Drs.H. Dasrizal Dahlan SH, MPd. MA

13 Dzulqo’dah 1441/ 4 Juli 2020



TANYA JAWAB

Pertanyaan

1. Tujuan hidup kita adalah islam kaffah. Kenyataan sekarang umat islam semakin dirusak oleh paham liberal, sekuler. Sehingga umat islam tersegmentasi sehingga tidak satu visi dan missi untuk kehidupan umat yang terbaik. Ajaran islam yg diambil adalah untuk manfaat sesaat tetapi tidak untuk jangka panjang kemaslahatan umat. Apa strategi kita untuk kejayaan umat islam dimasa depan ?

Jawaban

1. Kalau persoalan-persoalan Beban berat, Tugas banyak, Perjalanan amat jauh, tentu kita akan berada pada posisi merasa amat sulit. Tetapi kesulitan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan jika hanya berhenti pada kesulitan itu. Sulit kita terima, kesulitan itu kita jadikan sebagai alat untuk memacu diri ke depan.

Sering orang berkata bahwa orang -orang yang banyak masalah, menjadikan masalah adalah sebagai penghalang dalam kehidupan.
Tapi orang-orang bijak, orang-orang arif justru menjadikan masalah itu bukan masalah. Bagi mereka masalah adalah salah mengambil kebijakan dan mereka sering menjadikan masalah oleh orang banyak dijadikannya sebagai batu pijakan untuk mampu melompat jauh berlari ke depan.

Jadi bahwa sesungguhnya islam kaffah itu adalah sarana-prasarana, adalah ajaran untuk mewujudkan cita-cita. Kita sekarang belum kaffah.
Kemudian bahwa sesungguhnya kondisi-kondisi media kita belum mendukung. Perjuangan kita belum sampai.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Konsep Pertama : Ibda’ binafsih.
Mulai segala sesuatu dari diri kita sendiri. Sebab bagaimanapun kita kalau orang Minang mengatakan :

Dilayangkan pandangan jauh, ditukikkan pandangan dekat.
Artinya : Lihat sekeliling benar, tapi yang amat penting adalah melihat ke dalam diri sendiri.

Konsep ini oleh Allah SWT disebut Ibda’ binafsihi (mulai segala sesuatu dengan dirimu sendiri).
Dan juga dikatakan :

قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَ هْلِيْكُمْ نَا رًا

quuu angfusakum wa ahliikum naarow

“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka .” (QS. At-Tahrim 6)
Ini mulainya juga dari dirinya sendiri.


Konsep kedua :
“Kamu harus bertegas-tegas dengan keluarga dekat kamu! “

Artinya persoalan-persoalan untuk diri, persoalan-persoalan terhadap keluarga harus diselesaikan. Baru yang dikatakan keluarga :
“quuu angfusakum wa ahliikum naarow” (Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka).

Keluarga yang disitu bukan dalam artian keluarga secara biologis, bukan keluarga segolongan darah, tetapi keluarga dalam artian orang-orang yang seagama dengan kita.
Jadi tatkala Allah mengatakan
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.
Artinya kamu diri kamu, kamu pelihara. Kemudian orang-orang yang seagama dengan kamu harus pula kamu pelihara.

Disitulah perannya Amar Makruf Nahi Mungkar. Menyuruh orang melakukan yang baik-baik dan mencegah orang-orang dari segala perbuatan mungkar. Itu usaha, persoalan nanti berhasil atau tidak itu kita kembalikan kepada Allah. Sehingga konsep dalam islam itu adalah :

Pertama : Do’a.
Kedua : Hendaklah bekerja keras maksimal
Ketiga : Jalani kegiatan dengan penuh kesabaran, selesai itu berdo’a lagi.
Keempat : Kita serahkan lagi kepada Allah, namanya Tawakal.

Selesai kita bertawakal hendaknya kita menerima apa yang ditentukan Allah dengan cara Ridha. Ridha artinya adalah mampu menerima apa yang ditentukan oleh Allah dengan sebuah keyakinan yang ditentukan oleh Allah itu adalah sesuatu yang terbaik untuk kita menurut Allah SWT.

Yang disuruh adalah kita bekerja maksimal itu. Persoalannya hari ini adalah langkah kita sudah bekerja maksimal atau belum?

Beban berat, kalau diukur panjangnya hanya sepanjang ikat pinggang.
Apa artinya sepanjang ikat pinggang? Sebelit tubuh kita itu persoalan semua, tapi ketahuilah bahwa persoalan bukan untuk dijadikan batu sandungan. Persoalan untuk dipecahkan, dijadikan sebagai batu pijakan untuk maju melompat jauh dan berlari ke depan. In syaa Allah.


