Dr.dr. H. Masrifan Djamil MMR, MPH

19 Jumadil Akhir 1440 H/ 24 Februari  2019

*Penciptaan Manusia.*

Kita itu diciptakan Allah SWT  dengan ciptaan yang terbaik.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS. At-Tin 4)

Sedemikian baiknya manusia diciptakan sehingga malaikat yang posisinya sangat tinggi, pekerjaannya bertasbihpun mau bersujud ketika diperintahkan Allah.
Padahal manusia dibuat dari tanah.

Kalau kita menengok tubuh kita,  ternyata tidak semua bisa kita kendalikan. Tubuh kita ini ada yang dipinjamkan kepada kita untuk dikendalikan ,  tetapi sisanya dikendalikan oleh sistem.
Sistem ini menghasilkan output berupa gerakan, bicara dan lain sebagainya. Jadi tubuh itu merupakan satu kesatuan yang utuh, bekerja , ada yang terkendali oleh diri kita dan ada yang tak terkendali.

Salah satu yang tak terkendali adalah sel. Jumlahnya triliunan tapi ternyata kita tak dapat mengendalikan. Maka ada penyakit yang namanya Kanker.
Kanker sebenarnya adalah sel tubuh sendiri yang berubah jadi asing.
Kita bisa ibaratkan kanker ini seperti gerakan separatis dalam suatu negara. Padahal awalnya satu negara satu bangsa. Sel itu tiba-tiba berubah.

Adapun sel sendiri terdiri dari Inti dan Cito plasma. Kita kenal Pabrik Kertas membutuhkan pohon untuk bahan baku. Intinya adalah Pabrik. Sedangkan di sekitarnya diminta menanam Pohon dan disebut Plasma. Didalam inti ada Molekul yang disitu merupakan cetakan diri kita : Hidung yang mancung atau pesek ,  Mata sipit atau tidak. Itu semua dicetak inti sel.

Tentang penciptaan manusia ini diceritakan dalam Surat Al Hajj ayat 5 dan Surat Al Mukminun ayat 12 sampai 16 dan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyah no 4. Dimana tugas kita adalah menjaga diri agar husnul khotimah. Karena amal tergantung pada penutupan.

Sel bergabung menjadi Organ,  ada jantung, paru-paru , hati dan sebagainya. Dan sel ini menurun dari kedua orang tuanya.
Hanya sebagian kecil saja dari tubuh kita yang bisa kita kendalikan.
Misalnya merasa kenyang, artinya lambungnya penuh maka kita berhenti makan. Tapi jika nafsu makannya masih ingin terus akibatnya lambungnya besar.

Intinya adalah bahwa ternyata tubuh kita itu ada yang tak bisa dikendalikan. Maka kita dianjurkan untuk selalu mengucap *ALHAMDULILLAH* dan *ASTAGHFIRULLAH*
Maka ketika kita bisa BAB saja sudah semestinya disyukuri, karena berarti organ pencernaan kita sehat.
Kalau tak bisa BAB kita istighfar.

Kita ini diciptakan Allah sebagai Dholim dan Bodoh. Maka jangan merasa pintar.
Allah SWT berfirman:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَ حَمَلَهَا الْاِنْسَانُ ۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًا ۙ

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,” (QS. Al-Ahzab 72)

Kita wajib bersyukur bahwa kita telah diurus oleh Allah SWT dengan sangat teliti. Kita harus memahami bahwa tidak semua organ bisa kita urus. Ketika kita tidur itu jantung kita diurus Allah.
Jantung ibarat Pompa,  maka bila ada yang sampai berusia 70 tahun berarti “Pompa” buatan Allah itu telah diurus selama 70 tahun. Apakah ada Pompa buatan manusia bertahan sampai 70 tahun?

Cara Allah mengurus Organ Tubuh dengan sistem. Sel itu diurus Allah,  sel sudah dibekali paket tugas harus bekerja bagaimana dan juga diberi jatah sampai kapan dia hidup.
Maka kadang ada orang yang tiba-tiba mati,  padahal jika dicek semua organnya seperti Paru-paru,  Jantung semua dalam keadaan baik. Kematian ini disebut Kegagalan Organ Secara Bersama. Dokter tak bisa menjelaskan. Namun bila Sel belum saatnya mati, bisa jadi akan koma. Keadaan Koma tidak selalu berakhir dengan Kematian,  bisa jadi dia bangkit, salah satunya adalah Ustadz AI.

