Dr.dr. H. Masrifan Djamil MMR, MPH

13 Robi’ul Akhir 1442 / 28 Nopember 2020



Qolbu itu Komandan

Qolbu itu komandan dan akal bagian yang dikomandani. Ada yang hebat dalam ilmu, tetapi belum tentu qolbunya nyambung. Mudah-mudahan kita berhasil menyehatkan qolbu menjadi qolbu yang sehat, yang intinya cinta kepada Allah, takut kepada Allah dan seterusnya.

Allah SWT berfirman:

 ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ 

“Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah …” (QS. Al-A’raf 179)

Ayat di atas menerangkan bahwa pekerjaan qolbu itu untuk memperoleh iman. Rasulullah SAW pernah menyampaikan tentang kefaqihan :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim).

Maka jika ditarik dari pendapat Ibnu Taimiyah bahwa qolbu adalah Komandan dari jasad. Dari pendapat Imam Ghozali bahwa qolbu terdiri dari Fuad, Lubb, Shadr, Nafs maka Fuad menghasilkan pemikiran (akal) dan fakta orang berakal belum tentu beriman. Maka aql adalah bagian dari qolbu yang bersifat ghoib. Jadi qolbulah yang diatas akal.

Faqih itu adalah urusan daripada qolbu
Akal bisa liar, bisa menjadi atheis. Saya punya teman 6 tahun dia atheis. Alhamdulillah sekarang menjadi hebat. Punya pondok Pesantren sekaligus hafizh Al Qur’an.


Hati yang Sehat.

Qolbu yang tidak kuat akibat dari :
– Tidak seimbangnya komponen dari qolbu dan akibatnya qolbu sakit. Qolbu yang sakit ini menurunkan imunitas. Sudah ada yang membuktikan.
– Maka Rasulullah mengingatkan kita supaya selalu baik dengan Syukur dan Sabar.

Rasulullah SAW bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya membawa kebaikan untuk dirinya , dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (HR Muslim)

Kita kembangkan ini, yang sangat menjadi andalan kita dalam situasi sekarang ini seperti Covid-19, ada situasi lain yang membuat khawatir, ada berbagai peristiwa politik. Ada yang membaca buku “How Democracies Die”, berarti ada masalah, dan sebagainya. Kita andalannya adalah tetap Syukur dan Sabar.

Mari kita kuatkan Syukur dan Sabar. Sebab kalau tidak maka yang menjadi komandan adalah Hawa. Akhirnya marah-marah. Bahkan pernah terjadi disiarkan Televisi, karena marah- marah keluarga sampai bunuh diri. Itu kekuatan Hawa yang mendorong Akal menjadi buntu.

Begitu berbahaya kemarahan. Sampai di bidang kehakiman dikatakan bila seseorang mengambil keputusan saat marah tidak dianggap. Karena hal itu hanya bersifat letupan sesaat saja.

Rasa syukur dan sabar untuk menyeimbangkan diri qolbunya menjadi qolbu yang sehat. Karena qolbu dapat diganggu Hawa, qolbu dapat diganggu Akal. Yang tidak mengganggu tinggal dua : Fuad dan Shadr. Fuad dan Shadr dapat terdesak oleh Hawa dan Akal yang kemudian “mengothak-athik” sesuatu.

Contoh gangguan Akal, adalah othak-athik pemikiran yang menyesatkan :
– Islam itu Rahmatan lil alamien , akhirnya dipelesetkan bahwa nahi mungkar itu tidak boleh.
– Perbuatan tergantung niatnya yang penting baik , padahal cara berbuat juga harus menjadi pertimbangan.
Ini akibat diothak-athik tidak karuan. Orang tanpa ilmu berpendapat.


Prinsip Infeksi Penyakit.

– Paparan Mikro Organisme

Diawali dengan Paparan Mikro Organisme. Paparan penyakit infeksi bisa apa saja : Flu, demam berdarah, Covid-19.

