Prof. Dr. dr. H. Rifki Muslim SpB, SpU

10 Muharram 1442 / 29 Agustus 2020



Al Qur’an adalah tuntunan hidup kita yang lengkap. Kita dijaga oleh Al Qur’an, apapun yang kita perlukan in syaa Allah ada dalam Al Qur’an.

Allah SWT berfirman:

 ۗ اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِ سْلَا مَ دِيْنًا ۗ 

” Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu..”
(QS. Al-Ma’idah 3)

Agama yang diturunkan oleh Allah melalui Rasulullah itu sudah lengkap.
Hari ini kita akan mencoba memahami tentang fiqih bagaimana cara BAK (buang air kecil) yang baik yang sesuai dengan kaidah agama dan kaidah medis.

Rasulullah SAW bersabda

تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ

“Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.” (HR Ath-Thabrani).

Kita diperintahkan untuk menjadi orang yang bersih baik secara lahiriah ataupun batiniah.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا ۗ 

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al- Ahzab 21)

Kalau ada orang yang hidupnya tidak itiba’ Rasulullah berarti menyalahi perintah Al Qur’an. Mari kita istiqomah menjaga Kebersihan dan Kesehatan seperti yang dicontohkan Rasulullah misalnya dalam soal kencing.

‘Aisyah –r.‘anha- mengatakan

مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَبُوْلُ قَائِمًا فَلاَ تُصَدِّقُوْهُ مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلاَّ قَاعِدًا

“Barangsiapa yang mengatakan pada kalian bahwa Nabi SAW pernah kencing sambil berdiri, maka janganlah kalian membenarkannya. Nabi SAW biasa kencing sambil duduk.” (HR. At Tirmidzi dan An Nasa’i)

‘Aisyah –r.‘anha pasti tahunya pada saat Rasulullah ada di rumah.
Ada hadits yang lain dari Hudzaifah bin Yaman r.a , beliau menceritakan,

أتَى النبيُّ صلَّى الله عليه وسلَّم سباطةَ قومٍ، فبال قائمًا، ثم دعا بماءٍ، فجئتُه بماءٍ، فتوضَّأ.

“Nabi SAW mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum. Lalu beliau buang air seni dengan berdiri ditempat tersebut. Kemudian beliau meminta diambilkan air. Aku bawakan untuk beliau air, lalu beliau berwudhu. ” (HR. Bukhori Muslim).

Dalam kondisi diluar rumah beliau mau kencing, beliau menjauh orang kemudian kencing di tempat itu. Dalam hadits ini tidak dijelaskan apakah beliau langsung shalat atau tidak. Tetapi melihat lokasinya di dekat tempat sampah, maka kemungkinan besar wudhunya tidak untuk shalat tetapi memang dalam rangka menjaga wudhu.

Maka sebaiknya kita menirukan beliau untuk menjaga selalu punya wudhu. Lebih-lebih dalam Pandemi Covid kalau selalu punya wudhu, in syaa Allah hidup kita akan selalu bersih, termasuk dari virus Corona.

‘Abdurrahman bin Hasanah mengatakan,

خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ فِي يَدِهِ كَهَيْئَةِ الدَّرَقَةِ قَالَ : فَوَضَعَهَا ، ثُمَّ جَلَسَ فَبَالَ إِلَيْهَا

“Nabi SAW pernah keluar bersama kami dan di tangannya terdapat sesuatu yang berbentuk perisai, lalu beliau meletakkannya kemudian beliau duduk lalu kencing menghadapnya.” -(HR. Abu Daud, An Nasa’i)

Ada lagi ulama yang menulis bahwa yang seperti perisai itu adalah potongan kulit kambing atau onta. Ditutupkan dengan maksud agar beliau tidak kelihatan auratnya.


Hukum Kencing Berdiri

Ada tiga pendapat :

1. Makruh, dipilih oleh Aisyah, Ibnu Mas’ud, Abu Musa, Asy Sya’bi, Ibnu ‘Unayah, Hanafi dan Syafi’i.
2. Boleh Mutlak, dipilih oleh Umar, Zaid bin Tsabit, Sahal bin Saad, Anas, Abu Hurairah, Hudzaifah dan Hanabillah.
3. Boleh dengan Syarat aman dari percikan. Dipilih oleh Imam Malik dan Ibnu Mundzir.

