Dr.H. Henry Shalahuddin, MIRKH

20 Dzulqo’dah 1441/ 11 Juli 2020


TANYA JAWAB

Pertanyaan

1. Apa penyebab runtuhnya Kesultanan Turki Utsmani?

Jawaban :

1. Banyak sekali faktor penyebab keruntuhan Turki Utsmani. Dia tidak langsung tiba-tiba. Ada masa berdiri, kemudian masa Pertumbuhan, masa Puncak Kekuasaan dan kemudian stagnan, perlahan-lahan mundur.
Kekuatan Turki Utsmani itu ada di kekuatan spiritual yang tak dapat digoyang saat itu karena Turki Utsmani suatu Pemerintahan yang didasarkan pada ajaran islam.

Ada Pendeta Rusia, tahun 1800 an, mengatakan : “Anda tak akan pernah bisa menghancurkan Turki Utsmani selama mereka mempunyai agama yang sangat kuat”.
Jadi kekuatan Turki saat itu karena mereka berpegang teguh pada ajaran agama islamnya, ukhuwahnya sangat tinggi.

Kemudian itulah yang dihancurkan, melalui “sogok-menyogok”. Dimulai dari pegawai-pegawai tingkat bawah kemudian merambat ke atas. Ketika pegawai yang dekat dengan Sultan mulai bisa dipengaruhi kemudian mereka mengadu domba antar Sultan. Termasuk Sultan Abdul Hamid adalah korban fitnah yang luar biasa.

Sebenarnya kalau Sultan Abdul Hamid mau menumpas yang membuat kerusuhan, beliau mampu. Tapi tidak dilakukan karena beliau lebih sayang menjaga darah sesama umat muslim daripada hanya sebatas memegang kekuasaan. Beliau berharap ketika beliau diganti kerabatnya akan lebih baik. Tetapi kenyataan malah merosot.

Selain itu yang turut memperlemah pasukan Yanisari (yeniçeri). Ada satu Sultan, yaitu Selim III yang dibunuh Pasukan Yanisari Turki Utsmani.
Jadi ada pelemahan mental yang terjadi. Apalagi dikalangan pemuda dibangkitkan hubud-dunya dan digencarkan fitnahan kepada Sultan. Akhirnya muncul istilah Turki Muda, yang merupakan binaan dari Para Pemberontak yang dibiayai non muslim. Pusat mereka yang merongrong itu awalnya dari Eropa.

Kemudian dari dalam keluarga adalah merasa sudah cukup, tidak mau mengembangkan diri lagi. Siapapun yang merasa sudah mencapai puncak dan tak ada usaha, maka dia pasti menurun.


Pertanyaan :

2. Apakah Daulah Usmani membangun kekuasaannya dengan memungut pajak seperti di Indonesia 10%. Dari beberapa Ustadz saya mengatakan bahwa negara negara arab membangun hanya dengan zakat 2,5 %.

3. Saat ini sang penguasa di negara kita kurang menghormati para ulama. Apakah ini merupakan pertanda kurang baik terhadap kemakmuran masyarakat indonesia ?

Jawaban :

2. Salah satu income besar Turki Utsmani adalah Perdagangan. Kemudian ada Kharaj atau cukai hasil tanah yang dikenakan ke atas orang bukan Islam. Ada Zakat bagi muslim dan ada Zijyah atau Pajak bagi non muslim. Itu hanya berlaku bagi yang mampu, tidak berlaku bagi semuanya.

Bagi non muslim yang mampu membayar Zijyah dia dilindungi darah dan kehormatan. Tapi hasil Zakat dan Zijyah ini tidak banyak.
Ada lagi upeti dari negara lain sebagai tanda hormat, tapi juga tidak banyak. Hasil terbanyak tetap dari Perdagangan.

Ada juga biaya pengamanan laut sehingga kapal masuk dan mereka membayar kontribusi. Intinya Turki Utsmani tidak membebani pajak secara berlebihan.