Semua fenomena ini harusnya kita amati terus supaya kita bersyukur.
Bulan depan ada Seminar Gangguan Menelan,  kelihatan sepele tapi yang membahas banyak. Maka kalau kita bisa menelan harus bersyukur.
Alhamdulillah. Kita juga harus mengevaluasi diri kita sendiri.

*Tugas Manusia.*

Manusia ditugaskan untuk menjadi Khalifah di muka bumi.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَالَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah 30)

Jadi jangan mengatakan bahwa rumah kita surga. Kelak kita pulang itu ke akhirat,  disana bisa belok kanan ke Surga atau belok kiri ke Neraka. Ini adalah pilihan luar biasa yang ditentukan akibat perjalanan hidup kita di dunia.

ٗ ۗ هُوَ اَنْشَاَ كُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْۤا اِلَيْهِ ۗ اِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ

“… Dia telah menciptakanmu dari Bumi dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat rahmat-Nya dan memperkenankan doa hamba-Nya.”
(QS. Hud  61)

Tugas kita semua adalah memakmurkan bumi. Jadi baik itu Presiden atau Pak Lurah tugasnya memakmurkan bumi, jangan ada yang merusak bumi. Maka kita wajib menanam pohon. Bila kita menanam pohon kemudian berbuah dan buahnya dimanfaatkan oleh makhluk maka itu Sadaqah kita.
Sayang bahwa sekarang banyak halaman rumah yang tak ada pohonnya, semua dipaving.
Padahal pohon itu Sadaqah jariah yang akan terus mengirim pahala bagi kita meski kita telah wafat. Maka halaman rumah jangan dipaving.

*Takdir Manusia.*

Ketika dilahirkan manusia sudah dibekali takdir. Nabi Muhammad SAW bersabda:

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخُلُقَ  السَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ وَعَرْشُه عَلَى الْمَاء

” Allah telah menulis takdirnya makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan beberapa langit dan bumi.  Dan, arsy Allah di atas air. “ (HR Muslim).

Manusia dilahirkan di muka bumi ini bersifat ‘given’ , tak dapat memilih antara lain :

1. Orang tua kita.
Kita tak dapat memilih orang tua kita siapa. Kalau bisa milih mungkin memilih jadi anak Presiden. Kita menjadi anak siapapun harus disyukuri. Maka orang islam menyebutkan dirinya dengan “bin” , yang artinya bapaknya siapa.

2. Jenis kelamin.
Kita tak dapat memilih jenis kelamin kita.  Yang jadi wanita tak perlu ingin jadi lelaki, semua disyukuri saja. Ukuran sukses itu bukan karena lelaki atau perempuan,  tetapi apakah nanti masuk surga atau tidak.

لَا يَسْتَوِيْۤ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

“Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”
(QS. Al-Hasyr 20)

Penghuni surga adalah orang yang  beruntung. Jadi ukuran kita sukses atau tidak bukan karena lelaki atau perempuan,  tetapi kalau bisa masuk surga

3. Kaya atau miskin.
Tentang kekayaan hanya takdir awalnya saja yang ditentukan, kemudian ada pilihan kita mau berusaha atau tidak.  Memang ada orang yang kelihatannya santai tapi rezekinya besar. Kita tidak boleh suudzon terhadapnya.

4. Amalan kita.
Amalan juga sudah ditetapkan awalnya,  namun kita dapat mengubah dengan pilihan.

5. Ajal.
Ajal jelas tak dapat memilih, sudah ditetapkan.

6. Bahagia atau sengsara.
Terakhir tentang kebahagiaan dan sengsara juga dapat diusahakan.

Dr Maurice Bucaille,  seorang ahli Bedah dari Perancis masuk islam karena melakukan penelitian terhadap Al Qur’an. Beda dengan kita membaca Al Qur’an bertahun-tahun tapi tak pernah meneliti. Alhamdulillah sekarang mulai ada gerakan kembali mengikuti Sunah. Jangan merasa takut untuk menyampaikan kebenaran yang datang , meskipun mungkin akan dikomentari orang lain.

Ada contoh sunah yang bagus , misalnya gerakan shalat Subuh berjama’ah di Masjid ,  memang seharusnya dilakukan seperti di Masjid Jogokaryan. Kalau disini yang sedang menuju ke arah sana adalah Masjid Sendang Gede, shalat subuhnya banyak jama’ahnya kemudian ada Taushiah. Bahkan kalau ahad ada makan bersama.