Ulama sekarang lebih banyak memilih yang nomer 3 yaitu boleh dengan syarat aman dari percikan. Jangan sampai percikan air kencing mengenai pakaian kita.

Alasannya :
– Tidak pernah ada larangan tegas tidak boleh kencing sambil berdiri. Memang ada dua hadits yang melarang kencing sambil berdiri, tapi haditsnya Dhoif dan Maudhu.
– Rasulullah pernah kencing sambil berdiri (hadits shahih)
– Yang berasal dari Aisyah adalah kebiasaan Nabi SAW di rumah, kencing sambil duduk.


Kencing Bisa Berakibat Siksa Kubur


قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ

Rasulullah SAW bersabda; “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut,” (HR. Ad- Daruquthni).

Kita perlu cebok dengan baik, percikannya dibersihkan.
Mengapa jangan sampai terpercik sisa kencing? Karena kencing termasuk najis.

Menurut Kitab Bidayatul Mujtahid ada 5 jenis najis :
– Bangkai binatang darat yang berdarah.
– Bangkai babi.
– Darah binatang darat
– Kencing manusia
– Tinja (Feses) manusia.
Kalau binatang seperti belalang, kecoa bangkainya tidak najis karena tidak berdarah.
Bagaimana dengan kencing bayi? Itu ada aturan tersendiri.


Cara Kencing Paling Baik Menurut Ilmu Kesehatan

Hadits yang ada cara kencing : Berdiri atau Duduk. Cara kencing Jongkok tidak disebutkan dalam hadits.
Menurut ulama yang dimaksud dalam hadits kencing duduk juga mencakup jongkok.

Misalnya sedang bepergian di luar rumah, ketika di Padang pasir tak mungkin ada kursi, maka yang dilakukan adalah jongkok. Mestinya duduk dan jongkok tidak sama.


Penelitian Cara Kencing

Dilakukan oleh orang Belanda De Yong Y, Henricus J and Pinckaers FM. Mereka meneliti “urinating standing versus sitting” dalam jurnal ilmiah
J. Plos one 2014;9(7) ; e 10320

Hasilnya penelitian :
Untuk pria sehat tidak ada perbedaan kesehatan antara kencing sambil duduk atau kencing sambil berdiri.
Untuk pria yang punya gejala LUTS, posisi duduk lebih baik dari berdiri.

Gejala LUTS (Lower Urinary Tract Symptom)

– Kencing mengejan.
– Sering kencing siang dan atau malam
– Kencing tidak puas
– Kencing tertunda (delayed urination)
– Pancaran Lemah
– Akhir kencing menetes
– Kencing sukar ditahan
– Ngompol dan lain-lain.

Biasanya orang yang usianya tua bila kencing akan lebih lama, lebih membutuhkan waktu dari pada anak muda. Gejala LUTS tentu akan mengganggu wudhu, karena air kencing masih menetes walaupun merasa kencing sudah selesai.
Kencing sukar ditahan juga sering dialami wanita.


Penyakit dengan Gejala LUTS

– Tumor Prostate (jinak dan ganas)
– Penyempitan leher buli
– Kerusakan saluran kencing (striktur / stenosis)
– Meatal stenosis
– Radang buli akut -dan lain lain.

Semua laki-laki diatas umur 45 tahun kelenjar prostatnya mulai membesar. Ada yang cepat membesar ada yang lambat. Bila mulai membesar maka dia mulai terganggu kencingnya.

Wanita tidak punya prostat, tetapi setelah tidak menstruasi lagi ,pada wanita akan terjadi penyempitan saluran kencing.
Penyebab menyempit ada dua kemungkinan :
– Karena hormonal akibat tidak menstruasi lagi. Komposisi hormonnya berubah.
– Kalau pada waktu mudanya sering keputihan (infeksi saluran kencing) maka setelah tua saluran kencingnya menyempit (Meatal stenosis).