3. Imam Abu Hanifah menjelaskan begini : “Cerita tentang kebaikan seorang ulama di satu masyarakat di satu zaman lebih saya cintai daripada segudang ilmu fiqih. Karena cerita tentang kebaikan dan ketokohan seorang ulama ibarat kondisi masyarakat pada waktu itu”.

Negara atau Pemerintah manapun yang menjauhi ulamanya, lalu bagaimana negara akan berjalan dengan baik?
Mungkin ada bantahan itu negara non muslim bisa maju tanpa menghormati ulamanya. Tapi maju dari sisi apa?
Teknologi mungkin maju tapi mental keropos, mudah bunuh diri, mudah khawatir. Padahal mereka tidak miskin ketika bunuh diri. Mereka merasa sepi padahal memiliki segalanya.

Egois itu bukan orang yang tidak mau menyapa tetangga. Tapi mereka mementingkan diri sendiri bahkan untuk mempunyai keturunan saja tidak mau. Mereka bersemboyan :
“My Body My Rights”, tubuhku-hakku.
“Me Time” – waktu untukku, mereka menolak jadi orang tua.

Disitulah kehancuran keluarga dimulai. Mereka menolak agama. Agama tak boleh mengatur. Sex bebas terjadi, Sex sesama jenis diijinkan. Dimana letak majunya?
Karena islam menolak itu, terjadilah islamo phobia diantara mereka.
Mereka hanya bagus dari sisi empirik, tapi dari nilainya nol.


Pertanyaan

4. Bagaimana menurut pendapat ustadz bahwa pelajaran sejarah dunia telah dihapus dalam pelajaran sekolah?

Jawaban

4. Sejarah dunia dihapus akan menyebabkan dampak negatif, karena generasi kita akan berfikir lokal, jago kandang, padahal mereka calon-calon Pemimpin. Seharusnya perlihatkan dunia dan diberi semangat agar jadi Al Fatih di bidang Kedokteran, bidang IT atau Penguasa Bisnis.

Kalau sejarah Pendahulu kita seperti Ibnu Batuta, seorang Sejarawan. Jadi bukan cuma penikmat kuliner saja. Ilmuwan kita di Spanyol luar biasa. Ada Al Kurtubi dari Cordova, kitabnya luar biasa. Macam-macam banyak sekali, kalau tidak kita ketahui maka pemikiran kita sempit.

Gagasan besar itu timbul dari pemikiran besar. Ulama-ulama kita juga banyak yang menguasai ilmu kedokteran, ilmu musik yang bagi sebagian saudara kita malah mengharamkan. Itu saya paparkan dalam buku saya “Beriman dengan Akal Budi”. Bukan dengan akal sehat, khawatirnya kalau dengan akal sehat hanya mengkritik saja.


Pertanyaan

5. Apakah kekhalifahan Turki utsmani kelanjutan dari khulafaur rosyidin? Atau ada masa kevakuman atau masing2 berdiri sendiri? Artinya pada masa yg sama ada dua kekhalifahan?

Jawaban

5. Memang ideal Pemerintahan islam adalah Khulafaur Rasyidin yang empat itu. Kemudian ada Umar bin Abdul Azis yang disebut Khulafaur Rasyidin ke 5 pada saat Bani Umayah, salah satu keturunan Umar bin Khattab.

Pada masa Daulah Utsmaniyyah tidak satu daulah islam , apalagi di awal-awalnya. Ada misalnya Daulah Mamlukiyyah di Mesir itu baru disatukan pada saat Sultan ke 9 yaitu Selim 1 yang disebut Yavuz Selim karena pendiriannya yang teguh.

