Dr. dr. H.Masrifan Djamil, MPH. MMR

3 Muharram 1442 / 22 Agustus 2020



Kenapa Harus Memohon Kepada Allah?

Jangan dikira kita Shalat lalu diterima , kita Puasa lalu diterima, kita Haji lalu diterima begitu saja. Belum tentu.
Kita belum tahu amalan kita ini diterima atau tidak?

Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا

Sesungguhnya seseorang selesai dari shalat dan tidaklah ditulis pahala baginya, kecuali sepersepuluh shalatnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahya ( Hadits Abu Dawud).

Rasulullah SAW sedemikian rinci menyampaikan. Kita ini masuk yang mana? Jangan sampai malah tidak masuk sama sekali ! Misal pergi ke dukun.

Hadits tentang pergi ke Dukun :

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Siapa yang mendatangi tukang ramal (dukun) dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)


Do’a do’a yang diajarkan Rasulullah

Pada pertemuan sebelumnya ada do’a yang selalu dipanjatkan oleh Rasulullah SAW dan Para Sahabat .

Doa Nabi Ibrahim

“Robbana taqobal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrokhim“(Al Baqarah 127-128)
(Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau maha mendengar dan Mengetahui, dan termalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang).

Secara eksplisitnya kita mengakui ibadah kita banyak kurangnya, pasti tidak sempurna. Maka terimalah ya Allah.

Kita selalu takut (Khouf) dan berharap (Roja’) kepada Allah. Janganlah sampai menyombongkan diri bahwa kita sudah beres karena sudah melakukan ibadah ini dan itu.

Saya pernah menyampaikan kepada seseorang yang melakukan pengeluaran terlalu besar untuk kehidupan dunianya :
“Apa tidak sebaiknya dikurangi pengeluaran itu dan dijadikan shodaqoh saja?”
Namun apa jawaban beliau ?
“Maaf ustadz, kalau masalah shodaqoh kami sudah mengalokasikan”.

Ternyata Allah memberikan peringatan orang yang demikian karena jawaban itu ada nada kesombongan dan ada riya-nya juga.
– Bahwa shodaqohnya sudah besar dan sebagainya.
– Nggak usah diberitahu, saya sudah tahu itu.

Namun beberapa tahun kemudian hidupnya penuh kekurangan dan beliau mendapatkan sakit yang tidak diketahui sebabnya dan kemudian koma. Setelah itu beliau sadar kembali kepada Allah dan semakin hari semakin bertambah ketaatannya. Mudah-mudahan sampai akhir hayatnya beliau mati seperti do’a Nabi Yusuf.

Doa Nabi Yusuf :

“ RobbiTawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin” 
(Tuhanku wafatkan aku dalam Islam dan kumpulkan aku bersama orang-orang sholeh).

Dikumpulkan dengan orang Sholeh itu sangat penting karena suasana ini bisa menciptakan qolbu terjaga terus dan shalatnya khusyuk sehingga harapan kita ibadah diterima sepenuhnya.

Doa Nabi Muhammad SAW :

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا ، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ

Ya Allah jadikanlah hati kami mencintai keimanan dan jadikanlah ia hiasan dalam hati kami. dan tanamkanlah kebencian kepada kami terhadap kekufuran, kefasiqan dan kedurhakaan. Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus (HR Nasaa-i)

Hadits ini adalah manifestasi dari Surat Al Hujurat ayat 7, dimana orang yang diridhai Allah imannya akan dibaguskan oleh Allah. Dia akan senang dengan keimanannya.
Cirinya antara lain dia tidak grogy, tidak segan-segan atau malu-malu menampakkan keimanannya. Kalau ketemu sesama muslim dia menyampaikan salam, tidak ada keraguan. Dia senang terhadap imannya.

Ada orang yang malah sebaliknya. Sudah ketemu tidak menyampaikan salam. Atau bahkan ada orang mengucapkan Salam dia diam saja. Ini bahaya karena mengucap Salam hukumnya Sunah dan yang menjawab hukumnya Wajib.

Orang yang beriman dia tidak merasa rendah diri karena Allah membantunya.Dalam keadaan apapun dia tetap iman dan menampakkan keimanan. Ketika ada rapat yang berlarut tidak selesai, waktunya shalat dia tinggalkan kesibukannya untuk mengerjakan shalat.

Kalau perlu mengingatkan pada Pimpinan Rapat agar menghentikan kegiatan rapat sebentar. Namun toh kenyataan tidak semua Pimpinan rapat mau menghentikan kegiatan untuk shalat, mungkin dengan alasan waktu pendek.

