Dr. dr. Retnaningsih Sp S KIC

11 Jumadil Awwal 1442 / 26 Desember 2020



Betapa Pentingnya Oksigen

Kenapa kita perlu membicarakan oksigen sebelum membicarakan permasalahan stroke, karena erat kaitannya dengan apa yang harus kita syukuri pada pagi hari ini. Kita bersyukur dalam rangka bisa menghirup udara segar. Oksigen memang diberikan kepada kita semua di bumi ini dan diperlukan oleh tubuh kita untuk semua kegiatan kita. Merupakan energi yang paling vital untuk kehidupan manusia.

Oksigen harus selalu seimbang, kebutuhan maupun supplynya. Ibarat timbangan harus seimbang. Pada suatu saat bila oksigen pada tubuh kita terganggu sedikit, sudah memberikan efek yang sangat fatal pada tubuh manusia. Karena kebutuhan kita akan oksigen itu ternyata hampir 400 liter perhari. Bayangkan bahwa oksigen ini diberikan gratis oleh Allah SWT. Kalau misalnya kita harus membeli, berapa yang harus kita bayar dalam sehari dalam kehidupan kita? Jadi oksigen ini betul -betul karunia Allah yang patut kita syukuri.

Oksigen ini kita hirup dari paru-paru, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Oksigen diserap darah pada waktu di paru-paru kemudian dialirkan ke seluruh tubuh dan terutama untuk kebutuhan otak. Kebutuhan otak terhadap oksigen mencapai 20% dari semua kebutuhan oksigen untuk manusia.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, Dia akan membukakan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang- orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan bahwa makin tinggi suatu tempat ternyata oksigennya makin sedikit, sehingga jika kita bernafas disana, dadanya terasa makin sesak.
Disini jelas betapa oksigen itu sangat dibutuhkan dan dilapis udara paling bawah, di permukaan bumi paling tinggi kadarnya.

Kebutuhan Oksigen otak 20% dari total tubuh, maka sujud adalah gerakan yang bermanfaat duniawi dan ukhrowi, duniawi bagi kesehatan, ukhrawi karena dekat dengan Allah diminta Rasul memperbanyak doa.

Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim, no. 482)

Kenapa kita berdo’a? Karena kita hanya diberi ilmu yang sedikit.

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

“sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 85)



Manfaat Oksigen Bagi Tubuh.

Kalau kita perhatikan banyak sekali :
– Dapat meningkatkan daya tahan
– Meningkatkan performance otak kita.
– Membuat berfikir lebih jernih.
– Membuat badan makin segar dan lebih awet muda.

Tanda-tanda kekurangan oksigen :
– Lesu, letih, lelah.
– Daya tahan berkurang, mudah sekali terkena infeksi
– Dan banyak gangguan kesehatan lain.


Kaitan Oksigen dengan Stroke.

Stroke masih menjadi problem kesehatan yang tinggi. Merupakan penyebab kematian yang tertinggi di Indonesia. Stroke juga penyebab kecacatan. Banyak hal pasien setelah stroke mempunyai gejala sisa berupa kecacatan. Baik pada tubuh anggota gerak maupun kecacatan pada semua , daya pikir kita, konsentrasi dan sebagainya.

Maka setiap tanggal 29 bulan Oktober diperingati sebagai Hari Stroke se dunia. Ini untuk meningkatkan perhatian kita terhadap penyakit ini. Tema untuk tahun ini tentang Rehabilitasi pasca Stroke. Kita perlu bergabung untuk selalu bergerak. Karena menurut penelitian ada 1 dari 4 orang dewasa menurut statistik akan mengalami stroke dari ringan sampai berat.


Macam-Macam Stroke

Stroke dibagi menjadi dua : Stroke perdarahan (Hemorrhagic Stroke) dan Stroke Sumbatan (Ischemic Stroke).
Aliran darah bagaikan rel angkutan dimana kereta api mengangkut bahan makanan dan oksigen ke otak/ organ yang membutuhkan.

