Dr. Bobby Arfhan Anwar SpJP

1 Rajab 1442 / 13 Februari 2021



Penyebab Kematian Utama

Ada satu penyakit yang terlupakan di masa pandemi ini akan tetapi terus berlangsung. Sebelum Covid-19, penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang utama. Artinya sangat banyak, sangat sering terjadi. Hampir setiap hari orang mengalami serangan jantung. Serangan jantung itu sebenarnya bagian dari penyakit jantung koroner. Kita akan mengenali penyakit jantung koroner, tujuannya bukan untuk membuat kita cemas, tetapi agar kita faham, kenal dan kemudian kita bisa mencegahnya.

Sampai tahun 2020, penyakit jantung masih merupakan penyebab kematian nomer satu di dunia, masih belum berubah. Ada pergeseran dari zaman dulu, kita mungkin masih ingat banyak kematian karena penyakit-penyakit infeksi. Terutama di zaman-zaman peperangan. Pada saat itu sumber makanan, keamanan mungkin kurang. Sehingga yang banyak terjadi adalah kematian akibat infeksi.

Berbeda dengan zaman kini, ketika kita memiliki akses tingkat keamanan yang baik, dan makanan tidak kekurangan, ada perubahan gaya hidup yang ternyata juga membuat pergeseran penyakit pada manusia modern. Dalam dua dekade ini ada pergeseran penyakit dari infeksi menjadi penyakit degeneratif, dan diantaranya adalah penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner atau penyakit jantung secara umum biayanya sangat besar dalam pengobatannya. Alhamdulillah mayoritas ditanggung oleh BPJS. Data tahun 2015 yang masih relevan sampai sekarang. Penyebab kematian manusia secara global tertinggi diketahui bahwa ischaemic heart diseases (penyakit jantung koroner) masih nomer satu. Yang kedua stroke. Baru kemudian penyakit infeksi. Walaupun memang ada yang lain, seperti Kecelakaan di jalan. Tetapi secara umum Penyakit Pembuluh Darah dan Jantung Koroner tertinggi.

Tahun 2016 datanya masih sama, bahwa biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk penyakit katastrofik yaitu penyakit kronik, (tidak termasuk biaya obat) total 14, 58 Trilyun rupiah. Lebih dari setengahnya (58,6%) adalah penyakit jantung. Kemudian sisanya baru dibagi penyakit lain seperti gagal ginjal yang mengharuskan hemodialisa cuci darah (19,1%) , penyakit kanker (11,8%) ada juga penyakit stroke (7,5%).

Secara umum, setengah lebih dari biaya pengobatan katastropik yang dibayarkan oleh BPJS dihabiskan untuk penyakit jantung. Dan ini rata-rata adalah untuk penyakit jantung Koroner.
Biayanya mahal karena ada tindakan namanya pasang cincin jantung (stent), ada juga dengan operasi by pass atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) yang biayanya sangat besar.


Memahami Apa Itu Jantung

Jantung merupakan suatu nikmat yang sangat besar pada diri kita dan sering kita tidak menyadarinya. Kita baru sadar mempunyai jantung atau jantung kita bekerja, sehari-hari ketika ada penyakit. Tetapi sehari-hari kita tidak sadar, saking sempurnanya penciptaan Allah, jantung ini bekerja tanpa kita sadari setiap hari.

Yang perlu kita ketahui bahwa di tubuh kita organ pertama yang berfungsi adalah jantung. Mungkin ibu-ibu masih ingat waktu hamil anaknya, waktu masih belum yakin hamil sebelum diperiksa. Ketika didengarkan ada detaknya : deg.. deg.. maka kita mengucap Alhamdulillah, artinya denyut jantungnya janin mulai bekerja. Jadi jantung kita sudah bekerja sejak kita berada di dalam rahim ibu sampai hari ini terus berdetak tak pernah berhenti beberapa detikpun.