– Invasi Mikro Organisme

Masuk ke dalam tubuh atau invasi dengan berbagai cara.
Ada yang lewat kulit, misal penyakit kulit menjadi bisul-bisul.
Ada yang lewat saluran mukosa atau selaput lendir seperti mata, hidung, mulut : Covid-19.
Ada yang lewat saluran kelamin, yaitu HIV atau PMS (Penyakit Menular Seksual).

Tubuh membuat Reaksi Imun (Perlawanan).

Sistem Pertahanan mirip negara, ada markas besar, kalau di tubuh ada Markas Besar Sistem Imun.
setelah masuk terjadi pertarungan, reaksi radang. Kalau misalnya flu, tubuh berusaha mengeluarkan dengan cara bersin dan batuk. Rasulullah mengatakan bahwa jika orang bersin 3 kali dia mau sakit.

Rasulullah SAW bersabda, ‘’Mendoakan orang bersin itu selama 3 kali, jika ia bersin lebih dari tiga kali, maka berarti ia terserang flu” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kalau tubuh berhasil mengeliminasi Mikroba maka tubuh tetap sehat.

– Infeksi

Kalau virus berhasil masuk terjadilah infeksi. Ketika infeksi dan timbul Sakit, ada tiga kemungkinan :
– menjadi akut
– menjadi kronis
– menjadi pembawa (carrier, OTG)

Ada jenis penyakit yang tak ada kronisnya. Contohnya Covid-19 ini hanya akut saja. Ada penyakit yang ada kronis dan ada akut. Akut dan Kronis oleh para dokter dibedakan 3 pekan.

Akut dan Kronis bisa menjadi sehat.
Akut, misalnya Covid-19, Hepatitis, Malaria juga bisa jadi sehat.
Kronis misalnya Hepatitis B, Hepatitis C juga bisa jadi sehat bila berobat.
Manusia diberi kemerdekaan untuk berpikir dan kemerdekaan berbuat. Tindakan dalam berobat berhasil atau tidak tergantung Allah.

Bila virus tidak berhasil masuk, dia langsung sehat.
Dulu ada yang berkoar-koar :
“Yang penting Imun tubuh, semua akan beres , Covid-19 tak akan masuk”.
Hal ini tidak benar karena masuk atau tidaknya virus ke dalam tubuh tergantung jumlah virus yang beredar.


Keseimbangan Infeksi dan Imunitas

Kita ingat surat Al Mulk, bahwa Allah menciptakan keseimbangan. Allah menciptakan mati dan hidup.

Allah SWT berfirman:
“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Kalau melihat ciptaan Allah semua seimbang.

Allah SWT berfirman:
“yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 3)

Dalam ilmu kedokteran juga ada keseimbangan.

Terjadinya Penyakit, menurut The Epidemiology Triangle of Disease : Host – Agent – Environment.
Host : imunitas dalam tubuh , bisa pada manusia, bisa pada hewan.
Agent : Bakterinya, misalnya Salmonella typhosa
Lingkungan (Environment) : Dimana kita berada, bisa biology, Fisik, Sosial dan sebagainya.

Agent bisa sedikit bisa banyak. Makanya dokter juga bisa tertular penyakit. Ternyata memang di Rumah Sakit yang campuran, menurut penelitian dari Italy , Rumah Sakit yang campur lebih berbahaya.

Kalau Rumah Sakit hanya menangani Covid-19 saja, seluruhnya standard Covid-19. Dokter dan Tenaga Kesehatan yang bertugas disana lebih aman. Kalau campur, protokol untuk pasien juga beda. Protokol untuk pengunjung beda, Protokol untuk petugas kesehatan beda. Antara bangsal sayap kanan dan sayap kiri beda lagi.

Orang disebut sakit kalau antara Infeksi dan Imunitas terjadi ketidak seimbangan. Imunitasnya kurang, virusnya banyak. Misalnya di rumah sakit.