Pada stroke Sumbatan dimana tiba-tiba rel itu tersumbat. Sehingga fungsi rel mengalami kegagalan tidak dapat mengirim makanan/oksigen ke otak. Akibatnya ada sel yang mati.
Pada stroke perdarahan tiba-tiba ada rel yang putus/rusak sehingga terjadi perdarahan. Makanan terbuang ke luar ditempat yang rusak itu. Akibatnya sama, otak tidak mendapatkan supply.
Dua jenis stroke itu penting dipahami tetapi yang lebih penting lagi adalah pemahaman tentang waktu kecepatan penanganan.

Waktu adalah Otak.

Dengan serangan stroke, maka setiap hilangnya waktu artinya kehilangan sebagian fungsi otak. Kapan pasien terkena serangan stroke? Yaitu pada waktu pagi hari , mulai dari jam 06.00 sampai menjelang siang. Karena di pagi hari itu terjadi peningkatan beberapa hormon kita, terjadi peningkatan regulasi yang secara ritmis sesuai sirkadian kita di pagi hari meningkat. Disitulah serangan stroke meningkat.

Kenapa Time is Brain? Dengan stroke bila kita kehilangan waktu maka akan kehilangan sebagian dari seluruh syaraf-syaraf kita. Artinya semua penanganan pada stroke harus mengacu pada waktu yang cepat.
Penanganannya harus cepat, membawa ke Rumah Sakit harus cepat.

Kalau kita lihat dari waktu ke waktu ternyata perjalanannya mulai dari 30 menit pertama sampai 12 jam, stroke itu berjalan demikian cepatnya. Sehingga harus segera mendapat penanganan dan kita akan melihat bahwa 4,5 jam pertama kita harus bisa melepas sumbatan yang terjadi di pembuluh darah ke arah otak untuk membebaskan sehingga bisa mengurangi kecacatan.

Yang kita lihat setelah terjadi sumbatan atau perdarahan, ternyata terjadi proses yang banyak sekali :
kegagalan energi di otaknya, keracunan di otaknya, peradangan, kerusakan, kematian sel, itu bertubi- tubi terjadi mulai dari menit-menit pertama. Sehingga kecepatan itu sungguh menjadi syarat mutlak untuk penanganan stroke.

30 menit pertama terjadi inti dari stroke, kalau tidak ada penanganan segera inti stroke akan melebar dan semua area akan menjadi inti stroke yang menetap dan menimbulkan kecacatan. Sehingga 4,5 jam yang pertama itu adalah hal yang paling utama untuk mendapatkan pengobatan segera.

Kalau melihat ke pembuluh darah, aliran darah pada kondisi yang tersumbat makin lama makin menurun dan akhirnya tersumbat penuh. Pada daerah sumbatan penuh akan menjadi inti dari stroke. Kemudian daerah yang disebut oligemia masih ada aliran sedikit tapi tentu saja ini sudah mengganggu. Dan ini akan menyebabkan inti stroke meluas bila tidak mendapatkan penanganan segera.


Proses Recovery Stroke

Setelah stroke terjadi ternyata inti ini akan berjalan terus dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari pekan ke pekan, dari bulan ke bulan. Tapi kalau bisa ditangani segera maka akan terjadi penyembuhan di pembuluhnya, dineuronnya dan di semuanya. Ini disebut dengan Plasticitas atau kemampuan untuk menyembuhkan diri dari syaraf-syaraf kita.

Dari daya Plasticitas ini timbulah perbaikan-perbaikan : neurogenesis, angiogenesis dan sebagainya. Hal ini terjadi bila aliran darah mengalami perbaikan. Kemampuan recovery dari Plasticitas memang tidak sesempurna kemampuan otak yang biasa.
Bila aliran darah tidak mengalami perbaikan maka akan terjadi glial scar atau sikatrik (jaringan parut) yang akan mengganggu dan memberikan kecacatan yang permanen.