Jantung ini berbeda dengan tubuh kita yang lain, seperti tangan, kaki, mata semua bisa istirahat. Jantung tidak pernah berhenti bekerja walaupun beberapa detik sekalipun. Dia bekerja 24 jam nonstop, pada waktu tidurpun jantung kita bekerja. Dia bekerja sendiri tanpa instruksi kita, karena di jantung , di tubuh kita ada satu sistem yang diciptakan oleh Allah SWT, namanya Sistem Syaraf Otonom yang mengatur secara otomatis pekerjaan organ-organ tubuh kita. Seperti jantung, paru, ginjal, semuanya bekerja otomatis tanpa perlu kita atur.

Kalau tangan, kaki dan lainnya bekerja lewat sistem Syaraf yang kita sadari. Adanya sistem Syaraf yang bekerja tanpa kita sadari adalah kebesaran Allah SWT. Bagaimana Allah menciptakan tubuh kita dapat bekerja sendiri tanpa perlu kita atur. Diatur sendiri oleh Allah dan kita tinggal menjalaninya. Ini adalah satu nikmat yang harus kita syukuri dan tentunya nanti merupakan satu nikmat yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Untuk apa detak jantung yang kita gunakan terus menerus, sehingga kita bisa bangun , bisa duduk pagi hari ini? Karena ketika seseorang mengalami gangguan jantung dia tidak bisa apa-apa. Tidak dapat duduk seperti kita mendengarkan kajian, karena sesak dadanya, karena nyeri dada dan sebagainya. Maka alhamdulillah kita dimudahkan untuk hadir menuntut ilmu pada pagi hari ini. Ini adalah satu nikmat yang besar dari Allah sehingga kita bisa bergabung menuntut ilmu.

Lokasi dan posisi jantung , ada yang bilang di kiri. Tetapi yang tepat jantung itu ada di tengah tetapi condongnya ke kiri. Secara umum jantung berada di dalam rongga dada, dilindungi dengan sangat kuat dengan adanya tulang iga yang ada di sekitar dada kita. Allah menciptakan tulang iga yang sangat banyak sebagai cangkang di bagian luar agar ketika terjadi benturan, trauma tidak langsung mengenai organ yang paling vital dalam tubuh kita, yaitu jantung dan paru.


Fungsi jantung

Jantung fungsinya sebagai pompa yang mengalirkan cairan ke seluruh tubuh, ke kepala, ke tangan, ke kaki. Jantung berdetak 60-100 kali permenit tanpa istirahat. Bisa dibawah itu pada saat kita tidur, bisa 50 an. Yang dipompakan oleh jantung adalah darah. Darah fungsinya mengikat oksigen, makanan dan nutrisi untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Itu yang menyebabkan kenapa kita bisa sadar saat ini. Kita bisa fokus melihat ke monitor karena ada darah yang kaya oksigen dan nutrisi yang mengalir ke otak kita.

Kenapa kita bisa berjalan ke kamar mandi, berwudhu kemudian shalat. Kita bisa tegak, sujud dan rukuk karena ada darah yang mengalir ke otak kita, ke tangan kita dan ke kaki kita.
Ketika seseorang mengalami gangguan aliran darah, misalnya seperti pada stroke karena penyumbatan pembuluh darah di otak, atau mungkin karena shock sehingga tekanan darahnya turun, aliran darah ke otak menurun, maka seseorang bisa pingsan.

Jantung dan Otak itu dekat. Kita bisa melihat jantung di dada kita dan otak di kepala kita, itu sangat dekat. Karena otak memang organ penting.
Jadi kalau ada seseorang pingsan karena ada gangguan saluran darah ke otak, maka dapat dipastikan ada gangguan aliran darah ke organ-organ yang lain juga.


Klassifikasi Penyakit Jantung

Penyakit jantung itu memang banyak. Semoga ini bisa menambah pengetahuan kita tentang berbagai macam penyakit jantung.
Secara umum hampir semua penyakit jantung, kalau di bidang kedokteran mengetahui bahwa Penyakit jantung itu ada dua : Penyakit Jantung Bawaan dan Penyakit Jantung yang didapat.