Di awal sampai Al Fatih, ekspansi Daulah Utsmaniyyah ke selatan, ke daratan Eropa. Tetapi ketika masa Bayazid aliran Syi’ah selalu mengganggu, bagai duri dalam jantung. Saat Daulah Utsmaniyyah menyerang Eropa, orang Syiah menyerang Daulah Utsmaniyyah. Karena saat itu belum satu.

Daulah Utsmaniyyah disatukan oleh Sultan Yavuz Selim. Beliau menjadi Khadimul Haromaini. Beliau yang ahli ibadah juga menaklukkan Baithul Maqdis.


Pertanyaan

6. Apa benar Hagia Sofia resmi untuk masjid.( beredar di grup2 WA)?

Jawaban

6. Hagia Sophia masih dalam Mahkamah, belum final- menunggu dua minggu lagi. Karena ini masalah pelik. Menjadi museum ketika Presiden pertama Mustafa Kemal Atatürk. Bukan hanya itu saja, adzan diganti bahasa Turki sampai kemudian Necmettin Erbakan pada tahun 1996 mengembalikannya ke bahasa Arab. Tapi kemudian di kudeta.

Sebenarnya bukan masalah adzan saja. Yang paling berat mengubah bahasa Nasionalnya juga. Atatürk mengubah bahasa resmi negara, bahasa Turki Arab , menjadi bahasa Turki dengan unsur-unsur Eropa.
Akibatnya generasi muda tak dapat membaca manuscript. Tujuan utamanya adalah memutuskan rantai generasi, agar anak muda tak dapat membaca sejarah mereka kembali.
Penghinaan terhadap simbol-simbol agama luar biasa besar.

Jadi sebenarnya Turki saat ini baru saja buka lagi islamnya. Yang ada di masjid saat ini hanya orang tua, akibat pendidikan agama dihapus dari pendidikan negara. Jadi sekularisasi luar biasa. Tapi sekarang sudah mulai muncul generasi baru yang islamnya bagus dari lembaga pendidikan Suleimaniah dan Pondok-pondok murid Said Nursî.

Mudah-mudahan Hagia Sophia bukan hanya sekedar issue politik, tapi dapat membangkitkan Ruh keislaman.
Bukan mengembalikan hak manusia saja, tapi mengembalikan Hak Allah. Sebab itulah yang hilang di Eropa. Mereka memegang Human Rights tapi tak peduli God Rights dalam konteks hukum Publik. Maka disinilah perlunya belajar sejarah.


Pertanyaan

7. Sistem kekhilafahan yg saat ini sdg dianiaya di indonesia dan disejajarkan dg komunisme sbg aliran terlarang, apakah sama dg kekhilafahan yg disabdakan rasul yg akan muncul di akhir zaman?

Jawaban

7. Sama tidaknya saya juga tidak tahu sistem khilafah yang sedang dibicarakan di Indonesia, karena begitu kita bicara khilafah di Indonesia selalu ditujukan ke HTI. Dan saya tidak pakar dibidang itu, saya tak mau komentar banyak karena takut menzalimi HTI atas ketidak tahuan saya.

Yang jelas khilafah tidak didirikan dengan slogan, tetapi konkrit. Dan tak bisa dikatakan makar dalam negara, karena khilafah itu

Islam tidak mementingkan bagaimana cara memilih Pemimpin, yang dicontohkan memang Sistem Syuro. Maka dalam Pancasila kan disebutkan Permusyawaratan, bukan atas dasar Undian atau Voting. Setiap kepala dianggap sama, tapi isi kepalanya tidak diperhatikan. Semua dianggap sama dan ditanya :
“Menurut kamu negara ini siapa yang pantas memimpin?”
Padahal yang ditanya tidak tahu menahu.

Ada juga sistem turun temurun seperti kerajaan. Itu semua dibiarkan oleh islam dianggap tidak penting. Substansinya adalah Keadilan! Bisa tidak sistem itu menegakkan Keadilan?
Ternyata dengan sistem Demokrasi, hasilnya juga tidak lebih baik. Bahkan biayanya terlalu banyak.