Kaitan Covid-19 dengan Stroke

Ternyata jika Covid-19 menyerang seseorang, dapat menimbulkan resiko stroke yang lebih tinggi.
Kita tahu bahwa kalau terserang Covid-19 ada dua hal yang terjadi pada diri manusia :
– Penggumpalan darah atau sistem Coagulasinya terganggu
– Terjadi peradangan atau inflamasi yang hebat.

Dua hal ini akan mengakibatkan resiko yang sangat besar untuk menjadikan pasien itu stroke. Atau bisa juga langsung Covid-19 masuk melalui receptor kita yang dihidung langsung ke otak. Jadi ada berbagai hal yang mengakibatkan pasien Covid-19 sangat mudah menjadi stroke.

Atau juga sebaliknya pasien yang sudah stroke yang mengalami kelumpuhan akan lebih mudah terkena Covid-19 karena daya tahannya yang rendah. Apalagi jika dia mempunyai faktor resiko, terutama Hipertensi, Diabetes, Kholesterol dan penyakit- penyakit jantung sebelumnya.

Kenapa pasien Covid-19 demikian mudahnya menjadi stroke?
Covid-19 menyerang paru-paru karena adanya receptor Ace2 sebagai pintu.
Ternyata di otak kalau kita lihat receptor Ace2 yang merupakan pintu virus Covid-19 ini banyak sekali. Receptor Ace2 ini terdapat di neuron-neuron terutama di batang otak.

Untuk menyerang ke otak, virus bisa langsung dari hidung dan juga bisa melalui paru-paru. Ini semua menjadi alasan betapa mudahnya pasien-pasien Covid-19 terkena Stroke. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari nyeri kepala, tidak merasai bau karena hidungnya terganggu juga tiba-tiba ada gumpalan darah pada aliran darah ke otak.

Setelah pasien mengalami Stroke. Kejadiannya di otak memberikan dampak ke seluruh tubuh kita Pasien akan mengalami perubahan dimanapun kondisinya :
Perubahan jantungnya, perubahan gastrointestinalnya , perubahan Cardiovascularnya, perubahan Sistem imunnya, perubahan Sistem Musculoskeletal (otot-otot dan tulang), perubahan sistem digestive, perubahan di sistem uriner, perubahan Sistem Hormon maupun Sistem Otonom, Emosi dan juga Psikiatrinya

Itu ternyata semua akan mengalami perubahan karena semua ini regulasinya diatur oleh otak. CPU nya adalah otak dan sekarang otak mengalami gangguan karena oksigen yang kesana tersumbat. Jadi energi otak akan melemah. Itulah yang terjadi setelah injury atau kerusakan akibat stroke. Ternyata otak yang sakit akan memberikan dampak ke seluruh organ tubuh kita.

Maka banyak orang setelah stroke mengalami gangguan emosi, gangguan jantung, pergerakan menjadi lamban, pencernakan menjadi terganggu. Semua akan terganggu.

Rehabilitasi setelah stroke betul-betul bukan hanya masalah motorik saja. Bukan hanya masalah melatih tangan dan kaki tetapi ternyata harus merehabilitasi semua unit organ tubuh kita karena daya organ tubuh juga turun. Karena ada dysbiosis di usus, kemampuan regulasi kuman-kuman dalam usus berubah sehingga daya tahan tubuh berubah.

Remodeling, dimana otot-otot yang lumpuh mengalami kesembuhan ternyata juga sangat lambat dibandingkan dengan remodeling pada pasien yang bukan stroke. Misalnya dia jatuh atau ada gangguan fraktur dan sebagainya itu dia akan lebih cepat dan mudah penyembuhannya dari pada pasien stroke


Resiko Pasca Stroke

Mudah sekali terkena infeksi baik paru-paru maupun infeksi saluran kencing. Mudah sekali terjadi sumbatan di vena-venanya, sering terjadi menghitam di ujung-ujung kaki. Mudah sekali terjadi gangguan karena ada displagia ada gangguan menelan.
Ini semua menjadi semacam lingkaran yang saling mempengaruhi.
Ternyata rehabilitasi setelah stroke harus kita lihat seluruh dari body manusia tersebut.