Penyakit Jantung Bawaan

Maksud bawaan, penyakit itu terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pada saat pembentukan jantung di janin. Kelainannya ketika bayinya lahir ternyata mengalami gangguan atau kecacatan pada jantungnya. Itu yang disebut dengan Penyakit Jantung Bawaan. Artinya sejak lahir sudah ada masalahnya.

Penyakit Jantung yang didapat.

Seseorang lahir dalam keadaan sehat wal afiat. Tidak ada masalah dengan jantung dan pembuluh darahnya. Akan tetapi dalam perjalanan hidupnya, mungkin usia-usia 40-50-60 qadarullah beliau mengalami penyakit jantung. Itu namanya penyakit jantung yang didapat dalam perjalanan hidupnya. Berbeda dengan penyakit jantung Bawaan.


Penyakit jantung Bawaan

Penyakit Jantung Bawaan di bidang kedokteran antara lain . Mungkin ada yang punya keluarga secara umum :

Non Sianosis :
Atrial Septal Defect
Ventricular Septal Defect
Patent Ductus Arteriosus

Contoh Penyakit jantung bawaan , namanya Ventricular Septal Defect (VSD). Harusnya ruang jantung ada empat. Ada atrium dan ventricle. Jantung kita itu satu tapi ruangannya ada empat. Masing-masing dipisahkan oleh pembatas. Sehingga tidak terjadi percampuran antara darah yang kaya oksigen dan yang miskin oksigen.
Ventricular Septal Defect, celahnya harusnya tertutup dengan sempurna, tapi ini celahnya terbuka sehingga darahnya bisa menyeberang.

Sianosis :
Tetralogy of Fallot
Transposisi Great Artery

Kita bersyukur kalau kita diberikan jantung yang sehat. Artinya kita lahir dengan jantung yang sempurna. Karena tidak sedikit ada anak-anak yang terlahir dengan penyakit jantung bawaan hingga kemudian mengalami keterbatasan dalam aktivitasnya.
Ada dua penyakit jantung Bawaan : Ada yang biru dan tidak biru.

Penting untuk kita ketahui, jika seandainya ada anak yang dia nangis terus, bibirnya biru , ujung-ujung jarinya biru. Ini hampir dipastikan mengalami penyakit jantung bawaan yang Sianosis (Tet spells).
Sianosis itu maksudnya kekurangan oksigen karena gangguan pembentukan dari jantung. Ini bukan penyakit-penyakit tertentu tetapi ini penyakit jantung bawaan.

Ada pengalaman saya yang menarik tentang ini. Ini pentingnya kita belajar agama dengan baik.
Ada pasien yang berobat ke Rumah Sakit, anaknya usia sekolah dibawa ke Puskesmas, setelah sebelumnya dibawa kemana-mana.

Ibunya berkata : “Dok, anak saya kesurupan , diganggu jin kata Dukun”.
Kita tahu bahwa perdukunan dilarang sama agama kita. Ini contoh nyata dan ini banyak sekali. Dukun berkata bahwa anak ini diguna-guna. Anak ini biru dan kadang-kadang kejang- kejang karena diguna-guna.

Ketika saya periksa, saya akan melakukan uji jantung. Ketika dibuka baju anak ini diikat benang. Ada jimat. Ini suatu bentuk kesyirikan, semoga kita terhindar dari ini. Katanya jimat itu dipasang oleh Bapak atau siapanya , katanya untuk mencegah gangguan.

Padahal dengan melihat fisik anak, dan jarinya ini penyakit jantung Bawaan. Kemudian saya lakukan cek dengan EKG (Elektrokardiografi) ternyata benar penyakit jantung bawaan namanya Tetralogy of Fallot
Ini penyakit jantung bawaan genetik adanya pencampuran antara darah yang kaya oksigen dan yang miskin oksigen.

Ketika darah yang miskin oksigen menyeberang ke seluruh tubuh, karena ada celahnya maka si anak biru. Dan karena kekurangan oksigen maka si anak kejang. Ini bisa terjadi pada anak-anak besar usia sekolah : Biru dan Kejang.