Kebetulan Rumah Sakit di design dengan pakai AC. Jadi tidak semua udara keluar. Terjadi turbulent .
Sudah diteliti ternyata virus Covid-19 bisa 8 jam berputar-putar di suatu ruangan yang ACnya saling berhadapan. Sekarang kita harus berusaha keras ada sirkulasi. Dengan diberi exhaust fan atau malah dengan membuka jendelanya kalau terpaksa.

Penyakit terjadi kalau virus yang masuk luar biasa seperti Covid-19 ini.
Banyak dokter meninggal karena Covid-19. Ini tergantung dari virulensi dari Virus dan jumlahnya , dibanding dengan Imunitas atau Sistem Pertahanan milik kita.


Sistem Pertahanan (Imunitas)

Pertahanan kita termasuk kulit. Amandel itu sebenarnya pertahanan. Air mata itu juga pertahanan. Berbagai macam bakteri yang bersama-sama dalam satu tubuh itu pertahanan.
Yang sudah di dalam tubuh sudah diteliti oleh Para ahli :

– Innate Immunity

Ada beberapa macam sel , ada yang disebut innate immunity (imunitas bawaan). Semua orang mempunyai ini, sudah paket dari Allah.
Imunitas bawaan terdiri dari 3 komponen : Anatomik, Humoral dan Seluler.

Dalam Komponen Anatomik misalnya kulit. Kulit yang sehat tak dapat ditembus, kalau tak ada luka. Kulit kita itu seperti kapsul, sangat kuat sekali. Kelihatannya cuma begitu tetapi kuat sekali, bakteri dan virus tak dapat masuk. Paling-paling ada bisul di satu tempat, mungkin karena digaruk, kulit menjadi tipis dan bakteri masuk.

– Phagocites

Di dalam komponen Seluler ada sel-sel yang siap melahap barang asing yang tidak dikenal yang oleh mereka disebut : Self dan non self.
Self kalau dianggap bagian tubuh sendiri maka tidak diganggu. Kalau dianggap asing dia non self, langsung dimakan. Komponen Seluler yang melahap ini namanya Phagocites. Dia tukang makan bakteri atau sel yang rusak. Tugasnya mengeliminasi.

– Complement

Di dalam Komponen Humoral ada Complement. Complement menjaga supaya terjadi tanda bahwa ini ada terjadi sesuatu yang tidak beres masuk. Kalau Complement sudah bereaksi maka memicu antibodi untuk beraksi.


– Adaptive Immunity

Di dalam Imunitas Dapatan ini juga ada Komponen Humoral dan Komponen Seluler.

Anti body diproduksi di Komponen Humoral , adaptive Immunity. (Imunitas yang dapatan). Di dalam Komponen Seluler ada Tcell, B cell. Ini bersifat jam-jaman reaksinya. Karena ini bersifat lama maka Rapid Test tak mungkin bisa akurat karena memang perjalanan virus itu lama. Untuk sampai terbentuk anti body perlu 5 hari.

Reaksi apa yang terjadi?

Dalam Immune System terbagi dua :
Myeloid Cell dan Lymphoid Cell.
Dalam Myeloid Cell terdapat Granulocytic dan Monocytic. Sedangkan dalam Lymphoid Cell terdapat : T cell , B cell dan NK cell.

Setelah Complement bereaksi, kemudian bakteri ini diberi tanda oleh sel. Berarti ada sesuatu yang tidak beres. Diikat oleh suatu anti body namun dia menyampaikan pada satu sel yang namanya Macrophage yang ada di dalam Monocytic.
Dia menjadi APC (antigen presenting cell). Sel penyaji antigen penting untuk respon imun adaptif yang efektif.

Sekarang dalam ilmu perang juga ada teknologi yang dapat menandai musuh. Sehingga kalau malam, pesawat tetap dapat menembak musuh yang ditandai. Kalau tak ada teknologi ini tentu tak dapat menembak musuh saat perang kota. Musuh diberi tanda dan ditembak. Teknologi menandai ini sama seperti pekerjaan imunitas kita.

