Dr.H. Henry Shalahuddin, MIRKH

20 Dzulqo’dah 1441/ 11 Juli 2020



Makna Kekuasaan & Kepemimpinan Dalam Islam


Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah keadaan mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang- orang yang fasik.” (QS. An-Nur 55)

Ketika seorang muslim menjadi Pemimpin di muka bumi pasti dia akan mengamankan agamanya karena agama itu akan diperkuat oleh kekuasaannya. Kemudian dia akan memberikan rasa nyaman kepada orang-orang yang dipimpinnya, tidak ada ketakutan, semua diberi ketentraman, keamanan dan semua merasakan keadilan yang sama. Dan itu sudah dibuktikan.

Ketika kita bicara tentang kajian Sirah atau Tarikh Turki Utsmani dalam Kepemimpinan di dunia islam tentu tidak asing lagi. Ini adalah salah satu pemerintahan yang membentang sangat lama sekali, 633 tahun, hampir 7 abad lamanya. Bukan hanya memerintah Turki Utsmani saja tetapi dia menjadi pemerintahan di seluruh dunia. Bahkan sejak masa Sultan yang ke 10, Sultan Sulayman Al-Qanuniy , beliau dijuluki Sultan Tiga Benua. Berarti yang tidak masuk Australia yang pada waktu itu belum banyak dikenal orang, tahun 1500 an.

Beliau ini luar biasa, bukan hanya seorang yang ahli berperang dan menaklukkan saja tetapi beliau adalah pemikir, beliau adalah intelektual , beliau juga ahli ibadah dan dikenal keadilannya.


Tugas Utama Seorang Pemimpin Dalam Islam

Seorang Pemimpin dalam islam kewajibannya adalah memakmurkan bumi. Itu adalah tugas utamanya sebagai seorang Khalifah.
Maka seorang khalifah harus mempunyai tekad yang kuat dalam melakukan kerja-kerja pembangunan untuk melestarikan keberadaan umat manusia di muka bumi.

Hakekat memakmurkan bumi adalah ibadah. Ketika seorang diangkat menjadi Pemimpin maka ibadahnya yang paling utama adalah Memakmurkan Bumi.

Jadi tidak bisa seorang Khalifah kerjanya tahajud terus kemudian tidur sepanjang hari, itu sangat zalim.
Ketika seorang Pemimpin melakukan Keadilan satu hari, amal ibadah keadilannya menurut ulama salafus sholeh nilainya melebihi 500 tahun ibadahnya Ahli Ibadah. Sebab ketika dia memakmurkan bumi, mewujudkan keadilan disitulah Amar Makruf Nahi Mungkar dan merupakan ibadahnya seorang Pemimpin.


Istana Topkapi Sarayi

Istana Topkapı Sarayı atau dalam bahasa Turki Utsmaniyah: طوپقپو سرايى,
Adalah istana Turki Utsmani yang dibangun sejak Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel (1453–1922).

Sebelum di Istambul, ibukotanya ada di Edirne atau Adrianopel (1413–1453) , sebelumnya ada di Bursa (1335–1413) sebelumnya lagi di kota Sogut sekitar Anatolia.(1299–1335)

Ketika Topkapi Sarayi menjadi istana Pemerintahan dan Istambul menjadi Azimatul Alam atau Ibukota Dunia. Kalau dalam film-film bisa kita lihat, kalau orang ingin meracuni dunia maka menyebarkan virusnya di Istambul, sebab Istambul itu kota pertemuan, kota peradaban Eropa-Afrika-Asia. Di pusat Pemerintahan ini semua bangsa- bangsa minta tolong ke Utsmani menyerahkan penghormatan, upeti dan minta perlindungan, minta keadilan, semuanya menghadap. Bukan hanya negara-negara islam saja, tapi juga termasuk negara bukan islam juga.

Ketika kita masuk pintu gerbangnya istana Topkapi , betul-betul sangat megah untuk ukuran bangunan tahun 1400 an. Bahkan sampai sekarangpun kalau kita masuk , kalau kita lihat istana-istana Raja ataupun Presiden di Eropa masih kalah canggih dan megah.

Dalam Gerbang Penghormatan atau pintu masuk ada kalimat Syahadat dan dibawahnya ada tertulis Surat Al Hijr ayat 45 – 48.

“Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga, dan di dekat mata air yang mengalir.” -(QS. Al-Hijr 45)

“Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.” (QS. Al-Hijr 46)

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan- dipan.” (QS. Al-Hijr 47)

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.” (QS. Al-Hijr 48)

Dan ada sebuah hadits.
“Sultan itu adalah bayang-bayang Tuhan di muka bumi dimana dia menjadi tempat berlindungnya setiap orang yang dizalimi”.(HR Al Baihaqi).

Tentu hal ini luar biasa, ketika ada seorang Penguasa yang mengingatkan dirinya dan jajarannya bahwa kekuasaan itu bukan main-main. Dan peringatan itu diabadikan di pintu masuknya. Intinya : Jangan main-main dengan kekuasaan. Ini adalah tugas penting dari Pemerintahan yang dia emban.

Seorang muslim ketika memimpin penampilannya prima penuh keindahan, menyukai inovasi dan kreasi-kreasi sehingga kaligrafi berkembang pesat di masyarakat Turki Utsmani. Keindahan hiasan sangat maju sekali.

Tampilan luarnya indah sekali. Memang Allah melihat tampilan dalam manusia, tetapi manusia hanya bisa melihat tampilan luarnya.
Turki Utsmani membawa umat islam sebagai orang yang rapi, indah, bersih dan itu masih tampak sampai sekarang ini. Kalau kita ke masjid, orang Turki rapi, pakai kaos kaki.

Nanti kita akan bicara peradaban yang dibangun. Peradaban bukan peradaban fisik saja tetapi produk akhir peradaban itu sendiri adalah manusianya. Dengan adab yang baik, budi pekerti yang tinggi, toleransi termasuk menghormati orang lain, suka menolong.

Disamping itu bangunan-bangunan fisik, keilmuan-keilmuan yang mereka bangun termasuk sekolah-sekolah, madrasah-madrasah, pusat kesehatan semuanya bagian dari faktor peradaban itu sendiri.
Syi’ar yang tertinggi terlihat dari bangunannya. Diantara istana Topkapi yang paling tinggi adalah Tower of Justice (Menara Keadilan).


Kepemimpinan Turki Utsmani

Daulah Utsmaniah tergolong pemerintahan yang sangat panjang, dipimpin oleh 36 Sultan bertahan 633 tahun tanpa terputus dalam sejarah dunia. Sultan Muhammad II atau Al Fatih itu Sultan ke 7 berarti yang tinggal disini 24 Sultan. Kemudian 6 Sultan terakhir tinggal di istana Dolmabahçe.

Para Sultan Daulah Utsmaniyyah dari Osman Ghazi sehingga Vahid Khan yang naik tahta telah melakukan pekerjaan-pekerjaan penting semaksimal mungkin untuk menjaga negara tetap berdiri demi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat dunia.

Di masa Daulah Utsmaniyyah ini juga sebagai pelindung umat muslimin sedunia. Kekafiran tak sanggup menampakkan kesombongannya, sedangkan umat islam semakin mulia berwibawa dan disegani.
Setiap periodenya, dari pembentukan hingga pengembangan struktur politik dan ekonomi. Dari kehidupan Intelektual dan artistik hingga sosial budaya merupakan subyek penelitian terpisah yang menarik perhatian.
Selain itu geografi wilayah Utsmani yang setelah kejatuhannya berdiri lebih dari 40 negara, jelas Turki Utsmani ini telah mendapatkan tempat khusus dalam sejarah Pemerintahan dunia.


Kekuasaan dan Agama

Kekuasaan dibangun dengan pondasi agama. Banyak sekali ulama yang berpendapat seperti itu. Bahwasanya kekuasaan akan langgeng jika dipandu berdasarkan agama. Dan kekuasaan akan runtuh ketika kekuasaan mengabaikan agama. Itu bisa kita lihat pada saat kejatuhan Turki Utsmani. Mereka mulai ada penyelewengan, tidak istiqomah terhadap ajaran agama sehingga mudah terjadi pembusukan dan akhirnya bisa dikalahkan.

Agama dan Penguasa adalah saudara kembar. Agama adalah pondasi dan Sultan adalah Penjaganya. Maka segala yang tidak ada pondasinya pastilah hancur. Dan segala yang tidak ada penjaganya pastilah akan hilang.
(Fada’ih al Batiniyah hal 196-200).
Artinya teraturnya urusan dunia adalah syarat bagi terlaksananya aturan agama.