Kemudian saya jelaskan kepada ibu dan akhirnya segala macam jimat dibuka. Ini perlunya kita hati-hati dengan penyakit, karena memang ada penyakit yang bisa kita jelaskan dengan ilmu kedokteran. Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti ini.


Penyakit jantung yang didapat.

Kita lahir alhamdulillah dalam keadaan sehat wal afiat. Akan tetapi dalam perjalanan hidup dapat menderita penyakit jantung :

Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
Penyakit Katup Jantung
Penyakit Jantung Hipertensi
Gagal Jantung.


Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner

Diantara sebab kenapa jantung kita bisa berdetak dengan sempurna, kenapa kita bisa merasakan nikmat jantung yang sehat, diantaranya karena Allah SWT menciptakan 3 pembuluh darah yang paling utama yang memberikan makanan pada jantung kita.

Jantung mensupply oksigen dan makanan ke seluruh tubuh, memompakan darah. Tetapi untuk dapat bekerja jantung pun butuh supply makanan dan oksigen. Makanan utama dari jantung adalah oksigen bersih. Jadi kita tak perlu modal. Cukup bernafas dengan baik saja, memberikan udara yang baik, berkualitas tinggi itu makanan yang terbaik bagi jantung kita. Ini berhubungan dengan penyakit jantung koroner.

Pembuluh darah jantung kita namanya arteri . Yang kiri Pulmonary arteri pecah menjadi dua. Pembuluh darahnya namanya arteri coroner. Kenapa disebut dengan coroner karena berasal dari kata Crown (mahkota). Kenapa disebut mahkota, karena semua pembuluh darah yang jumlahnya sangat banyak ditubuh kita. Coroner itu pembuluh darah yang paling penting di tubuh kita.

Dikatakan pembuluh darah di tubuh kita itu mirip kabel yang disusun dengan sangat sempurna. Kalau dibentangkan memanjang , pembuluh darah seorang manusia bisa mencapai 2,5 kali putaran bumi. Saking panjangnya pembuluh darah! Dan itu disusun oleh Allah dengan sempurna dalam satu tubuh kita, sangat banyak dan sangat panjang.

Ketika terjadi masalah, dimana dia itu harusnya lancar aliran darahnya tapi dia mengalami penyempitan. Ada plak arteosclerosis. Harusnya dia tidak ada. Seandainya ada hanya sedikit atau minimal. Bila plak menumpuk mengganggu aliran darah, maka inilah yang disebut penyakit jantung koroner.


Gejala Penyakit Jantung Koroner

Gejalanya secara umum bervariasi antara orang dengan orang. Tetapi gejala penyakit jantung secara umum keluhannya adalah :

– Nyeri dada / nyeri ulu hati
– Sesak nafas
– Berdebar-debar
– Pusing
– Syncope (pingsan sesaat)
– Bengkak pada kedua tungkai

Namun jangan sampai hal ini menimbulkan paranoid. Merasa berdebar-debar lalu mengira dirinya sakit jantung. Nyeri dadapun belum tentu sakit jantung, karena penyebabnya banyak : bisa karena nyeri otot, bisa karena pencernaan. Untuk memastikan intinya harus ada pemeriksaan.

Nyeri Dada Penyakit Jantung Koroner

Gejala utama penyakit jantung koroner adalah nyeri dada di kiri atau di tengah.
Tetapi harus memenuhi kharakteristik tiga hal :
1. Saat aktivitas ringan , sedang ataupun berat / ataupun saat Emosional. Mungkin ketika marah tiba-tiba dadanya sakit. Sakitnya bisa seperti ditusuk atau terhimpit benda berat. Sampai timbul keringat dingin.
2. Nyeri dada berkurang dengan istirahat, tiduran atau bila berobat diberi obat Isosorbide dinitrate yang ditaruh di bawah lidah.
3. Nyeri tadi terasa di dada tengah atau kiri

Jika tiga dari tiga point di atas positif. Kecurigaan tinggi penyakit jantung koroner, bukan pasti karena butuh pemeriksaan tindak lanjut oleh pakarnya.
Bila ada dua dari tiga point di atas, misal nyeri dada tidak di tengah atau kiri, masih perlu dicurigai juga.
Akan tetapi bila hanya satu saja, misal nyeri dada saat istirahat maka itu tidak khas penyakit jantung koroner.