T cell (T- Lymphocytes)

Sel Macrophage memberi tanda antigen (benda asing), dalam hal ini bisa virus, bakteri atau jamur.
Setelah itu memicu sel lymphocyte T kadang disingkat Sel T untuk mengaktivasi.

Para ahli menemukan sampai empat komponen, tapi saya biasanya hanya mengajarkan tiga saja yaitu Cytotoxic, Suppressor dan Helper.

Suppressor seperti lembaga Komando di tingkat pusat. Dia mengatur jumlah agar tetap stabil. Tak boleh kelebihan, karena kalau kelebihan akan timbul penyakit auto imun yang menyerang diri sendiri.

Cytotoxic mengaktivasi kepada Sel B untuk menjadi Sel Plasma dan akhirnya menghasilkan anti body. Jadi anti body hanya ada sedikit saja di imunitas bawaan. Anti body yang besar baru muncul setelah terpapar penyakit. Membutuhkan waktu, yang disebut masa inkubasi.

Covid-19 di Barat mempunyai masa inkubasi 7-14 hari. Di Indonesia berubah menjadi lebih pendek, 3-4 hari dan paling lama 14 hari. Karena itu masa karantina masih sama 14 hari.

Sel T ini yang diserang oleh Virus HIV. Jadi kalau HIV yang diserang pusat komandonya, yang membangkitkan seluruh Sistem Imunitas Dapatan. Makanya dia lumpuh dan semua infeksi bisa masuk. Namanya Opportunistic Infection.
Kalau Covid-19 diserang setelah anti body sudah keluar 5-7 hari.

Demikian Allah SWT telah menciptakan pasukan untuk mempertahankan kesehatan kita. Dan kita tak perlu berbuat apa-apa, tak perlu menyuruh mereka, mereka langsung bekerja. Maka jika kita tidak bersyukur tiap pagi itu sangat keterlaluan.

Kalau mereka, sistem imunitas menunggu perintah kita pasti terlambat, karena virus dan jamur ada dimana-mana. Saya pernah kena jamur kuku, heran dari mana ? Ternyata dari sepatu yang lama tidak dijemur.

Semua serba diatur Allah dengan sempurna, maka kita diajarkan do’a bangun tidur

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

ALHAMDU LIL-LAAHIL-LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AAMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR

“Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.” (HR. Bukhari)

Bagaimana kaitan dengan Qolbu?

Orang yang mengalami Stress, dalam sel T tadi, komponen Cytotoxic bertambah tapi Helper berkurang. Padahal Helper ini yang mengaktifkan sistem yang lain. Kemudian sel NK, imunitas yang bawaan juga berkurang.

Kita lihat apa itu stressor, ternyata ada yang bersifat Fisik bisa Psykhis.
Stress Fisik misalnya : Kerja keras, Lembur.
Stress Psykhis : Mempunyai masalah, Sedih, Depressi.
Ini semua berbahaya kalau terus menerus. Stress jangan diingat terus. Karena itu Allah mengkaruniai kita dengan LUPA. Kita harus melupakan kesedihan kita di masa lalu.

Kita boleh mengingat masa lalu hanya untuk diambil hikmahnya. Tidak boleh untuk membangkitkan dendam, karena akan menurunkan kesehatan Qolbu.
Stress menyebabkan Fuad dan Shadr berkurang/ lemah.

Kesimpulan : Kita harus terus membina qolbu menjadi hidup dan sehat, dan berhasil membuat kita mendekat kepada Allah. Karena dengan demikian maka lahir Qolbu yang Muthmainah, menjadi qolbu yang tenang dengan dzikir kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ ۗ 

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Kalau punya Muthmainah yang seimbang dan kuat, maka Sistem Imunitas akan kuat.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here