Nasehat Usman Untuk Orhan

Utsman bin Ertugrul diakhir hayat menjelang wafatnya, beliau menasehati puteranya yang bernama Orhan. Orhan yang menggantikan bapaknya sebagai pemimpin bukan anak tertua. Tapi beliau ditunjuk oleh bapaknya untuk memimpin pasukan menaklukkan Bursa, sehingga mewujudkan harapan bapaknya.

Karena suatu saat Utsman bin Ertugrul mengajak Orhan ke perbatasan Bursa. Kemudian dia menunjukkan kubah Perak di pusat Pemerintahan Romawi.
Dan berpesan agar Orhan menunjukkan keberhasilan dengan menaklukkan Romawi, sebagai kesungguhan membela agama Allah.
Dia berpesan agar dia dikuburkan dibawah Kubah Perak.

Ternyata Orham berhasil menaklukkan Bursa, pada saat itu Utsman bin Ertugrul dalam kondisi sakit keras.
Dia menasehati Orhan.

“Wahai anakku, ini wasiatku untukmu!
Jangan melakukan sesuatu selain yang diperintahkan Allah. Bertanyalah kepada Ahlul ‘ilmi (ulama) tentang hal-hal yang tidak kamu ketahui dan belajarlah dari mereka. Jangan melakukan sesuatu yang tidak kamu ketahui betul hakekatnya! Jangan enggan berbuat ihsan dan memberi kebaikan untuk pasukanmu, dan ingatlah bahwa manusia itu adalah hamba kebajikan (‘abdul ihsan) “.

“Wahai anakku, dahulukan urusan agama di atas urusan yang lainnya. Sebab mengerjakan kewajiban merupakan faktor utama yang menguatkan negara dan agama. Jangan enggan menghormati ulama, dan menyepelekan perhatian terhadap hak-hak mereka, sehingga urusan Syari’ah dapat ditegakkan dengan baik”.

“Jika kamu mendengar ada ulama di suatu tempat maka kenalilah dia dan perlihatkan simpati dan dedikasimu. Hindarilah orang-orang yang tidak memiliki antusias keagamaan dan orang orang yang hidup seperti cara hidupnya orang-orang bodoh, serta mereka yang tidak memiliki Kepakaran”.

“Jauhilah orang-orang tersebut dan jangan kamu serahkan urusan negara kepada mereka. Sebab orang yang tidak takut Penciptanya pasti tidak akan disayang makhluk”.

“Jauhilah kezaliman dan bid’ah sehingga tidak menyebabkanmu pada kehancuran. Hendaknya kamu tahu bahwa jalan kita adalah jalan agama Allah, dan tujuan kita adalah menyebarkan agamanya. Sesungguhnya seruan kita bukanlah terhenti pada seruan hukum, tapi seruan kita adalah meninggikan Kalimatullah. Jika kamu senantiasa menegakkan jihad, maka ruhku akan bahagia”.

“Wahai anakku, jika ada salah satu dari keturunanku yang melenceng dari jalan yang lurus (ajaran islam), semoga Allah haramkan dari syafa’at Baginda Nabi pada hari kiamat”.

“Wahai anakku, jadilah tulus setia terhadap pegawai pemerintahan yang amanah, yaitu pegawai-pegawai yang mendarma-baktikan umurnya untuk berkhidmat kepada Negara demi mendapatkan keridhaan Allah. Asuh dan perhatikan mereka, juga pada keluarganya setelah mereka wafat”.

Nasehat Utsman bin Ertugrul ini kemudian menjadi Haluan Negara Daulah Utsmaniyyah.
Ruang utama Pemerintahan penuh dengan kaligrafi Ayat dan Hadits. Diabadikan agar semua orang yang masuk kesitu, khususnya para Menteri dan Pegawai Daulah Utsmaniyyah betul-betul konsisten menjaga amanah.

Pintu Kedua istana Topkapi , adalah tempat tamu negara lain yang menunggu untuk bertemu dengan Sultan.


Hakekat Daulah Utsmaniyyah

Sebuah daulah yang dipimpin oleh Sultan-Sultan yang mengetahui rahasia peradaban dan kunci kejayaan.
Hampir semua Sultan mempunyai Ruang Perpustakaan pribadi. Hampir setiap Sultan mempunyai kepakaran, ketrampilan masing-masing. Kita ingat dalam film Sultan Abdul Hamid II ahli membuat kerajinan kayu. Sultan Suleiman Al-Qanuniy adalah Penulis mushaf Al Qur’an. Bahkan sampai tiga kali menulis dengan tangan sendiri. Beliau selalu ikut langsung peperangan, bahkan meninggalnya juga di medan perang saat tua.