Baik laki-laki atau perempuan kalau terkena gejala LUTS terkadang bisa ekstrim. Apabila dia tertawa dengan tak terkendali maka air kencingnya keluar. Gejala ini lebih banyak menimpa wanita.

Saluran kencing perempuan hanya 4 cm panjangnya, kalau laki-laki sekitar 18 sampai 20 cm panjangnya. Kalau ada penyempitan di dalamnya karena ada infeksi atau terkena trauma misal terpukul atau pernah pakai kateter karena dirawat, bisa menyempit kalau sudah umur tua.

Gejala LUTS sangat mengganggu maka perlu penanganan lebih baik.


Penelitian Beda Cara Kencing Berdiri, Duduk maupun Jongkok

Ditulis oleh seorang Profesor di Universitas Serajevo, bernama Prof. Fikret Veljovic. Beliau menulis di International Journal of basic and applied sciences 2019;12(4) ,4.

Beliau mengatakan, orang yang Kencing berdiri, sisa air kencing di dalam kandung kencingnya terbanyak.
Nomer dua kencing sambil duduk.
Kencing Jongkok sisa air kencing di dalam kandung kencingnya paling sedikit.

Artinya dari sisi kesehatan maka sebetulnya yang terbaik untuk cara kencing adalah dengan cara jongkok.
Kencing sambil jongkok mengurangi gejala LUTS dan mempercepat penyembuhan infeksi buli.

Akibat sisa air kencing yang ada di dalam kandung kencing bisa jadi problem macam-macam :
– Timbul gejala LUTS
– Bisa timbul batu
– Bisa jadi tumor.

Problemnya :
– Tidak biasa jongkok
– Harus dilatih, sebaiknya sejak kecil dibiasakan
– Kalau sudah tua latihan jongkok pasti sulit. Latihlah dengan pelan-pelan, sediakan kursi dan pegangan.
Kamar mandi untuk orang tua harus ada pegangan. Agar tidak jatuh di kamar mandi. Kalau jatuh bisa fatal akibatnya.
– Pada orang yang gemuk mungkin tidak bisa / sangat sulit , terpaksa sambil duduk, sediakan kursi di kamar mandi.

Orang Eropa jarang kencing jongkok. Penelitian di atas ada di Eropa Timur dimana merupakan bagian Eropa dengan banyak penduduk muslim.


Keuntungan Kencing sambil jongkok

– Sesuai sunah Rasulullah (sesuai tafsir ulama bahwa duduk yang disebutkan dalam hadits termasuk jongkok).
– Sisa air kencing dalam buli minimal
– Mengurangi gejala LUTS.
– Percikan air kencing di celana/kaki dan sekitar jarang terjadi.
Ingat terhadap hadits siksa kubur banyak terjadi akibat percikan kencing.

Problemnya adalah :
– Kalau kita bepergian sulit melaksanakan.
– Kalau pakai celana panjang juga sulit. Apalagi celana panjang anak muda milenial yang ketat.
– Situasi tidak memungkinkan


Bila gejala LUTS berlangsung lama bisa berakibat

1. Infeksi kronis kandung kemih
2. Timbul batu kandung kemih
3. Terjadi tumor, biasanya tumor ganas (kanker) di dalam buli.
4. Kerusakan dinding buli (kandung kemih), bisa menebal atau berlubang.
5. Infeksi menyebar ke dalam darah ke seluruh tubuh (urosepsis) yang bisa fatal, merusak ginjal dan sebagainya.

Jadi LUTS ini merupakan gejala yang mau atau tidak mau harus kita atasi.


Bila Terbiasa Kencing Berdiri

Bisa berakibat :
1. Gejala LUTS makin parah
2. Timbul Hernia (tedun) dan hemoroid (wazir).
3. Infeksi makin parah.
4. Infeksi naik ke ginjal dan jadi gangguan fungsi ginjal sampai gagal ginjal yang harus cuci darah.


