdiri atau dari duduk ke berdiri karena volume semenit jantung.

Kadang-kadang jantung perlu bekerja keras dari berbaring ke berdiri, detak jantung bisa 120 kali permenit yang memberikan efek pusing, mata berkunang-kunang, badan terasa capai. Kalau dikumpulkan gejalanya bisa sampai 32 gejala gara-gara respond jantung yang berlebihan akibat perubahan posisi dari berbaring ke berdiri atau dari duduk ke berdiri yang disebabkan karena kurangnya cairan badan.

Kalau seseorang minum minuman keras akan terkencing-kencing, jalannya sempoyongan. Kalau terus- menerus dialami oleh tubuh, otak terpapar oleh bahan-bahan tadi lama- lama akan mengalami gangguan jiwa yang kita namakan syndrome Korsakoff.

Ketika saya mempelajari ilmu fa’al, saya fokus pada cairan ekstra sel. Ketika mendapat kuliah tentang psychiatry maka diperkenalkan ada gangguan otak , gangguan jiwa yang bersifat organik karena alkohol, yang memunculkan sindrom kumpulan gejala yang dinamakan syndrome Korsakoff.

Jadi minum saja bisa mengganggu jiwa. Efek minuman keras yang kandungan alkoholnya tinggi bisa menjadikan dehidrasi, keseimbangan terganggu, sempoyongan, kehilangan kesadaran dan sebagainya.


Gangguan Aliran Darah

Konsekuensi dari perubahan volume akan memancing respond pembuluh darah. Efek gangguan otak tadi mengganggu diameter pembuluh darah.

Di Jerman, dokter itu dikatakan sebagai Seni, karena tidak pasti 100% dan tidak sosial 100%. Kalau pasti maka semua pasien pasti sembuh atau tidak. Disini ternyata dokter mempelajari sistem sirkulasi atau fluida meminjam ilmu dari fisika.
Kenapa kita diukur tekanan darahnya? Karena untuk memastikan berlangsungnya aliran darah.

Menurut ilmu Fisika, perbedaan tekanan tinggi dan tekanan rendah dari bilik dan vena menyebabkan adanya aliran. Ketika kita mengukur tekanan darah maka tahu bahwa aliran darah masih lancar.

Sayangnya masyarakat kita berhenti pada tekanan darah (blood pressure) saja. Sebetulnya yang menjamin aliran darah ke otak atau ke ginjal adalah Tekanan darah rerata (Mean arterial pressure) . Ini perlu dimasyarakatkan supaya rasa syukur masyarakat kita di dalam membaca tekanan darah menjadi meningkat.

Marilah kita fokus pada aliran darah yang di otak. Bila kita bangun tidur merasa berkunang-kunang, “pet-petan” , sempoyongan itu tanda ada sesuatu di diameter pembuluh darah yang di otak yang digambarkan dalam hukum Poison.

Perubahan diameter sedikit saja sudah mempengaruhi aliran darah. Maka kita perlu memahami Tekanan darah rerata yang itu bukan berarti menambahkan tekanan darah atas dan bawah dibagi dua, tidak. Tetapi yang menjadi acuan adalah tekanan Diastolik dan Sistolik.
MAP = (2D + S)/3.

Mulai sekarang kalau bangun tidur jangan langsung berdiri. Miring kanan ½ menit, duduk ½ menit, berdiri ½ menit sambil jinjit 8 kali. Ini perlu untuk melindungi otak dari gangguan aliran darah karena kita adalah makhluk bipedal (makhluk yang berdiri).
Saya belajar bangun tidur dan jinjit ini harus ke Eropa, karena di Indonesia saya tidak diajari jinjit. Jinjit ini supaya darah sampai ke otak. Ilmu jinjit ini perlu kita sebar-luaskan.

Betapa lengkapnya Allah menciptakan tubuh manusia, bahkan di leher kita dilengkapi alat monitor tekanan darah yang namanya Baroreceptor. Baroreceptor terhubung dengan batang otak melalui syaraf ke-9 atau glossofaringeal.

Ketika kita shalat : Rukuk- Sujud itu sebetulnya untuk mengaktifkan syaraf ke-9. Maka kita setelah shalat merasa lebih tenang, meskipun mungkin bacaannya ada yang tidak faham. Tetapi efek langsung yang diperoleh dari gerakan shalat adalah ketenangan hati. Itu sebetulnya karena syaraf ke-9.