Kita terlalu banyak memikirkan cara memilih Pemimpin yang baru, padahal apa artinya kalau Sistemnya Demokrasi tetapi semangatnya Kerajaan? Nanti jabatan diturunkan ke anaknya, lalu ke cucunya. Kenyataan yang terjadi kan begitu. Pemimpin mencalonkan anaknya jadi Pemimpin. Yang di Partai juga begitu, tergantung koneksinya, sama saja.

Itu sangat buruk sekali. Dari pada kita hanya dapat mengumpat-umpat saja. Lebih baik kita mengadakan pendidikan kepada Generasi. Sisa umur kita, kita gunakan untuk itu agar menjadi amal jariyah kita ketika nafas kita sudah terhenti.


Pertanyaan

8. Assalamualaikum
Saya Jafar dari Semarang, adik kelas ustadz Henri waktu di Gontor..
Saya pernah ke Turki, dapat cerita dari orang sana, bahwa dalam hal silaturrahmi ke keluarga, salah satu bukti diterima dan dihormatinya tamu yang akan berkunjung, maka istrinya sendiri yg akan memasak untuk hidangan tamu yg datang.. Sebagai jawaban atas kehormatan itu, sang tamu berusaha untuk menghabiskan hidangan yg diberikan… Apakah hal itu masih berjalan saat ini?

Jawaban

8. Sifat antar manusia, nilai-nilai, kebajikan-kebajikan masih dipertahankan jadi budaya.
– Di musim dingin ketika burung tak dapat mencari makan, mereka pergi ke Gunung untuk memberi makan. Itu dari zaman Turki Utsmani sampai sekarang masih.
– Ajaran agama yang sudah masuk dalam budaya tidak bisa terhapus oleh sekularisasi.
– Termasuk wakaf-wakaf masih berjalan sampai sekarang, senang membantu. Bahkan sampai negarapun masih suka membantu.
– Termasuk Turki membantu Israel, China dalam hal Rapid Test yang lebih valid, meskipun Turki bukan negara kaya. Tetapi dengan keberadaan Turki, negara-negara sepanjang semenanjung Balkan tertolong karena mereka pedagang, tidak terperosok dalam krisis moneter.


Pertanyaan

9. Kita hampir saja masuk jebakan, kaum penentang Islam melalui UU HIP yg ujungnya boleh melarang Komunis tapi juga harus melarang Khalifah. Apa yg harus kita lakukan ?

Jawaban

9. Pertanyaan apa yang harus kita lakukan kan tindakan praktis di lapangan. Sementara kita melihatnya tidak sesimple itu.
Misalnya anda sebagai politisi, anda sebagai Dokter, sebagai guru, masing-masing tentu mempunyai pendapat yang berbeda-beda apalagi mengenai hal yang sangat spesifik.

Paling tidak kita menolak RUU HIP.
Kita fahami ini berbahaya. Kita nyatakan bahwa seorang muslim kalau melihat kemungkaran :
– Menolak dengan tangannya, pikirannya, kekuasaannya.
– Menolak dengan lisannya atau tulisannya
– Menolak dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman. Dia mendo’akan orang yang berjuang menegakkan kebenaran menghadang RUU HIP ini.


Pertanyaan

10. Apakah peradaban Ustmani bisa diterapkan?salah satu budaya kita adl patron-client….. selama ini kita tdk pernah dpt pemimpin yg bisa jd teladan…..ada yg krn ekonomi tp yg aneh banyak intelektual yg tll mengagungkan logika kurang mampu menggunakan nuraninya shg hanya melihat yg empirik saja dan lbh condong kepada dunianya saja…yg agamis jg tll taklid dgn pemimpin yg sebenarnya tdk bisa jd contoh tdk cerdas memahami lingkungan yg ada.