Pertanyaan

2. Bismillah, ini pertanyaan isteri saya tentang perbedaan puasa sunah atau ayamul bidh yang berbeda sehari satu dengan yang lain ada yang mulai hari ini dan ada yang mulai ahad besok, bagaimana kita menyikapinya. syukron.

Jawaban

2. Kita beribadah pertama dengan KEYAKINAN. Lalu sesudah itu kita ikuti dengan NIAT. Baru sesudah itu aplikasi pelaksanaan ibadah.
Jadi kalaupun terjadi perbedaan penetapan hari dan lain sebagainya, maka kita tentu beribadah sesuai dengan keyakinan kita itu kapan harinya sebenarnya.

Sama juga umpamanya Iedhul Adha atau Iedhul Fithri. Umpamanya ada kelompok tertentu Iedhul Fithri nya hari senin, ada yang iedhul Fithrinya selasa. Lalu kita mantab yang mana dan kita harus beramal dengan keyakinan kita.
Kalau kita berkeyakinan iedhul Fithri kita senin, ya kita ikut senin. Selasa menjadi hari kedua.
Tetapi kalau kita berkeyakinan iedhul Fithri selasa, berarti hari senin kita masih dalam Ramadhan. Beramalah kita sesuai dengan keyakinan. Itu dari segi keyakinan tentang kapan waktu.

Dari keyakinan pola pengamalan, dimana kita berada. Karena kita beramal sesuai dengan keyakinan, lalu perjalanan bumi mengelilingi matahari yang disitu bulan mengelilingi bumi, maka terjadilah sepertinya matahari yang berjalan.

Zuhur dilakukan jika tergelincir matahari kita tergelincir di tempat kita. Katakanlah kalau di Sumatera Barat sekarang, zuhur itu pukul 12.20. Tetapi kalau di Irian sana pukul 12. 20 artinya untuk mereka sudah dua jam yang lalu melaksanakan Zuhur.
Sikap kita :
– Beramal dengan keyakinan
– Beramal dengan Niat
– Lalu kita lakukan sesuai ketentuan pengamalan ibadah yang ditentukan oleh Allah atau ditentukan dari Rasul.


Pertanyaan

3. Assalamu’alaikum wr wb…
Bagaimana mengatasi untuk masa yang akan datang neolib untuk anak cucu kita .Yang dirumah sudah sedemikian ketat , akan tetapi diluar gangguan dan ajakan sangat kuat karena terasa menyenangkan dan terasa seperti pada umumnya ?

Jawaban

3. Oleh kita tentu saja setiap perkembangan itu yang namanya nilai-nilai positifnya kita maksimalkan lalu nilai-nilai negatifnya tetap kita antisipasi pula secara maksimal. Sebab hari ini nilai positif dengan nilai negatif ada beda pemakaian.

Tatkala ibu-ibu selesai konsultasi ke Puskesmas karena katanya terlambat bulanan. Bagaimana hasilnya?
Dia gembira karena hasilnya positif.
Tetapi kalau orang selesai periksa SWAB bagaimana hasilnya?
Yang diinginkan hasilnya negatif.
Jadi pemakaian negatif dan positif itu dilihat konteksnya.

Tentang menghadapi masa depan, Neolib dan antisipasi terhadap anak cucu keturunan, tetap dengan konsep kita. Sebab tingkat-tingkat pendidikan itu :
1. Pendidikan Rumah Tangga
2. Pendidikan Sekolah
3. Pendidikan Lingkungan/Milieu

Maka yang Pendidikan untuk di dalam rumah tangga kita penuhkan lalu untuk Sekolah kita arahkan, Lingkungan kita kontrol dengan sebaik-baiknya.

Dalam Surat Al Maidah 105 Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۚ لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُـنَـبِّـئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; karena orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah 105)

Membekali anak dari rumah tangga secara maksimal itu usaha kita. Kalau itu berhasil maka

لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ

“orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk”.

Namun lebih dari itu, selain dari sekedar usaha memberinya nasehat, yang tidak kalah pentingnya adalah kita berdo’a kepada Allah.
Usaha kita menyelamatkan generasi secara maksimal itu usaha. Tapi lebih dari itu kita besarkan anak itu amanat Allah untuk kita lalu tugas kita memaksimalkan pendidikan yang baik untuk dia dan tentu kemudian kita do’akan kepada Allah, kita pertaruhkan kepada Allah, mudah-mudahan Allah-lah nanti yang akan menyelamatkannya atas usaha yang sudah kita lakukan.

Tidak boleh kita larut dalam kecemasan, tetapi islam kita telah memberikan ajaran yang jelas sejelas-jelasnya dan pasti kebenarannya kebenaran mutlak.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here