Kajian Ahad Muhammadiyah Banyumanik

Dr. dr. H. Masrifan Djamil MMR, MPH

17 Rojab 1440 H/ 24 Maret 2019

Allah SWT berfirman:

سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

“Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Itu sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Saff  1- 3)

Mengapa saat ini banyak anak muda berani melanggar aturan,  padahal dia tahu tentang hal itu ? Ada anak muda yang jelas memakai jilbab tetapi dia berani berpacaran di muka umum. Mungkin mereka menganggap bahwa jilbab itu hanya sekedar mode, karena memang 100% mahasiswi ditempat saya mengajar itu berjilbab semua.

Memakai jilbab sudah bagus, tetapi sayang pembelajarannya kurang. Di fakultas itu kuliah agama cuma satu semester. Mungkin mereka mendapat pelajaran agama di SMP dan SMA,  tapi terputus-putus tidak nyambung. Apalagi jika mereka tak pernah sekolah madrasah,  sudah pasti pelajaran agamanya kurang. Ini masalah kita saat ini, kita khususnya generasi muda tidak mendalami agama.

Padahal Allah SWT sudah mengingatkan agar kita disiplin,  teratur seperti sebuah bangunan yang kokoh.

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَ نَّهُمْ بُنْيَا نٌ مَّرْصُوْصٌ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. As-Saff 4)

Kenyataan kita ini semakin hari semakin terpecah-belah. Padahal di masa kini perjuangan akan semakin berat dan persaingan makin keras. Bagaimana kita akan menyiapkan anak-anak kita?
Mengapa umat lain, orang Tiong Hoa lebih sukses dari pada kita.?
Mengapa ada 1% orang Indonesia menguasai 55,4 % perekonomian ? Itu hal yang luar biasa, mengapa mereka bisa sukses?
Itu semua karena mereka “berjihad” lebih serius dalam menghadapi kehidupan. Mungkin mereka tak tahu ayat di atas,  tapi mereka mempraktekkan proses secara serius dan teratur.

Kebetulan saya ketemu mereka dan mereka berkata bahwa seharusnya umat islam itu bisa lebih sukses.  Lhoh kok bisa?
Dia menjelaskan ada tiga sebab yang seharusnya mengakibatkan umat islam sukses :
1. Umat islam bangun tidur diawali dengan do’a, lalu shalat.
2. ‎Pada waktu dhuha umat islam melaksanakan shalat dhuha,  yang dapat melancarkan rejeki.
3. ‎Orang islam diperintah untuk  jihad atau bersungguh-sungguh.

Tak perlu heran mereka juga mengenal istilah Shalat Dhuha karena memang bergaul dengan umat islam. Mari kita renungkan ucapan orang Tionghoa yang saya temui ini. Dia mengatakan kunci sukses : Do’a secara umum dan khusus serta Usaha yang serius.
Kita umat islam berdo’a , shalat juga banyak,  tetapi kunci yang ketiga pelaksanaannya tidak serius. Beda dengan mereka, mereka selalu serius dalam jihad mereka. Mereka juga berdo’a dengan cara mereka.

Ada sebuah rumah makan milik mereka yang tak perlu disebut nama. Mereka membuka cabang dan melihat peluang, bahwa banyak warung kopi malam hari.  Akhirnya  mereka membuat cafe kecil di Rumah makannya,  jual roti dan kopi. Ternyata sangat laris karena mereka serius dalam bekerja,  rasa dan tampilannya hebat. Sukses di cafe, mereka berani menyewa tempat di Transmart, padahal sewanya mahal. Tetapi mereka sudah menghitung semuanya.  Semua digarap serius sampai ke mebel,  menu,  layanan semua kelas premium.

Mereka berjuang tidak main-main,  tidak kecil-kecilan. Perhatikan saja pabrik sabun, hotel kemudian ada lagi Pabrik rokok. Bapak semua yang perokok telah menyumbang Pabrik Rokok sehingga sekarang mereka mampu membuat hotel di dekat Taman Diponegoro , Semarang.
Kita umat islam ini semestinya jadi kunci sukses,  karena jumlahnya banyak. Namun ada satu hal yang belum kita punyai yaitu Keseriusan atau Profesionalisme.

Di Palembang ada pembangunan LRT,  namun sayang tiap bulan rugi operasional. Ini adalah contoh ketidak seriusan kita dalam perencanaan. Mungkin tidak ada dalam berita tapi ini nyata.  Maka perlu bagi kita untuk punya jaringan medsos. Tidak semua yang di medsos itu hoax. Kadang banyak hal benar ada di Medsos yang di Media tak ada.