Jawaban

10. Kita bisa mengambil segala sisi kebaikan karena sejarah itu i’tibar untuk diambil ibrahnya karena dapat mempelajari sebab-sebab keruntuhan atau kemajuan suatu bangsa.

Karena itulah banyak Kisah dalam Al Qur’an yang mempunyai methode Penanaman nilai yang kuat dalam diri pembacanya. Makanya disitu untuk berpatroon sangat memungkinkan. Bagaimana nilai-nilai menarik dari Turki Utsmani semua Pemimpinnya berusia muda.

Sultan Al Fatih umur 12 tahun sudah mulai merancang setiap hari.
Syekh Aaq Syamsuddin gurunya pernah pada satu hari melihat cahaya memancar dari kamar Al Fatih, ternyata dia belum tidur. Dia sedang merancang strategi penyerangan Konstantinopel. Akhirnya al Fatih menceritakan strateginya. Disitulah gurunya berdo’a agar berhasil. Kemudian Sultan al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel pada umur 21 tahun.

Suleiman Al Qornuni mulai menjabat umur 25 tahun pada tahun 1520. Dia berkuasa sampai 40 tahun. Tapi menguasai tiga benua.

Jadi menyiapkan Pemimpin yang akan datang itu sejak muda digembleng dalam madrasah atau School of Sultan. Ada semacam tempat pendidikan Sultan di sebuah Kabupaten dididik di lapangan. Tapi kemudian dihentikan karena dari daerah itu sering muncul pemberontakan yang membahayakan calon Sultan. Kemudian pola pendidikan berubah.

Umur Indonesia ini belum ada 100 tahun sedangkan Turki Utsmani 633 tahun, maka pasti banyak yang bisa kita gali disitu, bagaimana menyiapkan Pemimpin, menyiapkan masyarakat.
Menyiapkan Pemimpin bukan kerja sesaat ,bukan setahun dua tahun tetapi dari generasi ke generasi.
School of Sultan itu yang perlu kita bangun. Tidak mengajarkan akademik saja tapi yang penting ketrampilan.


Pertanyaan

11. Assalamu’alaikum wr wb….
Berapa persen perbandingan antara muslim dan non muslim di Turky….
Terima kasih.

Jawaban

11. Kalau presentasinya saya belum mengecek tapi yang jelas mayoritas muslim. Yahudi juga ada, bahkan Komunis juga ada tapi tidak laku. Disana islam baru saja dibuka lagi, shalat boleh tidak shalat juga boleh.


Pertanyaan

12. Paparan ttg kejayaan Islam di masa Khilafah Turki Utsmani sungguh membuat takjub hati sy. Pertanyaan sy : 1. Apakah khilafah adalah ajaran Islam? Bgm hukum utk menegakkan kembali Khilafah Islam? 2. Sy pernah mendengar dr bbp Ustadz bhw Rasulullah Saw meramalkan di akhir zaman akan tegak kembali Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Benarkah demikian? Dan apakah bisa?

Jawaban

12. Betul, Khilafah itu ajaran islam. Khilafah itu Kepemimpinan. Dalam Kitab Fiqih itu ada Imamah, ada Khilafah, intinya adalah kepemimpinan.

Dalam Al Quran Allah SWT berfirman:

اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ 

innii jaa’ilun fil-ardhi kholiifah

“Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS. Al-Baqarah 30)

Khilafah itu tugasnya, Khalifah itu orangnya. Jadi jelas tujuan diciptakan manusia di muka bumi menjadi Khalifah, memakmurkan bumi. Orang yang dikasi peluang untuk hidup itu diberi UMUR. Umur itu dari kata Takmir, Makmur, Istikmar dan seterusnya.

Orang yang diberi Umur harus menjadi Takmir. Takmir itu tidak harus di masjid, tapi dimana saja untuk memakmurkan masyarakat. Ini bukan othak -athik gathuk tapi logika bahasa Arab.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK
Website: dakwah-banyumanik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here