Gejala yang lain dari penyakit jantung

Gagal Jantung

Sesak Nafas
– Saat aktivitas
– Sulit tidur terlentang, enaknya tidur sambil duduk.
– Terbangun pada saat malam karena sesak

Gangguan Irama Jantung

Berdebar-debar (palpitasi)
– Sebentar-sebentar (bisa fisiologis)
– Lama dan teratur (SVT)
– Lama dan tidak teratur (Atrial Fibrilasi)

Ketika berdebar-debar sedikit tidak perlu khawatir merasa sakit jantung. Karena berdebar-debar itu merupakan hal yang biasa-biasa saja. Secara umum gangguan itu normal saja dan tidak butuh pengobatan.
Bisa karena fisiologis, mungkin karena kelelahan, emosional. Marah atau kaget berdebar-debar itu normal. Atau mungkin karena minum obat-obat tertentu. Atau minum kopi merk tertentu, meskipun dia biasa minum kopi tidak masalah. Itu juga normal.
Untuk mengetahui kepastiannya memang kita membutuhkan alat EKG.

Tetapi ada juga yang bermasalah.
SVT (supraventricular tachycardia) Jika berdebarnya lama dan sangat teratur. Atau Atrial Fibrilasi, jika berdebarnya lama dan tidak teratur.
Bila merasa jantung berdebar sangat cepat sehingga seolah-olah terasa jantung mau copot, padahal tidak melakukan aktivitas apapun bisa jadi gangguan dan perlu rekam jantung. Intinya jika gangguan irama jantung hanya terasa sekali-sekali tidak usah khawatir. Akan tetapi jika terasa mengganggu maka butuh konsultasi ke dokter jantung dengan melakukan pemeriksaan EKG.


Faktor Resiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung koroner tidak terjadi dalam waktu 1 atau 2 tahun. Tetapi ini adalah proses perjalanan penyakit dekade, bertahun-tahun 10 atau 20 tahun. Penyakit ini didahului oleh Faktor Resiko.

Ingat bahwa penyakit jantung koroner adalah penyakit yang di dapat. Artinya seseorang lahir dalam keadaan sehat wal afiat, kemudian dalam perjalanan hidupnya menderita penyakit jantung koroner.

Pertanyaan kita adalah, mengapa seseorang bisa mengalami penyempitan pembuluh darah? Ternyata ada yang disebut dengan Fakor Resiko. Disini peran penting kita adalah untuk mengendalikannya.


Kenali Faktor Resiko Penyakit Jantung yang dimiliki.

Jika kita memiliki tekanan darah tinggi, kholesterol tinggi, penyakit gula.
Ini adalah salah satu sebab kenapa faktor resiko ini harus kita kendalikan.
Meskipun kita tidak merasakan gejala. Karena ada diantara pasien-pasien ketika dia kontrol ternyata tensinya 160 atau 170. Ternyata dia minum obat tensi hanya jika pusing saja. Dia merasa badannya kuat. Kalau tak ada keluhan dia tak mau minum obat.
Dia tidak mau banyak obat, takut ginjalnya bermasalah.

Padahal hipertensi jika tidak dikendalikan dengan baik dia bisa melukai dinding dalam pembuluh darah. Terjadi kerusakan sel endotel. Sel ini sangat penting untuk menjaga elastisitas pembuluh darah. Karena tekanan darah sangat tinggi dan dibiarkan terus menerus dalam waktu yang lama, lama-lama luka karena tergerus sehingga merangsang timbulnya proses atherosclerosis atau pengerasan pembuluh darah.