Mereka terus bersungguh-sungguh mengembangkan proyek-proyek keilmuan dan kesejahteraan dari masa ke masa.

Kehadiran Daulah Utsmaniyyah ditakdirkan sebagai institusi politik untuk mengayomi kaum muslimin di seluruh dunia selama lebih dari 6 abad.
Sebagai negara superpower selama tiga abad yang membentang wilayahnya di tiga benua, kekuatan Utsmani bermula hanya dari empat ratus tenda. Ketika Utsman bin Ertugrul wafat, luas negara kekuasaannya hanya 16 ribu km2 atau lebih besar sedikit dari negara Kuwait atau Qatar saat ini.


Hakekat Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah

Daulah Utsmaniyyah = negeri perjuangan dan kemuliaan yang mendarma-baktikan segala potensinya untuk kejayaan islam dan kaum Muslimin.

Di masanya, kekuatan dunia tunduk pada kendalinya. Panji-panji jihad dikibarkan demi mengharap ridha Allah, menaklukkan negeri-negeri dan membebaskannya dari kekuatan tirani, lalu memakmurkannya. Berkali-kali poros salibis Eropa berusaha menghancurkan Daulah Utsmaniyyah, tetapi selalu kandas dan menderita kekalahan telak di hampir setiap pertempuran.

Menariknya adalah Utsman bin Ertugrul ini dilahirkan pada saat banyak negara-negara muslim ditaklukkan tentara Salibis.

Daulah Utsmaniyyah yang melindungi negara-negara muslim dan non-muslim dari Indonesia ke Spanyol, dari Krimea ke Yaman, selalu berusaha menerapkan prinsip-prinsip keadilan dan membawanya ke tanah yang ditaklukkan.

Jadi kalau ada tuduhan bahwa Turki Utsmani adalah penjajah itu adalah statement politik yang sangat tendensius. Karena pada kenyataannya tidak ada harta kekayaan negara yang ditaklukkan diboyong ke Istambul.

Kita bisa membedakan betapa kekayaan Indonesia banyak yang diboyong ke Belanda dan negeri kita dimiskinkan.

Pada penaklukan oleh Turki Utsmani yang terjadi sebaliknya, Turki Utsmani memakmurkan negeri yang ditaklukkan. Maka banyak negara yang “mengajukan proposal” untuk ditaklukkan oleh Turki Utsmani. Karena negeri-negeri itu mendapati pemimpin zalim dalam negara mereka. Meskipun Turki Utsmani berbeda agama dengan mereka, mereka lebih nyaman dipimpin Turki Utsmani karena keadilan yang luar biasa. Hal ini banyak persaksian dari orang Eropa termasuk Pendeta-pendeta.

Kemudian melakukan pembangunan dan menyemai peradaban tanpa diskriminasi bahasa, agama dan ras. Bahkan sebaliknya tetap menjaga keberlangsungan masing- masing identitas dari setiap komunitas yang hidup dibawah pemerintahan Utsmani.


Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah


Nama resmi Daulah Utsmaniyyah adalah Daulah ‘Aliyyah Utsmaniyyah.
Pemerintahan Turki Utsmani bukan kekaisaran atau dinasti, yang dalam arti dikuasai oleh keluarga. Bahkan Nasionalisme juga tidak diwajibkan. Seluruh negara yang ditaklukkan tidak harus memakai bahasa Turki. Bahkan di Turki Utsmani sendiri bahasa resminya adalah Bahasa Arab. Orang Armenia berbahasa Armenia, orang Yunani juga berbahasa Yunani. Ada komunitas masing-masing, semua diperlakukan sama, tidak ada diskriminasi berbasis ras.


Salatin Bani Utsman

Kita lihat sekilas profil -profil sultan-sultan Daulah Utsmaniyyah

Utsman bin Ertugrul

Pengasas daulah, peletak prinsip dan Haluan negara, serta dasar-dasar kanon Keadilan.