Kita tidak cukup dengan hanya ikhtiar saja, tetapi harus disertai do’a.
Kita diajari do’a yang biasa kita ucapkan pada waktu Dzikir Pagi dan Petang :

“Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan”.
(Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri , dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata).


Doa agar terlindung dari Kelemahan, Kemalasan, Kebakhilan dan Kepikunan

Hadits ini menyangkut banyak hal

وَعَنْ زَيْدٍ بْنِ أَرْقَم – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ :(( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ والهَرَمِ ، وَعَذَابِ القَبْرِ ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا ، وَزَكِّها أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ؛ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ؛ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا )) .رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Zaid bin Arqam r.a berkata, “Rasulullah SAW mengucapkan ‘ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WAL BUKHLI WAL HAROMI, WA ‘ADZAABIL QOBRI. ALLOHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA, WA ZAKKIHAA ANTA KHOIRU MAN ZAKKAHAA, ANTA WALIYYUHAA WA MAWLAAHAA. ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’, WA MIN QOLBIN LAA YAKH-SYA’, WA MIN NAFSIN LAA TASYBA’, WA MIN DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA’

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, ketuaan—kepikunan–, dan siksa kubur. Ya Allah, datangkanlah pada jiwaku ini ketakwaannya dan bersihkanlah ia. Engkaulah sebaik-baik yang dapat membersihkannya, Engkaulah Pelindungnya dan Rabbnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim)


Berlindung dari AJZI (Kelemahan)

Kita oleh Rasulullah dididik bahwa Allah senang terhadap Mukmin yang kuat.

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ،

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; …(HR Muslim)

Kita memohon dihindarkan dari menjadi muslim lemah, karena yang kuat akan menguasai yang lemah. Sudah terjadi dimana-mana muslim ditindas : di Uighur, di Kamboja.


Berlindung dari KASALI (Kemalasan)

Pada suatu hari Ibnu Umar pernah dinasehati oleh Rasulullah SAW :
“Jika engkau diwaktu sore janganlah menunggu hingga pagi, jika engkau di waktu pagi janganlah menunggu hingga sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum engkau sakit dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum engkau mati”. (HR Imam Bukhari).

Ibnu Umar adalah salah satu putra Umar bin Khattab , yang diriwayatkan persis seperti Rasulullah SAW.
Umar bin Khattab menyampaikan wasiat kepada kaum Muslimin soal pemilihan Pemimpin. Beliau melarang anak-anaknya menjadi khalifah. Bahkan tidak boleh menjadi pejabat apa pun. Sehingga sampai wafatpun Ibnu Umar tidak mau memanfaatkan kedudukannya sebagai anak Pemimpin untuk jadi Pejabat.

Pejabat yang naik karena meminta jabatan dia akan mendapatkan fitnah.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong oleh Allah. Namun, jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu”- (HR Bukhari dan Muslim).

Pak Harto pernah menasehati Pak Habibi agar berhati-hati tidak memanfaatkan jabatan, kalau tidak nanti akan menjadi orang paling kesepian di dunia. Alhamdulillah Pak Habibi memegang amanah dan di akhir hayatnya harum namanya bahkan sampai dibuat film.

Berlindung dari BUKHLI (Kebakhilan)

Bakhil bisa digoda setan menjadi seolah-olah tidak bakhil. Misalnya antara lain :
– Bershodaqoh tapi memilihkan yang buruk dari yang dimiliki.
– Termasuk ketika Iedhul Adha kemarin. Mobilnya mahal, HP nya mahal tapi tidak mampu berkurban.
Kita perlu berlindung dari Kebakhilan.

Berlindung dari HAROMI (Kepikunan)

Kepikunan adalah penyakit tua yang tidak bisa balik. Siapa yang tak mau pikun hendaknya tiap hari berdo’a.

Berlindung dari ADZAABIL QOBRI (Azab Kubur)

Azab Kubur banyak diriwayatkan dalam hadits, dan riwayatnya shahih semua. Banyak yang mengisahkan tentang Cahaya Al Qur’an,tentang dihimpit tanah, tentang ketemu saudara sesama mukmin yang kita doakan.

Memohon didatangkan KETAKWAAN

Dalam Surat As Syam Allah SWT berfirman:

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰٮهَا ۖ  فَاَ لْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ 

“demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya,” (QS. Asy-Syams 7- 8)

Dalam tubuh kita memang diinstal Kejahatan dan Ketakwaan dalam jiwa kita. Dengan do’a ini kita memohon agar yang ditanamkan adalah Ketakwaan dan agar Jiwa disucikan.