Kita tahu Shalat itu dzikir untuk mengingat Allah.

 اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ ۗ 

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Dan efeknya adalah menenangkan hati. Jadi secara biologis baru diketahui di dunia kedokteran bahwa gerak-gerik shalat itu sebetulnya adalah aktivasi syaraf kranialis ke 9.
Kalau menjadi Imam akan lebih lengkap, syaraf ke-5 ,syaraf ke-7 ,syaraf ke-11 diaktifkan. Jadi menjadi Imam itu mendapat bonus. Karena syaraf Vagus menjadi lebih aktif.


MAP (Mean Arterial Pressure)

Tekanan darah rerata yang terendah adalah 60 mmHg dan yang tertinggi 160 mmHg. Kalau kurang dari 60 seperti orang yang habis minum khomr. Jalannya sempoyongan, jatuh, pingsan dan sebagainya.

Bila di atas 160 akan terancam stroke bisa pecah pembuluh darah. Maka sangat penting untuk selalu mencatat tekanan darah. Kemudian dihitung MAP. Pada penderita hipertensi ada semacam penyesuaian sehingga rangenya bergeser.


Schellong Test

Kami sudah memeriksa penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sampai ke Aceh, sehingga saya bisa cerita tentang kopi Aceh.
Pelaksanaan schellong test :
Orang diminta berbaring 5 menit – dicatat detak jantung dan tekanan darah. Orang berdiri 7 menit -dicatat detak jantung dan tekanan darah.
Kedua posisi itu kita bandingkan.
Bagaimana curvenya menit permenit

Ini untuk memastikan apakah poros jantung dan otak berfungsi dengan baik atau tidak. Hasilnya, orang dikatakan normal bila datanya di dalam kotak zona normal.
Hasil pemeriksaan yang kami catat titik nol adalah rerata detak jantung dan rerata tekanan darah. Sistolik dan Diastolik. Curve itu masih susah untuk dianalisa. Kita perlu membuat diagram kemudian kita hubung-hubungkan.

Hasil pengujian di angka 2, artinya :
Dalam keadaan bangun tidur saja tingkat kesadarannya sudah kurang. Kalau diajak bicara jawaban tidak nyambung :
“Bu, apakah ibu sudah mandi?”
“Telor yang di almari tinggal berapa ya?”
Kondisi semacam inilah yang menjadikan individu tidak sadar sepenuhnya ketika berkomunikasi ketika hidup di masyarakat. Secara psikologis individu semacam ini cenderung dalam hidupnya gampang sedih, tidak bersemangat, sering “blank”.


Penting Sekali Mengaktifkan Betis.

Dalam Surat Al Mulk ayat ke15 , Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ ذَلُوْلًا فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِ لَيْهِ النُّشُوْرُ

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan.”(QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)

Nenek moyang kita berjalan dalam sehari 7-9 jam. Sekarang ini di era Covid ini di masyarakat malah ada WFH. Mereka bangun tidur lalu tidur lagi.

Di masyarakat banyak yang belum menyadari bahwa lokasi penting jantung manusia ada tiga. Yang satu di dada dan dua ada di betis.
Jantung kita merana, otak kita merana karena betis kita nganggur.
Kita perlu banyak mengulang-ulang Surat Az Zariyat ayat 21:

وَفِيْۤ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

“dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”- (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 21)

Selama ini kita hanya disibukkan dengan dunia yang ada di luar tubuh kita terus. Sementara tubuh kita tidak pernah difikirkan. Kita memikirkan banjir DKI, banjir di Semarang, banjir di Banjar Baru sementara tubuh kita kekeringan. Padahal untuk menciptakan air hujan kita ikut berkontribusi, dengan berkeringat, dengan penguapan yang tidak kita sadari. Akibatnya kita dehidrasi. Akibatnya kita menyikapi lingkungan di luar kita tidak sesuai dengan hukum alam.

Kita bisa menganalisis apa yang terjadi di luar tubuh kita manakala hasil testnya ada di dalam kotak zona normal.
Kalau hasil test jatuh di daerah 1, kacau. Adanya cuma marah, emosi, tegang. Apalagi daerah 3 adalah korban dari minuman keras.

