Dr.H.C. Dra. Nurhayati Subakat, Apt

3 Jumadil Akhir 1442 / 16 Januari 2021



Hidup bermakna dengan lima kharakter

Saya akan mengisahkan tentang apa sih dibalik sukses dari Wardah. Yaitu adanya lima kharakter. Dengan kesuksesan itulah maka kemudian pada tahun 2019 alhamdulillah saya mendapat penghargaan sebagai Doctor Honoris Causa perempuan pertama sepanjang satu abad dari ITB.
Lima Core Values yang ditetapkan Paragon adalah : Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan, Inovasi

Value Ketuhanan :

Meyakini keberadaan dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan mengembangkan Perilaku :
– Bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimis sebagai bagian dari ibadah.
Dalam perjalanan kami sangat merasakan dibalik kesulitan in syaa Allah ada kemudahan.
– Konsisten menjaga kejujuran, bertanggung jawab dan dapat dipercaya
– Senantiasa menghargai perbedaan dan keyakinan.
– Menebar kebaikan dan mencegah keburukan.

Values Kepedulian

Menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kasih sayang.
Ini sangat kita rasakan saling peduli, apalagi di tengah pandemi Covid-19.
Dengan mengembangkan Perilaku :
– Senantiasa memberi manfaat dan inspirasi positif bagi sesama dan lingkungan dalam setiap aktivitas.
– Berupaya saling memahami dan saling peduli dengan seluruh Tim.
Saling kolaborasi ini yang kami rasakan menyebabkan kita sehingga bisa sukses.

Values Kerendahan Hati

Menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kita tidak boleh sombong, jangan merasa paling hebat. Agar menerapkan ilmu padi, tambah berisi tambah merunduk.
Dengan mengembangkan Perilaku :
– Selalu mengoptimalkan sumber daya yang ada sesuai kebutuhan dan keadaan tanpa berlebihan.
Maksudnya adalah bagaimana kita hidup sederhana dan Cost Efektif.
– Saling menghormati dan menghargai perbedaan demi kepentingan bersama.
– Bersemangat dan rendah hati untuk “selalu kosongkan gelas”, belajar kapan saja, dimana saja dan dari siapa saja.

Values Ketangguhan

Menjalani hidup dengan penuh sukacita dan daya juang tinggi.
Dengan mengembangkan Perilaku :
– Berani, sabar dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan.
– Bertekad kuat, disiplin dan ulet dalam menjalankan proses hingga tuntas.
– Penuh semangat menghasilkan karya-karya terbaik tanpa batas.

Values Inovasi

Selalu mengembangkan hal baru yang lebih baik untuk memenuhi dan melampaui harapan pelanggan.
Dengan mengembangkan Perilaku :
– Visioner dan kreatif dalam menciptakan terobosan baru untuk menjadi yang terdepan.
– Berpikiran terbuka dalam menggali dan mengolah beragam informasi secara analitis dan sistematis.
– Antisipatif, gesit dan responsif
Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini inovasi sangat dibutuhkan sekali.

Lima nilai inilah yang membuat Paragon menjadi Perusahaan yang bermanfaat, bertumbuh dan berkelanjutan dengan kebermaknaan dalam setiap prosesnya.


Paragon Perusahaan Industri Kosmetik Terbesar di Indonesia.

Kami akan cerita bagaimana kami membangun usaha. Perusahaan ini berdiri tahun 1985 atau 36 tahun yang lalu. Berawal dari Home Industry, industri rumah tangga dengan karyawan 2 orang, itupun juga adalah asisten rumah tangga.
Alhamdulillah sekarang karyawan kami sudah di atas 10.000 dan pabriknya 20 hektar. Ini termasuk industri kosmetik,
lokal terbesar saat ini di Indonesia. Dan sudah punya 41 Distribution center, salah satunya di Malaysia. Dan Alhamdulillah di Malaysia kami sudah nomer 3.


Latar Belakang Keluarga

Nilai-nilai dalam Keluarga
– Visioner
– Imtaq
– Iptek
– Peduli lingkungan dan masyarakat.