Begitu juga dengan kholesterol tinggi, diusahakan untuk terkendali. Gula juga harus dikendalikan meskipun kita tidak merasakan ada keluhan dengan diabetes kita. Tetapi jika memang tinggi kita wajib mengendalikan, jangan dibiarkan tinggi terus-menerus.

Minum obat tensi jika memakai dosis yang pas, sesuai dengan indikasi dan dengan pengawasan dokter yang ahli in syaa Allah aman buat ginjal kita.
Namun pemakaian obat yang serampangan bisa menyebabkan gangguan ginjal. Makanya perlu kontrol oleh ahlinya. Karena ada obat-obat tertentu yang cocok bagi seorang pasien, tetapi tidak cocok untuk pasien lainnya.


Keseimbangan antara Faktor Protektif dengan Faktor Resiko

Ada faktor yang melindungi kita dari penyakit jantung koroner atau gangguan pembuluh darah, yang kita sebut dengan Faktor Protektif.
Kesehatan Kardiovaskular adalah sebagai hasil dari keseimbangan antara Faktor Protektif dengan Faktor Resiko.

Faktor Resiko adalah : Merokok, kholesterol tinggi, hypertensi, stress yang kronis terus menerus. Kemudian Social isolation, maksudnya jika tidak ada sosialisasi dengan keluarga, dengan tetangga. Kita cenderung tertutup juga tidak baik buat kesehatan jantung. Depressi juga dapat mengganggu kesehatan jantung kita.

Faktor Proteksi antara lain HDL yang tinggi. HDL adalah kholesterol yang baik. Olah raga, makan-makanan kacang-kacangan ternyata itu makanan yang sehat, support dari keluarga, sikap optimis dan kegiatan yang aktif meningkatkan proteksi kita terhadap penyakit jantung.

Stress Akut seperti marah, kecemasan, status sosial ekonomi yang rendah, stress pekerjaan yang kronis pada laki-laki, atau stress keluarga yang kronis pada wanita bisa menyebabkan gangguan jantung. Maka kita usahanya adalah mengelola stress dan bersosialisasi.


Kenali Faktor Resiko Anda.

Ada sembilan Faktor Resiko, diantaranya ada 4 yang tidak bisa kita apa-apakan :

1. Usia Tua.

Ketika kita sudah usia 65 tahun ke atas maka kita sudah saatnya berhati- hati dan memeriksakan diri secara rutin.

2. Laki-laki.

Laki-laki ditakdirkan Allah memiliki resiko penyakit jantung koroner lebih tinggi daripada wanita. Kecuali wanita yang sudah mengalami menopause juga mempunyai resiko penyakit jantung koroner.

3. Menopause

Allah memberikan kelebihan kepada wanita. Laki-laki yang berumur 35 tahun dengan wanita yang berumur 35 tahun berbeda resikonya terhadap penyakit jantung koroner.
Karena ada salah satu rahasianya, Allah SWT menciptakan hormon estrogen yang lebih dominan pada wanita.

Kalau pada laki-laki hormon yang lebih tinggi testosteron. Ini yang membedakan kenapa laki-laki memiliki jenggot, berkumis dan badannya atletis dan kekar. Sementara wanita sebaliknya karena hormon estrogen. Ini sangat membentuk kharakteristik tubuh kita. Ini bersifat proteksi terhadap pembuluh darah wanita.
Akan tetapi ketika menopause maka resikonya sama dengan laki-laki.

4. Riwayat Keluarga.

Jika kita mempunyai orang tua laki-laki yang meninggal karena penyakit jantung di usia < 55 tahun, atau ibu kita meninggal karena penyakit jantung koroner < 65 tahun maka kita mempunyai resiko untuk memiliki penyakit jantung koroner.