Efek dari minuman keras yang tidak kita inginkan sama sekali masuk ke daerah 3. Tekanan darah turun, denyut jantung juga menjadi pelan. Sehingga jangan harap otak bisa bekerja optimal.

Orang yang terlihat sehat belum menjamin dia sadar. Dari hasil penelitian kami dari Sabang sampai Merauke terbukti orang Indonesia yang normal hanya 30%. Yang di luar kotak sebanyak 70%. Mayoritas di daerah 1 sehingga masyarakat kita gampang marah. Gampang dipicu emosi.

Kalau tidak marah, dia masuk daerah 2, Dia tidak nyambung kalau diajak bicara. Istilah Jawa : “nggah-nggih nanging ora kepanggih”.
Jadi kalau kita memerintah seseorang, kemudian yang diperintah tidak nyambung, jangan terpancing emosi. Kita lihat petanya, mungkin dia ada di daerah 2.

Jadi itulah sebabnya kenapa kita selalu dinasehati :

اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 102)

Untuk menjadi orang bertakwa itu diingatkan terus setiap jum’at. Sayang biasanya yang diingatkan banyak yang tidur. Biasanya jama’ah jum’at 90% kalau tidak tidur dia “theklak-thekluk”. Seolah khusyuk tapi sebenarnya mengantuk.

Mengapa khotib yang khutbah tidak mengantuk? Karena seminggu sebelumnya sudah berfikir menyiapkan materi. Sebelum jum’atan dia mandi dulu sehingga badannya segar. Inilah yang membedakan antara Khotib dengan jama’ah.

Jama’ah kalau ditanya kebanyakan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Yang penting sudah melaksanakan shalat jum’at . Berangkat ke masjid saja mendekati iqomah. Berangkat ke masjid dengan santai.

Kalau kita lihat, sedikit sekali jama’ah yang datang awal dengan mengharapkan pahala yang besar dengan duduk di shaf depan.
Padahal shalat jum’at itu penting sekali untuk me-refresh kembali supaya dzikirnya lebih kuat.

Ibu-ibu yang sehat itu justru yang betisnya besar. Karena sering digunakan untuk jalan. Dulu lelaki kalau memilih wanita yang betisnya kecil. Itu keliru, mereka yang betisnya kecil itu ngantukan. Karena pemompaan darah ke otaknya lemah. Ibu-ibu yang kakinya kecil harus banyak diajak ke Mall. Bukan untuk belanja tetapi untuk latihan jalan. Supaya betisnya dapat membantu otak dan jantungnya.

Banyak orang stroke, banyak orang sakit jantung karena lupa bahwa mereka punya kedua betis. Betis ini adalah seperti jantung, mempunyai katub yang bisa memompa darah sehingga darah bisa sampai ke otak dan jantung.

Lihatlah jerapah di kebun binatang. Jerapah itu betisnya kuat sekali, sehingga walaupun lehernya panjang , dia tidak pernah stroke. Tidak pernah terjadi Jerapah di Kebun binatang Gembira Loka mengeluh pusing- pusing.

Berbeda dengan ibu-ibu, sebentar- sebentar kerokan. Sedang WFH baunya minyak Kayu Putih atau minyak Kutus-Kutus. Harusnya kan minyak wangi Madinah, minyak wangi Mekkah atau minyak wangi Perancis …


Kesimpulan :

Betis adalah jantung kedua dan ketiga yang harus kita aktifkan dengan banyak jalan.

Kita juga membutuhkan banyak air untuk minum. Pelari marathon bisa kehilangan cairan sampai 11 liter, maka minumnya harus sangat banyak.
Betapa pentingnya minum ini. Dalam keseharian saja minumnya kurang, kok malah mengonsumsi miras?
Dalam keadaan kurang minum itu adanya rasa marah terus.

Sekali lagi, bila ada yang terlanjur mengkonsumsi miras jangan kita counter dengan cara yang tidak simpatik. Kita harus merespond dengan penuh kasih sayang. Jangan sekedar memajukan kemarahan saja. Ingat surat Ali Imran ayat 159

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159)

Kalau kita dehidrasi karena pengaruh miras tadi bisa berlanjut sampai venting atau vasovagal syncope. Bisa lari ke arah bunuh diri, bisa ke arah kesurupan.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here