Saya perkenalkan diri anggota keluarga, karena lima kharakter itu saya rasakan adalah dibentuk keluarga kita, maksud saya waktu saya masih kecil. Saya adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Asalnya dari kota kecil di Sumatera Barat, yaitu Padang Panjang.

Bapak saya seorang pedagang dan beliau boleh dikatakan cukup sukses waktu hidup di kota kecil. Beliau juga Ketua Muhammadiyah Padang Panjang.

Saya merasakan bapak saya seorang yang Visioner, karena tahun 60 an beliau sudah menyampaikan Imtaq dan Iptek. Seperti kita ketahui almarhum Pak BJ Habibi baru menyampaikan di tahun 90 an.
Makanya kami semua yang perempuan waktu tingkat SMPnya masuk di Pesantren Diniyah Puteri.
Jadi saya adalah alumni Pesantren Diniyah Puteri dan kemudian saya melanjutkan di SMA 1 Padang. Dan alhamdulillah kemudian diterima di ITB.

Almarhum bapak kami meninggalkan kami ketika kami masih SMP. Jadi sebetulnya kami delapan bersaudara adalah anak yatim. Almarhumah ibu saya luar biasa, seorang orang tua tunggal dengan 8 anak bisa mengantarkan semua anaknya ke Perguruan Tinggi. Alhamdulillah dari 8 orang itu, 6 orang adalah alumni ITB.

Satu ayat yang selalu disampaikan oleh almarhumah ibu saya, kita tak usah khawatir, setiap kesulitan in syaa Allah ada kemudahan :

فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ (5) اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ (6)

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5-6)

Itulah yang kemudian menginspirasi kami sampai saat ini.
Kedua orang tua kami juga orang yang sangat sosial dan inipun juga yang menginspirasi kami sampai saat ini.


Perjalanan Sejarah Paragon

Berdiri pada tahun 1985 dengan nama PT. Pusaka Tradisi Ibu. Dan kenapa saya mengambil industri Kosmetik , karena pernah bekerja 5 tahun di suatu industri kosmetik internasional. Kemudian setelah 5 tahun memilih mundur karena saya kesulitan setelah punya anak 3 dimana pabriknya ada di Jalan Raya Bogor dan saya tinggal di Jakarta. Jadi sebenarnya alasannya adalah bagaimana saya bisa lebih berkonsentrasi mengurus anak-anak.

Tapi dengan ilmu yang saya punya, dengan pengalaman yang ada saya mencoba memodifikasi – Makanya kita perlu Inovasi – akhirnya saya menemukan formula Putri, Produk Perawatan rambut. Dengan substitusi dan kualitas yang tak jauh beda tapi harga yang jauh lebih murah. Kira-kira hemat 50%. Kemudian dengan produk perawatan rambut itu saya jual langsung ke salon-salon. Alhamdulillah berkembang.

Tahun 1990 saya mendapat cobaan ujian dari Allah yang cukup besar. Mungkin ujiannya lebih besar daripada sekarang. Karena home Industry atau rumah saya yang merangkap tempat usaha terbakar habis. Dan boleh dikatakan kondisi kami saat itu minus karena saya punya hutang sama supplier dan pihutang karena barangnya banyak yang terbakar maka banyak langganan kami yang tidak mau membayar.

Kemudian saya memutuskan untuk bangkit kembali, karena pada saat itu yang saya ingat adalah nasib karyawan dan Hutang saya.
– Walaupun jumlah karyawan saat itu baru 25 orang.
– Kalau hutang saya, saya tutup saya tidak bisa membayar karyawan.

Kalau saya egois memikirkan diri sendiri sebetulnya waktu itu lebih baik Perusahaan saya tutup karena suami masih bekerja dan gaji beliau juga lebih dari cukup. Jadi Kepedulian terhadap orang lain inilah yang menyebabkan kita punya semangat dan bangkit kembali.