Berlindung dari ‘ILMIN LAA YANFA’ (Ilmu yang tidak bermanfaat)

Sudah disebutkan di depan bahwa Ilmu akan mendorong mengisi Qolbu dengan Keimanan. Tapi janganlah ilmu yang masuk tidak bermanfaat.

Berlindung dari QOLBIN LAA YAKH-SYA’ (Hati yang tidak Khusyuk)

Topik kita saat ini adalah keKusyukan Hati, ini sentral sekali sebagai pengendali hati. Hati yang tidak khusyuk mengakibatkan pada saat shalat ngelantur kemana-mana.
Kalau Qolbunya muthmainah, maka anggota tubuh akan tenteram dan ketika melakukan shalat tidak tergesa-gesa.

Masih banyak orang yang shalat, dahinya menempel lantai langsung diangkat. Lalu apa yang dibaca?
Dalam shalat harus membaca doa ketika sujud.

Ada beberapa versi doa sujud yang boleh dipilih :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى

(Subhaana robbiyal ‘a’la) 3x
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi. (HR Muslim)

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

(Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih) 3x
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagiNya (HR Abu Dawud)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

(Subhaanaka alloohumma robbanaa wa bihamdika alloohummaghfirlii)
Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku. (HR Bukhori Muslim)

Jika shalat cepat, tak mungkin membaca do’a tadi. Hal ini penting sekali karena salah satu kunci masuk Surga Firdaus adalah shalat yang khusyuk.

Doa ini agar hati kita khusyuk. Kalau tidak maka akan digoda setan. Ketika shalat kita justru diingatkan tentang hal-hal kecil yang kita lupakan. Kita ingat kunci yang hilang tadi diletakkan dimana, akibatnya kita lupa shalat kita, sampai raka’at berapa?

Berlindung dari NAFSIN LAA TASYBA’ (Nafsu yang tak pernah puas)

Rasulullah SAW menggambarkan tentang nafsu yang tak pernah puas dalam hadits.

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya selain tanah dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari Muslim)

Berlindung dari DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA’ (Do’a yang tidak dikabulkan)


Mengapa Memohon Ilmu Yang Manfaat?

Kita memohon ilmu yang bermanfaat karena akan mendorong Qolbu untuk mencari isinya qolbu dengan Makrifatullah yaitu Memahami Allah SWT dengan SifatNya, dengan NamaNya. Tapi tidak boleh merenungkan DzatNya karena itu tak mungkin. Jangan diteruskan karena itu godaan setan. Katakan bahwa sesungguhnya aku beriman (mukmin).

Ilmu yang manfaat akan mendorong rasa takut, rasa cinta, harap. Ini nanti yang mendorong rasa Khusyuk. Salah satu tanda khusyuk adalah lamanya rukuk dan sujud. Kalau belum dapat khusyuk dengan benar, paling tidak kita memahami makna apa yang kita baca saat rukuk dan sujud.

Rasullah SAW mengajari doa kepada Mu’adz setelah shalat, dalam sebuah hadits

وَعَنْ مُعَاذٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، أَخَذَ بِيَدِهِ ، وَقَالَ :(( يَا مُعَاذُ ، وَاللهِ إنِّي لَأُحِبُّكَ )) فَقَالَ : (( أُوصِيْكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ في دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ : اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ )) . رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ .

Dari Mu’adz r.a , bahwa Rasulullah SAW memegang tangannya dan beliau berkata,
“Wahai Mu’adz, demi Allah, aku mencintaimu.” Lalu beliau berkata, “Aku wasiatkan kepadamu, wahai Mu’adz, janganlah engkau sekali-kali meninggalkan doa ini di akhir setiap shalat,

‘ALLOOHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK
(Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu)”-
(HR. Abu Daud dengan sanad shahih)


Gangguan Terhadap Khusyuk

Khusyuk itu hambatannya besar. Sesuatu yang besar pasti hambatannya besar. Menjadi Presiden, menjadi Direktur pasti hambatannya besar. Khusyuk dijamin oleh Allah SWT menjadi salah satu bekal menuju Surga Firdaus, maka besar sekali godaannya.

Rasulullah SAW bersabda :
“Apabila dikumandangkan azan shalat, setan akan berlari seraya terkentut- kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muazin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamah dikumandangkan, ia berlari. Apabila selesai iqamah, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang shalat seraya berkata kepa danya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat.” (HR Bu khari).

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK





 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here