Ini resiko, bukan pasti akan menderita. 4 hal ini tidak bisa kita apa-apakan. Akan tetapi kita bisa mengelola di 5 penyebab lainnya

5. Merokok
6. Mengelola Stress
7. Diabetes
8. Hipertensi / Tekanan darah tinggi
9. Hiper kholesterol


Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

1. Stop Merokok

90% pasien laki-laki saya adalah perokok. Rokok merupakan faktor resiko utama di era modern sekarang untuk berbagai penyakit. Hal itu tidak ada silang pendapat dari para pakar. Penyakit jantung, paru, otak, pembuluh darah semuanya disebabkan rokok. Jadi rokok ini mudharatnya luar biasa banyak. Bahayanya rokok ini tidak hanya merusak orang yang merokok, tetapi juga bisa mengganggu orang di sekitarnya : isterinya.

Orang yang merokok mempunyai resiko penyakit jantung koroner, penyakit paru lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Dan orang yang terkena perokok pasif resikonya lebih besar dari perokok aktif.

Sehingga sering isteri dibawa ke rumah Sakit oleh suaminya karena serangan jantung. Padahal tidak ada hipertensi, tidak ada diabetes, kholesterolnya normal. Tetapi biasanya suaminya merokok di rumah. Sekian tahun terpapar perokok pasif sehingga isteri terkena serangan jantung.

Ini tidak sedikit kejadian, tapi banyak kasus seorang isteri terkena penyakit jantung atau kanker akibat suami merokok. Perokok aktif juga banyak yang terkena. Artinya dia juga beresiko mengalami penyakit Pembuluh darah.
Kalau kita ikuti banyak penyakit akibat merokok : Stroke, kanker tenggorokan, serangan jantung, gangguan pernafasan, kanker paru-paru dan sebagainya.

Iklan yang ada di rokok itu benar. Kalau ada bapak-bapak yang masih merokok, semoga segera berhenti. Kenapa Perusahaan Rokok tidak merasa berat memasang di Produknya : MEROKOK MEMBUNUHMU atau zaman dulu mereka tuliskan : Merokok menyebabkan penyakit jantung dan lain sebagainya.

Mereka tidak masalah karena itu bagian dari perjanjian dengan konsumen. Kalau kita beli dan membaca, maka kita tahu konsekuensinya. Kita tidak bisa menuntut Perusahaan Rokok.
Kenapa kita susah untuk berhenti merokok, karena ada satu zat yang disebut nikotin yang menyebabkan seseorang susah untuk berhenti merokok. Biasanya kalau saya sedang menjelaskan bahayanya rokok, maka bapak-bapak yang merokok langsung keluar, tak mau mendengarkan, tak mau tahu.

Banyak journal penelitian bahwa rokok menyebabkan penyakit jantung, kanker dan paru-paru.
Hasil Penelitiannya :
Kanker Paru-paru : Merokok meningkatkan 15 sampai 30 kali resiko penyakit Kanker Paru Paru.
Serangan Jantung Akut : Dari 19.325 orang yang terkena serangan jantung, 46% adalah perokok, 27,4% adalah mantan perokok, dan hanya 30,2% bukan perokok, bisa juga karena diabetes atau hipertensi.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik :
Dari 14.619 orang yang diteliti, 21,7% perokok, 41,7% mantan perokok dan 34,2% bukan perokok (6,4% laki-laki)
Semoga yang masih merokok segera berhenti merokok. Karena semakin cepat dia berhenti merokok akan timbul pemulihan yang baik terhadap jantung di kemudian hari.


2. Kontrol Tekanan Darah

Yang penting, target tekanan darah bagi seseorang jika usianya di atas 60 tapi dia tidak mempunyai penyakit ginjal atau penyakit gula < 150 dan < 90. Ini patokannya, update terbaru untuk usia di atas 60 tahun.
Kalau usia di bawah 60 tahun lebih rendah lagi targetnya < 140 dan < 90
Tapi kalau dia usia usia di atas 60 dan mempunyai penyakit diabetes atau penyakit ginjal maka target tekanan darahnya sama dengan target umur di bawah 60 tahun. Makin rendah makin baik.