Alhamdulillah saya merasakan banyak pertolongan Allah waktu itu.
– Kenalan langsung meminjamkan rumahnya untuk langsung bisa produksi
– Supplier yang sangat membantu, karena selama ini saya menjaga kepercayaan. Saya minta 5 zak malah diberi 10 zak.
– Pada saat yang sama ada kebijakan Bank Indonesia untuk memberi kredit ke Usaha Kecil.

Jadi seperti sekarang juga ada stimulus usaha kecil. Saat itu saya minta 50 juta, malah sama Bank disarankan ambil 150 juta.
Ini adalah pertolongan Allah yang luar biasa! Biasanya kita minta 50 juta akan diberi pinjam 40 juta. Tapi yang terjadi saat itu malah Bank memberi 150 juta. Dengan pinjaman itulah saya bisa membangun rumah dan pabrik kecil di daerah Tangerang.

Alhamdulillah berkembang.
Tahun 1995 saya kedatangan tamu dari Pesantren Hidayatullah dan dari sinilah yang memberi ide untuk melahirkan Produk Muslim dengan nama Wardah. Inilah perlunya silaturahim, karena ide bisa berasal dari mana saja. Tetapi waktu itu boleh dikatakan tidak sukses karena dikerjakan oleh Pesantren, dimana Santri tidak memakai kosmetik. Jadi boleh dikatakan pada waktu itu gagal.

Tapi bagi saya tidak ada kata putus asa, dicoba lagi iklan di Harian Terbit, sebuah harian yang tidak terlalu terkenal.
Kemudian pada Tahun 1996 saya mendengar ada Perusahaan kecil Direct Selling dan Multi Level Marketing. Kemudian saya coba dengan Wardah dan alhamdulillah juga berkembang.

Tahun 1998 seperti kita ketahui ada krisis ekonomi dimana banyak pengangguran dan akhirnya banyak bergabung dengan Multi Level Marketing sehingga berkembang. Tahun 1998 saya justru membuat pabrik kedua yang luasnya 3 kalinya pabrik pertama.

Tahun 2002, putera saya yang pertama Harman sudah lulus, kemudian langsung gabung. Tahun 2003 putera kedua Salman juga lulus dan langsung gabung. Kami bersama-sama mengembangkan Perusahaan ini.

Tahun 2004 , Multi Level Marketing yang kami supply turun dan kami juga ikut turun sampai 50%.
Tahun 2005 kami menemukan lagi Multi Level Sophie Martin, Perusahaan dari Perancis.
Dari perjalanan ini kita lihat kata kuncinya adalah bagaimana kita ikhtiar terus dan bertawakal kepada Allah. In syaa Allah akan mendapatkan kemudahan dari Allah SWT.


Collaboration & Innovation

Setelah kedua anak saya bergabung, mereka memperbaiki produk. Tadinya produknya memang kurang bagus. Tahun 2009 kita merelaunching Wardah, diperbaiki boxnya , tag-linenya juga diganti. Tadinya “Kosmetika suci dan aman” diganti menjadi “Inspiring Beauty”.

Seperti kita ketahui tahun 2009 hijabers booming. Ini kaum menengah atas. Satu-satunya kosmetik yang menjamu kebutuhan hijabers adalah Wardah. Jadi saya rasakan itu momentnya pas. Didalam islam tidak ada kejadian tanpa seijin Allah. Jadi tahun 2009 saya anggap adalah pertolongan Allah yang kesekian kalinya kepada kami.

Sehingga terjadilah loncatan, kami sudah bisa iklan di TV.
Tahun 2010 Tim mengeluarkan lagi Make Over. Kemudian tahun 2011 kami ganti nama, tadinya PT Pusaka Tradisi Ibu berubah menjadi PT Paragon Technology and Innovation.
Ganti nama supaya kita bisa menuju global.

Tahun 2014 mengeluarkan lagi Emina. Ini adalah produk untuk remaja. Inipun juga saya merasakan moment yang tepat. Satu-satunya kosmetik yang menyambut kebutuhan milenial sampai saat ini adalah Emina sehingga pertumbuhannya juga sangat cepat. Di tengah pandemi Covid-19 pun masih tumbuh dengan bagus.