Menjauhi Tiga Tempat Yang Dilaknat Bila Kencing

Ada sebuah hadits Nabi,

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا الْمَلَاعِنَ الثَّلَاثَةَ الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ. (رواه أبو داود)

dari Mu’adz bin Jabal, dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Takutlah kalian terhadap tiga hal yang terlaknat; buang air besar di sumber air, tengah jalanan, dan tempat berteduh.” (HR. Abu Dawud).

Kita bisa membayangkan di Padang pasir, kalau disitu ada sumber air, kalau kencing disitu tentu akan merusak lingkungan karena sumber air itu dipakai orang. Demikian pula bila kencing di tempat berteduh, zaman dulu akan mengganggu orang lain.
Di Indonesia masih ada yang suka kencing di pinggir jalan raya. Itu namanya jalan umum dan dilaknat oleh Allah.


Qadhaul Hajjah (Buang Hajat)

Ada hadits Nabi :

عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قِيلَ لَهُ قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ -صلى الله عليه وسلم- كُلَّ شَىْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ. قَالَ فَقَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ

Dari Salman, ia berkata bahwa ada yang bertanya padanya, “Apakah nabi kalian mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai pun dalam hal buang kotoran?” Salman menjawab, “Iya. Nabi kami SAW telah melarang kami menghadap kiblat ketika buang air besar maupun air kecil. Beliau juga melarang kami beristinja’ dengan tangan kanan. Beliau juga melarang kami beristinja’ dengan kurang dari tiga batu. Begitu pula kami dilarang beristinja’ dengan menggunakan kotoran dan tulang.” (HR. Muslim)

Kalau kita di tempat umum mungkin tak tahu arah kiblat. Tapi bila kita tahu toilet itu arah kiblat maka badan kita, kita serongkan sedikit agar tidak menghadap kiblat.

Di zaman dulu karena di Padang pasir air juga sangat sulit, maka begitu selesai buang air dibersihkan batu tiga kali.

Bagaimana sekarang? Apa ada yang membersihkan dengan benda? Ada, kalau di Eropa mereka tidak pakai air tapi memakai tissue. Mereka heran orang Indonesia ketika buang air memakai air, tapi lebih heran lagi mereka masuk Restoran Indonesia disediakan tissue gulungan. Padahal itu tissue khusus untuk WC.

Terkait dengan istinja ada penelitian di bidang kedokteran.
Bagi laki-laki yang istinja dengan kertas tissue tadi masih ada 1,25 gram Tinja yang masih nempel dibadannya.
Pada wanita ternyata pembersihannya lebih baik. Di negara barat, wanita yang beristinja masih ada 0, 56 gram Tinja masih nempel di badannya.
Bila dengan air jauh lebih bersih.

Dampaknya berlanjut ke air Kolam renang. Ada penelitian di negara-negara Eropa, Amerika dan Singapura bahwa air yang ada di kolam renang umum selalu mengandung Bakteri Coli dan Air Kencing. Bakteri Coli berasal dari Tinja yang nempel akibat istinja dengan tissue.

Dari penelitian di Singapura, dari 30 kolam renang semua mengandung air kencing di dalam kolam renang.
Yang lebih ngeri penelitian di Canada dari sekian puluh kolam renang yang diteliti dalam waktu sekian bulan kalau dikumpulkan maka air kencing yang ada dalam kolam renang ada 30 sampai 60 liter air kencing.
Bagaimana kolam renang di Indonesia? Kira-kira sama.

Dalam hadits lain.

 «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لَبِسَ خَاتَمًا نَقْشُهُ: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ؛ وَكَانَ إذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَضَعَهُ»

“Sesungguhnya Rasulullah SAW memakai cincin yang terukir kalimat: Muhammad Rasulullah. Apabila beliau masuk kamar kecil, beliau melepas cincin itu.”(HR. Tirmidzi)

Rasul melepas cincin karena dalam tulisan Muhammad Rasulullah ada lafal Allah. Dan Rasul selalu berdo’a ketika masuk kamar mandi.

Doa masuk kamar mandi :
“Allaahumma Innii A’uudzu Bika Minal Khubutsi Wal Khabaa-Its”
(Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)“. [HR. Bukhari Muslim]

Mudah-mudahan kita dapat menjalani tuntunan Rasulullah.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here