Contohnya ada pabrik di Sulawesi Tenggara yang begitu ketatnya dijaga sampai tak bisa dimasuki Pemda untuk diperiksa. Padahal kalau menurut aturan kan harus diperiksa misal amdalnya dan sebagainya. Namun bukan itu point yang ingin kita sampaikan , ternyata mereka malah menerapkan apa yang diperintah oleh islam :

فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَ نَّهُمْ بُنْيَا نٌ مَّرْصُوْصٌ

“fii sabiilihii shoffang ka`annahum bun-yaanum marshuush”

Mereka berusaha dengan serius untuk rapi dan terorganisir.
Ketika kita mandi,  mungkin tak pernah berfikir bahwa sabun yang kita pakai,  pasta gigi yang kita pakai, deodorant yang kita pakai, tak satupun dimiliki oleh umat islam.

Ketua IPHI yang kebetulan adalah Dirut sebuah BUMN berencana membuat produk-produk untuk kebutuhan rumah tangga.
Dia cerita karena BUMN usahanya banyak,  punya 26 gerai toko. Namun itu tak lepas dari ancaman. Dia didatangi konglomerat dan dibujuk kerjasama melepaskan usahanya untuk dikelola mereka , nanti bagi hasil . Usulan ini ditolak.
Demikian pula ketika membuat produk lain,  juga didatangi mau dibeli.  Kenapa?  Supaya tidak jadi pesaing.

Umat islam ini sulit untuk diubah preferensi produk yang dipakai. Kalau sudah memakai, sulit untuk diajak pindah memakai produk umat. Padahal kualitas sudah bagus.  Maka perjuangan untuk membuat Produk buatan umat perlu kerjasama yang kuat. Jika Muhammadiyah punya Jaringan Saudagar, maka IPHI akan membuat jaringan Juragan. Ini baru akan mulai bergerak untuk meluncurkan 36 item produk.
36 Produk ini sudah ada tapi tak bisa masuk pasar, ditolak mereka karena potensi jadi saingan.

Banyak produk mati di pasar antara lain Air mineral dan gula. Padahal itu produk BUMN. Apalagi jika hanya milik perorangan pasti gampang dihabisi. Namun ada pengusaha yang justru berhasil memasarkan produk umat ini ke Timur Tengah. Disana tak ada monopoli. Mudah-mudahan akan berhasil kerjasama dengannya,  dan produk umat ini akan dilabeli Haji ditawarkan ke umat,  mudah-mudahan berhasil. Kualitas tidak kalah dan akan dibuat patentnya. Kalau kita ingin sukses memang harus menyiapkan segalanya dengan serius,  jangan sampai terjadi seperti LRT Palembang.

Kemudian Surat As Saff ayat 10 sampai 13 membahas tentang janji Allah yang perlu kita usahakan agar kita menjadi Pemenang.

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَا بٍ اَلِيْمٍ

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” (QS. As-Saff 10)

Yang diseru hanya orang beriman , bukan semua orang. Sebagai orang beriman kita ini wajib meyakini hal-hal yang bersifat takdir , bersifat “given”.

Kita ini wajib bersyukur jika punya anak atau cucu lahir sehat dan lengkap. Karena ada hal-hal yang dokter juga tak tahu ketika bayi belum lahir. Misalnya saja ada bayi yang ternyata tak bisa minum susu ibunya. Penyakit ini namanya Intoleransi Laktosa. Penyebabnya adalah karena bayi ini tidak diberi satu enzym saja oleh Allah. Jadi bayi ini tidak lengkap.

Allah SWT berpesan kepada kita yang beriman :

تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۙ

“Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,” (QS. As-Saff 11)

Kita wajib beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah. Hambatannya ternyata banyak, ada yang meragukan. Ada yang bertanya apakah Al Qur’an ini asli?  Bukankah Al Qur’an ini ditulis oleh Usman bukan oleh Rasulullah? Bukankah Usman saat itu Kepala Negara dan dia bisa mengatur Al Qur’an?

Pertanyaan ini bahaya karena bisa menggoyahkan iman , maka harus diketahui bahwa pada saat Nabi mendapat wahyu itu dicatat.
Ada lima pencatat wahyu saat itu. Ketika Usman bin Affan menyusun Al Qur’an,  mereka itu masih hidup semua. Ali bin Abi Thalib , Muawiyah, Ibnu Abbas yang hafal Al Qur’an masih hidup dan itu dikumpulkan semua mengawasi penyusunan Al Qur’an.