Tahun 2017 Tim mengeluarkan lagi Shampoo, namun yang ini memang tidak terlalu sukses karena persaingannya dengan multi nasional yang cukup besar. Tapi alhamdulillah tahun ini sudah mulai kelihatan. Kita juga mohon bantuan bapak ibu untuk bagaimana meningkatkan sukses shampoo ini bersama.

Tahun 2018 Tim mengeluarkan InstaPerfect yaitu bedak dan lipstick yang lebih premium untuk kosmetik.
Tahun 2019 Crystallure , ini skin care yang lebih Premium. Tahun 2020 kira-kira di bulan Nopember walaupun di tengah pandemi Covid-19 alhamdulillah Tim masih bisa launching Kahf. Kahf adalah produk untuk Pria. Jadi kalau kita lihat dari perjalanan ini kata kuncinya adalah bagaimana kita selalu inovasi mengeluarkan produk-produk baru. Kami sekian tahun itu mengeluarkan produk baru, sekitar 200 an produk.

Kata kunci yang lain adalah Kolaborasi. Karena Perusahaan sudah cukup besar, kami juga sudah tidak mampu mengurusnya. Maka kemudian kami mengundang Profesional Hire untuk bergabung. Dan mereka berpengalaman puluhan tahun di Perusahaan Multi Nasional.

Jadi disini banyak Profesional yang hijrah. Dan ini saya anggap sebagai pertolongan Allah yang ke sekian kalinya. Ada 10 orang lebih, dari tingkat Direktur, Manager yang bergabung dengan kami. Dan disini terjadilah kolaborasi antara anak muda yang memiliki drive tinggi dengan tenaga Profesional yang memiliki value yang sama dengan Perusahaan dan mengembangkan Paragon menjadi Perusahaan bergaya Corporate Start Up. Pertumbuhannya seperti start up tetapi tetap Profesional.

Berbagai brand dihasilkan oleh anak-anak muda yang bergabung, ada 1000 anak muda tingkat S1, hampir semua mereka adalah milenial, mereka adalah orang kreatif, pekerja keras.
Brand-brand itu antara lain : Wardah, Make Over, Emina dan Kahf.


Pencapaian Prestasi

Tahun 2014-2015 dalam suatu seminar tahun 2016 di Paris EuroMonitor International In Cosmetic menyampaikan bahwa Wardah adalah nomer 6 di Global Fastest Growing Brand. Ini pertama kali brand Indonesia masuk nominasi.

Bersama anak muda, Wardah terus berkembang kami menjadi market leader kosmetik di Indonesia dan juga pernah dibahas di Harvard Business Review.

Sampai saat ini walaupun di tengah pandemi Covid-19 kami juga masih memimpin pasar di Indonesia.
Untuk kategori Make Up kami sudah nomer satu. Ini bersaing bukan hanya lokal. Kami juga sudah melewati semua brand multi nasional yang ada di Indonesia. Demikian juga moisturizer kami juga nomer 1 tapi di Cleanser kami masih nomer 3.


Visi dan Misi

Visi kami menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk memiliki pengelolaan terbaik dan berkembang terus-menerus dengan bersama-sama menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin melalui produk berkualitas yang memberikan manfaat bagi Paragonian (orang-orang yang bergabung dengan Paragon) , Mitra , masyarakat dan lingkungan.

Misi kami, bagaimana Perusahaan ini bermanfaat untuk orang lain.
Yang dijabarkan dalam beberapa Misi
– Mengembangkan Paragonian
– Menciptakan kebaikan untuk Pelanggan
– Perbaikan berkesinambungan
– Tumbuh bersama-sama
– Memelihara Bumi
– Mendukung Pendidikan dan Kesehatan Bangsa
– Mengembangkan Bisnis

Kami melihat bagaimana kharakter memang menentukan kesuksesan kita.
“Character is the real foundation of all worthwhile success” (John Hays Hammond)

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here