Mencegah Stroke

1. Tingkat Promotive

Tentu saja dengan menerapkan pola hidup sehat. Pencegahan stroke, tentu mulai dari tingkat Promotive pada manusia sehat.
Promosi sasarannya kepada orang yang sehat. Tetap harus melihat kita dan menjaga hidup yang sehat dengan
– makanan yang seimbang
– mempertahankan berat badan yang ideal. Meskipun mungkin akan sangat sulit bagi kita sekarang.
– Tidur yang berkualitas, ini juga makin sulit karena usia makin tua, tidurnya juga makin terganggu oleh acara sebelum tidur.
– Stress. Semakin bertambah umur juga makin mudah menjadi stress.
– Maka kita sangat memerlukan berfikir positif. Dengan berfikir positif ternyata akan menjadi tindakan pencegahan terjadinya stroke.
– Melakukan olah raga yang teratur.


2. Pencegahan Stroke (Preventive)

2.1. Pencegahan Primer

Adalah pencegahan yang dilakukan pada orang-orang yang sudah mempunyai faktor resiko stroke.
Caranya selain memulai gaya hidup yang sehat juga mengendalikan faktor resiko : Hipertensi, Diabetes dan sebagainya.

2.2. Pencegahan Sekunder.

Sasarannya pasien yang sudah mengalami stroke, tentu saja selain gaya hidup yang sehat, mengendalikan faktor resiko kemudian juga memberikan terapi pasca Stroke. Misalnya untuk mengencerkan darah, kadang-kadang juga dengan bedah untuk mengambil sumbatan-sumbatan yang ada di pembuluh darah leher dengan cara dilonggarkan.


Faktor Resiko

70% stroke adalah stroke yang pertama. Insiden turun 40% setelah dilakukan pencegahan faktor resiko.

Faktor resiko yang tidak bisa diubah.

– Usia di atas 50 tahun.
– Jenis kelamin laki-laki
– Orang yang dulu punya riwayat berat badan lahir rendah.
– Ras warna kulit hitam lebih beresiko.
– Faktor keturunan bila di urutan keluarga ada yang pernah mengalami stroke atau sakit jantung.
– Kelainan bawaan, atau pembuluh darah di otak mengalami gangguan.

Faktor resiko yang bisa diubah

Harus diubah dengan pengobatan atau dengan penanganan yang ketat
– Tekanan darah tinggi
– Merokok
– Diabetes melitus, kita harus kontrol teratur untuk pengendaliannya.
– Penyakit jantung sebelumnya.
– Penyakit-penyakit Metabolik.
– Obesitas, Pada usia yang sudah mulai mapan biasanya beresiko obesitas.
Indonesia resiko obesitas begitu tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun 1960-1970 yang lalu.

Faktor yang sangat mudah diubah.

– sindroma metabolik
– pemakaian alkohol berlebihan
– abuse dari narkoba
– pemakaian obat-obatan yang lain
– gangguan pola tidur
– Kenaikan dari berbagai zat-zat dalam tubuh kita yang bersifat toxic.
– terjadi hypercoagubility atau penggumpalan darah
– terjadi peradangan di pembuluh
Peradangan di pembuluh ternyata bisa dipicu oleh peradangan yang lain. Misalnya gigi kita sakit, kemudian diobati sekedarnya saja, ternyata terjadi peradangan yang kronis. Inipun menjadi faktor resiko dari stroke.