3. Kontrol Berat Badan

Kalau kita kegemukan, lingkar pinggang kita ukur, kalau laki-laki lebih dari 102 cm dan perempuan lebih dari 89 cm maka ini beresiko mengalami penyakit jantung koroner. Artinya kalau bisa memang kita harus mengatur pola makan kita agar sehat, berolahraga secara rutin jalan kaki sehingga lingkar pinggang kita tidak terlalu besar.


4. Kontrol Diabetes.

Bagi yang menderita diabetes yang penting terkendali.
Targetnya HbA1C < 7%
Ini untuk mengukur keterkontrolan gula darah seseorang.


5. Kontrol Kadar Kholesterol

Makanan kesukaan Padang, Sumatera Barat biasanya banyak lemak, dan kaya kholesterol. Ada anekdot diantara kami, orang Padang bahwa di Rumah Sakit khusus jantung di Jakarta , Harapan Kita, pasiennya paling banyak orang Padang. Dokternya orang Padang, Profesornya orang Padang. Maka mestinya nama Rumah Sakit diganti Harapan Kito …

Karena memang di Padang biasa makan makanan yang berminyak, bahkan jerohan, Gulai tunjang sudah biasa. Tapi sayangnya ini kholesterol tinggi. Itu harus diatur.
Targetnya kalau cek kholesterol total harus di bawah 200. Kalau di atas 200 harus mengatur makan atau minum obat anti kholesterol.

Tetapi yang terbaik kita kontrol di Rumah Sakit, kita cek kholesterol lengkap, total, HDL dan LDL. Yang kita lihat adalah yang LDL (kholesterol jahat). Kalau HDL adalah kholesterol yang baik. LDL harus kurang dari 100. LDL makin rendah makin baik. HDL makin tinggi makin baik.


6. Aspirin

Khusus bagi yang sudah menderita penyakit jantung koroner, ada obatnya diantaranya namanya Aspirin, Aspilet, Thrombo aspilet.
Terutama untuk bapak/ibu yang sudah dipasang stent (cincin jantung) .
Cincin jantung bentuknya tidak seperti cincin. Tetapi seperti jaring-jaring fungsinya untuk melebarkan pembuluh darah.


7. Aktivitas Fisik

Yang dianjurkan kita beraktivitas fisik 30 menit setiap harinya. 7 hari dalam seminggu, atau 5 kali dalam seminggu.
Non kompetisi dan aerobik.
Maksudnya olah raga yang aman bagi kita terutama yang sudah berusia di atas 50 tahun sebaiknya olah raga yang aman, menghindari yang sifatnya kompetitif.

Kompetitif maksudnya ada unsur bertanding seperti bulu tangkis, tenis sebaiknya mulai ditinggalkan karena itu cukup berat bagi tubuh kita dan tidak sedikit yang mengalami keadaan akut pasca bermain bulu tangkis, tenis dan sebagainya.

Olah raga yang paling aman bagi kita adalah jalan kaki. Bakda Subuh sambil dzikir pagi 15 menit atau 30 menit cukup jalan kaki saja, santai tapi rutin. 5 kali dalam seminggu atau minimal 3 kali dalam seminggu sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan jantung kita, bisa menurunkan tekanan darah.


8. Hindari Stress

Efek stress itu sangat banyak dan tentu kita mempunyai stress masing- masing berupa permasalahan kehidupan. Akan tetapi kita yang penting mengelola stress agar jangan terlalu berat.

Pentingnya bagi kita mengikuti kajian. Kita beriman kepada Allah SWT. Ini sangat penting untuk kita pelajari bersama, sehingga kita terhindar dari stress yang berlebihan.
Orang non Muslim bilang untuk menghindari stress mereka harus meditasi, harus Yoga.

Sebagai orang muslim kita alhamdulillah cukup ibadah kepada Allah SWT dengan khusyuk. Dengan amalan-amalan wajib dan sunah.
Itu bagian dari menenangkan hati kita. Ketika hati kita tenang, hati kita nyaman, stress kitapun turun maka biasanya tubuh kita akan menyertai. Ini adalah pengendalian stress yang terbaik yang hanya dimiliki oleh Kaum Muslimin.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here