Orhan

Pemimpin Utsmani pertama, membentuk Jaisy inkasyari, penakluk Bursa dan untuk pertama kalinya Utsmani mengarahkan ekspansinya ke daratan Eropa.

Murad I

Beliau memperluas wilayah Utsmani, mengalahkan pasukan Salibis dipertempuran Kosovo dan menaklukkan wilayah seluruh Balkan.
Pertempuran Kosovo sangat dahsyat dimana Pasukan Turki Utsmani kalah jumlah dan menghadapi medan berat, cuaca ekstrim, hujan badai sampai Sultan Murad I menangis dan berdo’a.

“Ya Allah janganlah Engkau menjadikan aku sebagai penyebab hancurnya umat islam. Jangan Engkau jadikan aku penyebab terhinanya agamamu. Jangan Engkau jadikan aku sebagai penyebab yatimnya anak-anak muslim karena tentaraku kalah perang. Ya Allah aku rela menjadi tebusannya jika harus mati dalam perang ini. Aku rela asal Engkau menangkan pasukanku”.

Ternyata Do’anya dikabulkan. Setelah memenangkan Perang Kosovo, Sultan Murad I berkeliling medan pertempuran mencari yang terluka. Ada seorang tentara Serbia yang pura-pura menyerah ingin menyatakan keislamannya. Ia bergerak menuju Sultan kemudian menikam Sultan. Sultan Murad I wafat dalam peristiwa tersebut.

Bayazid al-Sa’iqah (thunder bolt)

Juga dikenal sebagai Sultan Romawi. Dimasanya Utsmani mulai mencapai keagungan dan kemuliaan. Beliau adalah sultan pemimpin yang memenangi pertempuran Nicopolis versus tentara Salibis, menaklukkan Bulgaria, dan Sultan pertama kali mengubah bentuk keemiratan menjadi kesultanan. Masanya untuk pertama kalinya pemimpin Utsmani dipanggil dengan sebutan Sultan.

Muhammad Celebi (Nabil, mulia)

Beliau adalah pembaharu Daulah Utsmaniyyah setelah kalah menghadapi tentara Mongol yang dipimpin Timur Lenk. Celebi berhasil memadamkan segala bentuk kerusuhan, perpecahan internal dan pemberontakan yang dilakukan oleh Badruddin ketika Daulah Utsmaniyyah dalam kondisi rapuh.

Murad II (Ayah Al Fatih)

Penguat pondasi dan pilar-pilar kesultanan. Beliau mengalahkan pasukan Salibis dalam pertempuran Varna yang merupakan kekalahan Salibis Eropa terbesar kedua setelah pertempuran Nicopolis.

Muhammad II (Al-Fatih)

Beliau Sultan ke 7 dan penakluk Konstantinopel sekaligus membuktikan Bisyarah yang pernah disampaikan Rasulullah :

لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ

“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu“. (HR Ahmad)

Sebelumnya banyak pemimpin umat lintas zaman yang berusaha. Sejak zaman Mu’awiyyah r.a, dilanjutkan puteranya Yazid, lalu Sulaiman bin Abdul Malik, Bayazid al-Sa’iqah, hingga Allah takdirkan kesuksesan itu ditangan cicit Bayazid, Sultan Muhammad al Fatih.

Al Fatih memindahkan ibukota Utsmani dari Edirne ke Konstantinopel dan mengganti namanya Istambul atau Islambul (Darul Islam). Kesuksesan Sultan al Fatih membuat Salibis Eropa seperti orang yang tersedak makanan (keselek) di kerongkongannya.

Setelah Konstantinopel berhasil dibebaskan, Sultan al Fatih kemudian mendirikan beberapa pusat study bagi para cerdik pandai lintas disiplin ilmu.
Sultan al Fatih ini menguasai 6 bahasa termasuk Arab. Beliau membangun Hamam (pemandian umum), sekolah, pusat kesehatan.

Suleiman

Beliau Sultan ke 10, beliau melakukan pengembangan proyek-proyek keilmuan semakin diintensifkan, khususnya di bidang ilmu kedokteran.
Disampingnya diperintahkan untuk mendirikan rumah sakit yang selalu siap melayani masyarakat, tahun 1520.

Semua ini sudah berkembang pesat di zaman Daulah Utsmaniyyah saat Eropa belum mengenal apa itu rumah sakit dan peran perawatan medis.



BERSAMBUNG BAGIAN 2
PERADABAN ISLAM.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here