Takdir dapat diubah dengan do’a.
Allah SWT berfirman:

وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ٪

“Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir 60)

Namun do’a harus benar. Do’a yang diterima adalah do’a yang benar, tidak lalai. Kita ini kadang memilih orang yang tidak tepat untuk memimpin do’a. Hanya karena rajin ke masjid disuruh memimpin do’a,  padahal tak tahu artinya.
Memimpin doa untuk orang banyak dan diamini orang banyak tapi sebenarnya dia berdo’a untuk diri sendiri : “Robighfirli wali-walidaya …”
Itu karena dia tak tahu artinya. Akan lebih baik jika dia memakai bahasa sendiri,  apakah itu Jawa atau Indonesia.

Jadi ketika kita berdo’a itu ada syaratnya yaitu :
1.  Yakin bahwa akan dikabulkan
2. ‎Tahu arti apa yang diucapkan.
Do’a jangan hanya menghapalkan teks dan tanpa mengetahui maknanya. Oleh karena itulah betapa pentingnya ilmu.

Penting mengilmui segala ibadah kita. Kenyataan dilapangan banyak yang tak belajar ilmu,  bahkan sampai wudhu juga ada yang aneh.
Mestinya membasuh tangan kanan tiga kali,  kemudian kiri tiga kali. Tetapi yang dilakukan kanan kemudian kiri,  diulang tiga kali.
Wudhu tetap sah,  tetapi tidak sesuai sunah. Ada pula ketika sujud,  tangan nempel semua kelantai,  padahal mestinya hanya telapak tangan saja. Kalau perempuan memang diperbolehkan tangan nempel semua.

Do’a itu adalah ibadah,  dan ibadah itu tugas manusia. Berdoa itu langsung kepada Allah, karena Allah itu dekat. Allah SWT berfirman:

وَاِذَا سَاَ لَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu Muhammad tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah  186)

Allah tidak suka jika kita tak berdo’a.
Dalam sebuah hadits HR Ahmad disebutkan “Barang siapa tidak berdoa kepada Allah taala maka Allah Talla akan murka”.
Kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW itu setiap saat berdo’a,  hampir segala perbuatannya dengan do’a,  bahkan sampai memakai baju berdo’a , bercermin berdo’a.

*Kesimpulan Pilihan-pilihan*.

– Orang dapat memilih Berilmu atau bodoh
– ‎Orang dapat memilih bersekolah dimana, fakultas apa – atau tidak sekolah.
– ‎Orang dapat memilih bekerja sebagai apa, dimana – atau tidak memilih kerja dan tidak dimana-mana
– ‎Orang dapat memilih Menjabat -atau tidak mau menjabat , seperti Imam Ghozali memilih menulis kitab.
– ‎Orang boleh Menikah memilih pilihan sendiri – atau dijodohkan tidak memilih pasangan.
– ‎Orang boleh memilih Lokasi tempat tinggal dekat masjid agar mudah mengikuti ibadah – atau tidak memilih lokasi rumah.
– ‎Orang boleh memilih Beriman dan bertakwa  – atau kufur.

*Menggapai Husnul Khotimah.*

– ‎Meninggal secara islam itu juga pilihan – atau meninggal sebagai kafir.
Ada penelitian seorang dokter bahwa
dari 1800 orang yang bisa menyebut “laa ilaha ilallah” cuma 16 orang. Maka kita perlu introspeksi,  kira-kira kita masuk kelompok 16 atau tidak?

Ada beberapa cara yang diajarkan agar kita husnul khotimah.

_1. Dzikir setelah shalat Subuh dan Maghrib._

Rasulullah mengajarkan kita untuk dzikir pagi dan petang agar husnul khotimah dengan membaca :
“Laa ilaha ilallah huwahdahu laa syarikallah.  Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai’in qadir” ( 10 kali atau 100 kali)

Dasarnya adalah hadits, Rasulullah SAW- bersabda:
“Barang siapa yang berucap: “Tidak ada Tuhan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kekuasaan, segala puji hanya bagi-Nya, Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dalam satu hari dibaca 100 kali, maka baginya sama dengan memerdekakan 10 budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 keburukan, dia akan dijaga dari syetan pada hari itu sampai sore hari, dan tidak ada seorang pun yang datang mendapatkan yang lebih utama dari apa yang dia kerjakan, kecuali seseorang yang melakukan yang lebih banyak darinya”. (HR Bukhari) .