Pedoman Dari Kemenkes

Kemenkes telah memulai kampanye anti stroke dengan semboyan CERDIK yang merupakan singkatan dari :

– Cek kesehatan secara rutin.
Kalau tanpa faktor resiko kita boleh satu tahun sekali. Tetapi kalau dengan faktor resiko minimal 6 bulan sekali harus cek kesehatan.

– Enyahkan Asap Rokok.
Tidak hanya jangan merokok, bahkan berdekatan dengan orang yang merokok itu juga beresiko.

– Rajin aktivitas Fisik
Dengan berolah raga yang teratur.

– Diet Yang Seimbang

– Istirahat Yang Cukup

– Kelola Stress
Stress harus kita carikan solusi segera dan kemudian bagaimana kita menghindar atau menjaga diri dari perasaan stress.


Makanan Yang Seimbang

BNI (Batasi, Nikmati, Imbangi)
Batasi kita sesuai dengan haditsnya.

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

“Kita adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang“ (hadits dhoif-tapi maknanya benar).

Makanan yang sehat adalah makanan yang rendah garam, rendah lemak. Batasi karbohidratnya. Kita ini sering berlebihan makan hingga kenyang. Kemudian kalau tidak asin katanya tidak nikmat, padahal lidah kita semakin tua, semakin berkurang kepekaannya. Akhirnya garamnya ditambah. Ini beresiko kena stroke.

Nikmati tentu saja dengan gizi seimbang 4 sehat 5 sempurna. Nikmati makanan dengan mengunyah pelan-pelan. Waktu sarapan itu waktu yang paling bagus untuk menikmati makanan. Sambil bertemu dengan keluarga, nikmati makanan dan mengunyah dengan pelan.
Jarang kita lakukan karena kita tergesa-gesa harus absen, takut terlambat dan sebagainya.

Imbangi dengan olah raga. Kalau kita makan dengan porsi agak banyak, tentunya jalan sehatnya juga harus ditambah. Tapi ada kendala acara televisi : ada drama Korea, ada drama Turki. Hal ini membuat kita duduk manis di depan Televisi, akibatnya jalan sehat menjadi terlupakan.

Imam al Shuyuti meriwayatkan sebuah hadis, yaitu bahwa Rasulullah SAW bersabda :

.أصل كل داء البردة

“Sumber segala penyakit adalah al bardah (pencernaan yang kurang baik atau dispepsia). (HR. Daruquthni).



Metabolik Sindrom

Adalah beberapa gejala :
– Gemuk diperutnya, tidak langsing lagi.
– Trigliceride lebih dari 150
– HDL, lemak yang bagus justru kurang dari 40
– Tekanan darah sudah mulai naik >130 dan >85
– Gula puasa juga mulai naik > 110
– Orang jadi lebih lamban, malas bergerak. Karena ada Grab, Go Jek, GoFood yang memudahkan kita akan tetapi membuat resiko metabolik sindrom.

Maka penurunan berat badan menjadi target untuk kita semua. Di depan kamar harusnya ada timbangan dan setiap bangun tidur kita timbang dulu diri kita. Target kita berapa?


Olah Raga Merupakan Terapi Oksigen.

Saturasi pasien Covid-19 oksigennya berkurang sampai 93. Normalnya kita diantara 95-100.
Olah raga pada dasarnya akan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan lebih mudah. Tetapi olah raganya harus bagus dengan berprinsip : Ada frekuensinya, ada intensitasnya, Ada waktunya, ada Tipenya.

Setiap olah raga yang teratur dan terukur maka baiknya 3 kali sepekan, lebih dari 30 menit itu baru terukur menjadi olah raga yang memberikan pasokan oksigen ke dalam tubuh menjadi meningkat. Jadi kalau kita bekerja menyapu, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari di rumah itu belum terukur dan belum teratur.

Ritmenya , Kontinyuitasnya dan penggunaan otot-otot besarnya merupakan olah raga yang disarankan untuk bisa memberikan terapi oksigen pada tubuh kita.