Ketika Al Qur’an selesai dikumpulkan, kemudian yang lain yang tidak penting dibakar. Agar tidak membuat kebingungan. Ini menunjukkan betapa cerdasnya para sahabat. Maka banyak sekali pujian kepada generasi sahabat.
Mereka para sahabat selalu shalat jama’ah di masjid. Kita ini untuk terus berjama’ah lima kali dalam sehari di masjid belum berhasil. Padahal hanya imam Syafi’i saja yang tidak mewajibkan shalat jama’ah di masjid.

Perintah selanjutnya adalah jihad dengan harta. Betapa hebatnya semangat untuk berinfak dikalangan para sahabat.
Umar bin Khattab r.a berkata:
“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah SAW bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Semisal dengan ini’.

Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’” (HR. Tirmidzi)

Luar biasa sekali,  kita belum apa-apa dibandingkan mereka.
Alhamdulillah bahwa sekarang sudah banyak yang mulai paham pentingnya infaq shadaqah.
Alumni HMI membuat masjid di Sampangan,  kemudian ada rencana jalan dilebarkan dua meter, tentu tempat parkir akan habis. Akhirnya dibentuk panitia untuk mencari dana penyelamatan masjid. Hasilnya memang luar biasa,  semangat untuk menyumbang masjid ada yang menyumbang 5 juta,  10 juta sampai 50 juta.

Pesan yang tersirat dalam ayat adalah agar kita ini selalu berusaha melakukan amalan yang terbaik.
Tentang shalat yang terbaik adalah berjama’ah di masjid,  maka kalau bisa seorang isteri mengingatkan suaminya yang ketika ada adzan dia masih di rumah,  belum berangkat ke masjid.

Selanjutnya Allah SWT menjanjikan imbalan berupa ampunan dosa dan memasukkan ke Surga.

يَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ۙ

“niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam Surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung,” (QS. As-Saff  12)

Di Surga, keluarga yang beriman akan dikumpulkan kembali. Orang-orang sholeh juga akan dipertemukan dengan kawan-kawan yang sholeh. Adapun kedudukan yang tertinggi adalah mereka yang mati syahid seperti kurban penembakan di New Zealand.

Selanjutnya Allah SWT berfirman:

وَاُخْرٰى تُحِبُّوْنَهَا ۗ نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَـتْحٌ قَرِيْبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

“dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.” (QS. As-Saff  13)

Ada kalimat yang sering dipinjam oleh Muhammadiyah : “nashrum minallohi wa fat-hung qoriib”
Kalau kita semua taat, maka Allah menjanjikan kemenangan. Janji Allah SWT pasti benar,  namun sampai sekarang ini kita belum mendapatkan kemenangan itu.
Ada pabrik tak boleh dimasuki oleh Pemerintah Daerah,  padahal ada di lokasi kita. Dan banyak lagi kekalahan-kekalahan kita,  seperti diuraikan di atas.  Namun kita diminta untuk menggembirakan kaum Muslimin.

Maka marilah kita selalu berusaha dan meningkatkan do’a. Ada surat yang diinginkan oleh Rasulullah agar kita semua membaca dan menghafalnya yaitu : Surat Al Mulk.
Fadilahnya, tentu akan membuat Rasulullah senang dan selain itu untuk menghindarkan siksa kubur.

Namun seperti dimuka tadi,  do’a tak cukup tanpa jihad. Terjemahan yang paling baik untuk saat ini kata jihad adalah bersungguh -sungguh meraih ridha Allah.  Maka bagi pemuda yang masih sekolah , jihadnya adalah belajar sungguh-sungguh.
Kita juga bisa mencontoh orang barat. Mereka kalau ditugasi akan menjawab :  “I will do my best”.
Penting bagi kita untuk menjaga semangat, jangan sampai “nglokro”. Peluang hanya akan muncul bila kita sungguh-sungguh.

Rasulullah SAW mengajarkan do’a yang sangat hebat kepada kita :

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami” (HR Tirmidzi dan Hakim).

Do’a tersebut sangat lengkap,  isinya :

1. Memohon diberi rasa takut kepada Allah yang dapat menghalangi perbuatan maksiat.
2. ‎Memohon ketaatan kepada Allah agar masuk ke surga.
3. ‎Memohon keyakinan yang  meringankan segala musibah.
4. ‎Memohon kenikmatan pendengaran , penglihatan dan kekuatan.
5. ‎Memohon menjadikannya sebagai warisan.
6. ‎Memohon balasan atas orang-orang yang menganiaya.
7. ‎Memohon pertolongan terhadap orang yang memusuhi.
8. ‎Memohon jangan ada musibah dalam urusan agama.
9. ‎Memohon jangan menjadikan dunia ini sebagai hal terbesar.
10. ‎Memohon jangan sampai orang yang tidak menyayangi islam menjadi Pemimpin.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

#SAK

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here