_2. Berdo’a ketika mendengar Adzan._

“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”

“Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah dan keutamaan , dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Dijanjikan bagi yang membaca do’a ini kelak akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. Dengan mendapat syafaat maka akan husnul khotimah.
Dasarnya adalah hadits , Nabi SAW bersabda :

 “Jika kalian mendengar muadzin, maka jawablah seperti apa yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku al wasilah, karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak sepatutnya, kecuali untuk seorang hamba Allah; dan aku berharap, bahwa akulah ia. Barangsiapa yang memohonkan untukku al wasilah, maka akan mendapat syafaatku. [HR Muslim].

Namun kekeliruan yang sering terjadi,  mereka menjawab adzan dan berdo’a kemudian terus melanjutkan kegiatan. Padahal mestinya segera bersiap untuk shalat.

*Konsekwensi Pilihan.*

– Karena memilih iman maka dia bersyahadat.
– ‎Setelah bersyahadat ada konsekwensinya ketentuan yang Baku dan ada yang Tawaran.
– ‎ Ketentuan Baku adalah menjalani rukun iman dan rukun islam.
– ‎Tawarannya untuk dipilih oleh kita menjadi Makruf, Sholeh, Hasanah.
– ‎Tugas kita adalah ibadah.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat 56)

اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَا نَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍ ۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya dengan perintah dan larangan, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan 2)

٭لَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ ۙ

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk 2)

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَ يُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. ” (QS. Al-Kahf  7)

– ‎Ibadah wajib bukan pilihan,  yang penting menjaga syarat dan rukun kemudian lakukan dengan istiqomah.

– ‎Pilihan ada pada ibadah sunah.

Kita dibebaskan memilih,  maka semestinya memilih yang terbaik.
Namun masih banyak yang belum konsekwen dengan memilih.

1. Ada yang ketika jum’atan langsung memilih duduk di belakang menyandar tembok. Padahal jelas pahala shalat di Shaf depan lebih besar dari shaf di belakangnya. Dia memilih,  tapi pemilihan tidak didasari ilmu. Maka kita harus selalu menambah ilmu.

2. ‎Ibadah jum’at itu satu paket Mendengar Khutbah dan Melaksanakan Shalat,  tak boleh diambil salah satu. Kesalahan lain ada jama’ah yang tetap diluar masjid, maksudnya menunggu shalat – tapi mereka menghadap ke Timur – Padahal jelas perintah menghadap ke Masjidil Haram (Barat laut).

3. ‎Kita ini diberi modal Pendengaran dan Penglihatan. Ini sangat penting,  bagaimana bisa ditalqin jika Pendengaran kita terganggu?  Maka ada pilihan doa untuk menjaga kesehatan yang diajarkan Rasulullah.

_”Allahumma ‘afini fi badani. Allahumma ‘afini fi sam’i. Allahumma ‘afini fi bashari
Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri. La ilaha illa anta.”_

Artinya, “Ya Allah sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain Engkau.”

4. Pilihan shalat Sunah Rawatib, bila dilakukan 10 atau 12 raka’at tiap hari akan mendapatkan Rumah di Surga.

5. ‎Ibadah Wajib tak ada pilihan,  pilihannya ada pada cara melaksanakan,  misal untuk Shalat 5 waktu pilihannya adalah :
– Di awal waktu.
– ‎Dikerjakan di Masjid.

Pilihan ibadah atau amalan yang paling utama ada tiga,  yaitu : Shalat di awal waktu,  Berbakti kepada kedua Orang Tua, Jihad fi Sabilillah.

Jihad fi Sabilillah saat ini lain, bukan hanya Perang.  Sedekah ke masjid itu juga termasuk jihad. Jihad adalah melakukan ketaatan kepada Allah dengan sungguh-sungguh.
Alhamdulillah sudah banyak yang Sadaqah makan ke masjid saat jum’at. Tholabul ilmi atau mengaji juga jihad, dijanjikan mendapat pahala seperti haji.

6. Shalat Isyiraq dijanjikan pahala seperti Haji dan Umrah. Yang perlu dijaga adalah jangan dilakukan pada saat waktu Terbit. Tambahkan waktu 10 menit setelah alarm waktu Terbit.

Semoga bermanfaat
Barokallohu fikum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here