Olah Raga Harus Teratur

Bagaimana kita memberikan gerakan sendi dan gerakan beban ringan.
Olah raga ini baik untuk orang yang setelah stroke maupun untuk mencegah Stroke sama. Kita diwajibkan minimal 30 menit, tiap hari atau minimal 3 kali sepekan.

Olah raga akan membentuk pembuluh darah baru, jadi bagus untuk rehabilitasi pasien-pasien setelah stroke karena akan terjadi angiogenesis atau pembuatan pembuluh darah baru, memperlancar memberikan oksigen yang lebih bagus.
Oksigen yang terserap akan bisa memperbaiki jaringan yang rusak sehingga kelumpuhan dan kecacatan dalam tubuh pasien stroke akan berkurang.
Olah raga yang cukup harus diikuti dengan minum yang cukup.


Rehabilitasi Pasca Stroke

Menghindari Stress dan Istirahat cukup.

Sebaiknya pasien-pasien supaya terhindar dari stress. Istirahat yang cukup. Berfikir yang positif sangat diperlukan. Namun ini sangat sulit untuk pasien pasca stroke karena dia cenderung depressi, mudah sekali kena stress. Tentu saja kalau menjenguk pasien stroke jangan bertanya tentang bagaimana kejadiannya , atau menyalahkan pasien. Pasien harus didukung secara psikologis.


Menghentikan merokok

Rokok meningkatkan Coagubilitas, Viscositas darah, menaikkan kadar fibrinogen, meningkatkan agregasi, menurunkan HDL.


Menghindarkan alkohol dan penyalah gunaan obat.

Obat-obatan banyak yang mengganggu agregasi.
Kita sudah melancarkan dengan pengencer darah, tetapi beberapa obat, beberapa makanan, beberapa kondisi ternyata meningkatkan agregasi atau berkumpulnya darah menjadi gumpalan.

Sesuatu kegiatan yang tanpa olah raga, lebih banyak duduk, lebih banyak di depan TV, hanya memainkan ibu jari dengan HP, itu semua kondisi- kondisi yang bisa meningkatkan hypercoagulasi , viskositas kekentalan darah, dan mudah sekali agregasi.


Bagaimana Pemulihan Stroke?

Pemulihan pasca Stroke semuanya tergantung dari bagian otak yang terkena. Kenapa ada yang lebih cepat sehat, sementara saya masih cedera.
Ini disebabkan karena bagian otak yang mana yang terkena.

Luas area yang terkena, kecepatan penanganan pada saat serangan sangat berpengaruh terhadap beratnya stroke. Ataupun stroke yang berulang.

Rehabilitasi pasca Stroke memang agak rumit, tetapi kuncinya adalah bagaimana kita menarik oksigen dengan baik dan benar.

Sebetulnya Proses stroke tadi, setelah stroke ada waktu emas untuk penanganan karena terjadi reperfusi.
Kalau kita bisa memberikan pengencer darah yang hanya ada di Rumah Sakit tertentu, maka 4,5 jam diharapkan gumpalan itu akan encer lagi dan sumbatan otak akan terjadi recovery pada waktu-waktu emas ini.

Tapi kalau tidak, dia harus mendapatkan pengobatan yang paripurna di stroke unit di Rumah Sakit tertentu. Karena proses pengobatan stroke akan panjang, bertahun-tahun.

Maka dari itu sebagai penutup jangan lupa mensyukuri nikmat Allah. Selagi oksigen masih mengisi kerongkongan dan paru-paru anda dengan jumlah yang banyak dan gratis.

Manfaatkanlah fasilitas Allah SWT itu dengan bijak. Pergunakan ia untuk terus berusaha mencapai cita-cita positif yang berguna bagi diri anda sendiri dan orang lain. Karena hanya dengan itulah baru dapat dikatakan kita telah pandai mensyukuri Nikmat Allah SWT.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK









LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here